Sukses

Warga Pulau Buru Hidup dalam Kemiskinan

Liputan6.com, Buru: Rumah kayu dengan atap rumbia yang sudah bolong di berbagai tempat menggambarkan kemiskinan penghuninya. Rumah seperti itu jadi tempat tinggal ribuan warga di Pulau Buru, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku.

Sebagian besar warga miskin di pulau ini bekerja kasar dan berkebun, seperti menjadi buruh penyulingan daun kayu putih dengan upah hanya tujuh ribu rupiah per hari. Ada juga yang mencari ranting kayu kering di hutan untuk memasak dan dijual seharga Rp 250 per meter.

Banyak anak-anak di Pulau Buru putus sekolah karena tidak punya biaya. Sebagian dinikahkan dalam usia sangat muda oleh orang tua mereka. Ada kabar warga akan mendapat bantuan sapi, namun hingga kini belum juga direalisasikan.

Jumlah penduduk miskin di Namlea, Kabupaten Buru, saat ini mencapai sekitar dua ribu kepala keluarga. Mereka tersebar di pesisir dan daerah pedalaman.(IAN)
    Erupsi Gunung Bromo Mengundang Wisatawan Berswafoto
    Loading