SBY Melantik Enam Menteri Baru

Siang tadi, Presiden SBY melantik enam menteri barunya di Istana Negara, Jakarta Pusat. Saat pelantikan, Presiden berpesan agar para menteri baru dapat memperbaiki ekonomi negara dan menekan angka inflasi.

Diterbitkan 07 Desember 2005, 19:28 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Dua hari setelah pengumuman perombakan Kabinet Indonesia Bersatu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik enam menteri barunya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (7/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Para menteri yang diambil sumpahnya itu adalah Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta [baca: Enam Menteri Diganti].

Usai pelantikan, Presiden Yudhoyono menguraikan beban tugas yang harus diemban para menterinya, di antaranya dapat memperbaiki ekonomi negara dan menekan angka inflasi. "Langkah-langkah pengendalian inflasi itu mendapat prioritas utama, lakukan sinkronisasi dalam membuat kebijakan fiskal dan moneter yang dilaksanakan Bank Indonesia," ujar Yudhoyono dalam pidatonya di depan para menteri barunya dan para undangan.

Dalam kesempatan itu, pada jajaran undangan tampak dua mantan menteri yang diberhentikan. Mereka adalah mantan Menperin Andung Nitimiharja dan mantan Menkeu Jusuf Anwar. Dengan adanya susunan baru kabinet dengan tim ekonomi ini, mantan Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengatakan bahwa dirinya percaya tim ekonomi baru mampu melakukan perubahan positif. "Berikan saja waktu," kata Dorodjatun.

Pelantikan mereka sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2005 yang diumumkan Yudhyono di Yogyakarta, Senin silam. Setelah pelantikan tersebut, seluruh menteri baru juga melakukan serah terima jabatan dengan menteri yang lama. Ini artinya mulai besok masing-masing menteri akan menjalankan tugas barunya.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6