Sukses

Laura, Eks Pramugari Bangkit dari Keterpurukan Usai Kecelakaan

Liputan6.com, Jakarta - 30 November 2004 menjadi hari yang tak terlupakan bagi Laura Lazarus. Ia tak menyangka tugas terbang ke Solo, Jawa Tengah sore itu menjadi tugas terakhirnya sebagai pramugari.

Dalam Pantang Menyerah, yang ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (29/20/2014),  cuaca buruk membuat pesawat yang ditumpangi Laura tergelincir dan terhempas ke pekuburan di seberang Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah. Dari 164 penumpang dan kru, 26 orang tewas dan 142 luka-luka.

Pesawat terbang milik maskapai penerbangan Lion Air dengan nomor JT 538 dari Jakarta ini tergelincir keluar dari landasan pacu dan nyelonong ke areal persawahan. Badan pesawat sendiri terbelah dua.

Laura bahkan sempat dinyatakan meninggal dan tubuhnya dikelompokkan bersama jenazah. Untungnya ada seseorang yang mendengar erangan dan berhasil menyelamatkannya.

Akibat peristiwa nahas tersebut, muka, tangan, pinggang, dan kaki Laura remuk. Ia harus menjalani 17 kali operasi dan perawatan hingga ke Singapura.  

Laura Lazarus terlahir 30 tahun lalu dari keluarga sederhana. Terbiasa ditempa kerasnya kehidupan, itu juga yang membuat sosoknya bangkit dari jurang keterpurukan. Kelumpuhan yang ia alami justru menjadi jembatannya dalam menyentuh hati sesama.

Kini Laura aktif berbagi kisah sebagai motivator sekaligus penulis buku. Ia kerap diundang beragam komunitas untuk menceritakan kisah perjuangannya. Sikap pantang menyerah, sulung dari dari 2 bersaudara ini kini menjadi inspirasi banyak orang.

Laura berharap langkahnya untuk berbagi semangat dan peduli kepada sesama akan menyentuh lebih banyak hati. Seperti motto yang dipegangnya, "Meskipun saya tidak bisa berjalan, tapi itu tidak menghentikan iman saya untuk tetap berlari," kata dia.  (Yus)

Baca juga:

Kisah Kegigihan Pejabat Pemda Tunanetra

Semangat Sri Lestari dalam Kelumpuhan

Kegigihan Tunadaksa yang Sukses dengan Pabrik Sandal Gunung

Loading