Sukses

Anggota Dianiaya Pelajar, Kapolres Tangsel Gelar Razia di Sekolah

Liputan6.com, Tangerang - Pasca-penganiayaan dan pembacokan yang dialami anggota Lantas Polsek Cisauk Aiptu Sugiri, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli Widiyanto, langsung memimpin razia ke sejumlah sekolah di wilayah hukumnya.

Tak tanggung-tanggung, Fadli menerjunkan ratusan personel untuk menggelar razia tersebut. Petugas mengincar para siswa yang kedapatan membawa senjata tajam atau barang lain yang tidak seharusnya dibawa oleh pelajar.

"Benar, kami sudah lakukan razia selama dua hari, kemarin dan hari ini. Ada tiga sekolah yang kami datangi," tutur Fadli di Tangerang, Selasa (12/8/2017).

Ketiga sekolah tersebut adalah SMK Sasmita Jaya Pamulang, SMK Ruhul Bayan Cisauk, dan SMK Semesta Cisauk. Petugas masuk ke kelas-kelas, memeriksa tas atau barang bawaan para siswa.

Dalam razia di SMK Ruhul Bayan Cisauk, polisi juga melakukan tes urine secara acak terhadap 37 siswa. "Setelah diambil sampel urine 37 pelajar semuanya negatif, kita apresiasi dan kita rekomendasikan SMA Ruhul Bayan bebas narkoba,” ujar Fadli.

Sementara, dari hasil razia pelajar di SMK Sasmita Jaya Pamulang yang dipimpin Wakapolres Tangsel Kompol Bahtiar Alponso diamankan tiga orang siswa berinisial MH, K dan MD.

MH diamankan pihak kepolisian karena kedapatan membawa satu buah alat pemukul (knuckle), sedangkan K dan MD diamankan karena diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap Aiptu Sugiri.

Saksikan tayang video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Polisi Dianiaya Pelajar

Aiptu Sugiri, polisi lalu lintas dari satuan Polsek Cisauk, jadi korban pengeroyokan belasan pelajar di Cisauk, Kabupaten Tangerang. Para pelajar tersebut nekat menganiaya Aiptu Sugiri lantaran dicegah saat akan tawuran.

Kejadian bermula ketika Aiptu Sugiri tengah mengatur lalu lintas di depan SMAN 2 Cisauk Kabupaten Tangerang, Kamis 7 September 2017. Dari kejauhan, dia melihat truk mengangkut belasan pelajar di belakangnya.

Curiga akan terjadi tawuran, Aiptu Sugiri pun menghentikan truk tersebut dan menyuruh seluruh pelajar yang ada di belakangnya untuk turun.

"Ada salah satu pelajar berinisial A tidak terima, awalnya adu mulut, lalu mencoba memukul korban dengan tangan kanan tapi berhasil ditangkis," tutur Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander, Selasa (12/8/2017).

Teman-teman pelaku lain yang melihat, langsung menghampiri korban dan pelaku sembari mengeluarkan senjata tajam yang mereka bawa. Terlebih saat itu Aiptu Sugiri bertugas sendirian, sehingga membuat berani pelajar lain untuk ikut menganiaya korban.