Sukses

Menikmati Keindahan Gunung Bromo dari Desa Wisata Ngadas

Liputan6.com, Malang - Anda punya rencana wisata ke Gunung Bromo? Sebelum menuju Gunung Bromo, ada baiknya Anda singgah dulu di Desa Ngadas di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Desa Ngadas merupakan pintu masuk menuju Gunung Bromo. Seperti yang disebutkan dalam website Pemerintah Kabupaten Malang, Desa Ngadas berada dalam area teritorial Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) dengan ketinggian sekitar 2.150 mdpl, sehingga menjadi desa tertinggi di Jawa. Suhu di sekitar Desa Ngadas berkisar 0°C hingga 20°C. Wisatawan akan merasakan betapa sejuknya udara di kawasan Desa Ngadas seperti sedang berapa di Eropa.

Desa Ngadas ditetapkan menjadi Desa Wisata oleh Pemerintah Kabupaten Malang sejak tahun 2007 karena memiliki ragam potensi wisata alam yang sangat menarik, di antaranya Coban Trisula, Ranu Pani dan lainnya.

Dari Desa Ngadas, sejauh mata memandang ke arah timur, wisatawan dapat melihat pemandangan deretan puncak-puncak Gunung Semeru yang selalu mengeluarkan asap dari puncaknya. Lereng-lereng perbukitan dan lembah yang hijau dengan pemandangan kebun sayur berbentuk terasering juga akan memanjakan mata kita.

Karena terletak di kawasan teritorial Gunung Bromo, menjadikan desa ini relatif berkabut sepanjang hari. Panorama terbit dan tenggelamnya matahari di Pananjakan atau Bromo, serta keramahan warganya yang mayoritas suku Tengger menambah betah wisatawan tinggal di desa yang penuh pesona ini.

Pengunjung bisa mendapatkan penginapan jika ingin bermalam. Rumah penduduk banyak yang dijadikan homestay untuk wisatawan. Selanjutnya wisatawan dapat menikmati tracking Cemoro Lawang-Bromo yang jaraknya sekitar 3 km dan dapat ditempuh selama 1 jam. Wisatawan juga dapat berkeliling naik kuda dengan rute Cemoro-Lawang-Lereng Bromo dan melihat pemandangan Lava di Gunung Bromo.

Selain wisata alam, wisatawan juga dapat menikmati wisata budaya di Desa Ngadas. Warga Desa Ngadas mayoritas suku Tengger dikenal memegang kuat adat istiadat dan budaya, sehingga berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam. Setiap tahunnya warga Tengger Ngadas menyelenggarakan upacara Kasodo.

Menetapkan Desa Ngadas sebagai desa wisata merupakan langkah tepat dari Pemerintah Kabupaten Malang, sehingga memberikan komoditi baru bagi penduduk setempat untuk meningkatkan ekonomi, menjadi masyarakat yang mandiri, serta menjadi desa panutan bagi masyarakat modern untuk tetap melestarikan nilai-nilai kehidupan lokal. (Advertorial/Gilar Ramdhani)