Sukses

Jokowi Dinilai Tak Masalah Jika Ingin Ikut Kampanye pada Pemilu 2024 Mendatang

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini sempat beredar kabar jika pada Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak boleh ikut melakukan kampanye.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menilai, hal tersebut tidak wajib dilakukan. Artinya, Jokowi dinilai Teddy boleh melakukan kampanye.

"Ada yang bilang, nanti dalam Pemilu 2024, Presiden Jokowi harus netral, jangan ikut pengkampanyekan calon tertentu. Tentu itu hanyalah harapan dan bukan sesuatu yang wajib dipatuhi, karena tidak semua pejabat negara dilarang untuk ikut serta berkampanye dalam Pemilu,” ujar Teddy melalui keterangan tertulis, Kamis (28/7/2022).

Dia menyebut, Jokowi ikut mengkampanyekan pasangan calon tertentu tersebut bukanlah tidak etis. Sebab menurut dia, hal tersebut tidak berdasar.

"Jika ada yang mengatakan tidak etis, tentu itu subjektif karena tidak ada ukuran etis dan tidak etis dalam hal ini, karena yang lain bisa juga berpendapat bahwa hal ini etis, sehingga tidak bisa ada satu kelompok yang mengklaim paling benar pendapatnya, karena tidak ada dasarnya sama sekali,” papar Teddy.

Dia menjabarkan, Berdasarkan UU Pemilu, bahwa kampanye Pemilu yang mengikutsertakan Presiden, boleh dilakukan dengan syarat tidak menggunakan fasilitas dalam jabatannya, kecuali fasilitas pengamanan dan tentu saja harus cuti.

"Jadi Jokowi dibolehkan untuk ikut serta pengkampanyekan calon tertentu,” terang Teddy.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Contoh Pemilu 2019

Teddy pun memberikan contoh pada Pemilu 2018 silam, di mana Jokowi saat itu mencalonkan diri sebagai Presiden, tetapi tidak mundur dari posisinya RI 1.

"Makanya pada Pemilu 2019, ketika Jokowi  masih menjabat Presiden, beliau boleh mencalonkan diri, boleh berkampanye dan tidak harus mengundurkan diri. Tentu saja dengan syarat-syarat tertentu. Makanya hal ini bukan lagi hal yang tabu dilakukan oleh seorang Presiden,” terang dia.

"Jadi jangan jadikan polemik ke depan, karena baik secara etika dan aturan Pemilu tidak ada yang salah,” jelas Teddy.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS