Liputan6.com, Jakarta - Maskapai berbiaya rendah asal Malaysia, Firefly, menargetkan seluruh penerbangan rute Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di Subang, Malaysia, menuju Bandara Seletar, Singapura, kembali beroperasi sesuai jadwal pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Maskapai tersebut sebelumnya membatasi layanan akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Firefly membatalkan penerbangan pada rute tersebut pada 10–12 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap.
Maskapai kemudian memperpanjang pembatalan beberapa kali hingga 19 Oktober 2026. Pengumuman terbaru pada Senin, 19 Oktober 2026, menyebutkan bahwa jadwal penerbangan terbatas masih berlaku sampai 21 Oktober, melansir The Straits Times, Selasa, 20 Oktober 2026.
Advertisement
Firefly menyatakan pemulihan seluruh layanan terjadwal pada Kamis, 22 Oktober 2026, masih bergantung pada kondisi operasional. Maskapai itu terus memantau situasi cuaca dan kabut asap di Bandara Seletar untuk menentukan kelanjutan jadwal penerbangan.
Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) melaporkan perbaikan kualitas udara di Singapura pada Senin, 19 Oktober 2026. Lembaga tersebut mengaitkan perubahan kondisi itu dengan angin yang bertiup dari arah selatan-tenggara dan hujan di sekitar wilayah Singapura.
NEA memperkirakan angin akan beralih ke arah timur-tenggara mulai Selasa malam 20 Oktober hingga Kamis, 22 Oktober 2026. Badan tersebut juga memperkirakan cuaca kering di kawasan sekitar, termasuk sebagian wilayah Kalimantan, yang berpotensi membawa asap kebakaran menuju Singapura.
Firefly mencantumkan enam penerbangan dari Subang menuju Seletar yang masih mengalami pembatalan, yakni FY3122, FY3124, FY3126, FY3128, FY3130, dan FY3132. Enam penerbangan dari Seletar menuju Subang juga masuk dalam daftar pembatalan.
Penerbangan Alternatif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377964/original/074989500_1792484484-chris-leipelt-HqKfLgBFVF4-unsplash.jpg)
Penerbangan tersebut meliputi FY3123, FY3125, FY3127, FY3129, FY3131, dan FY3133, dengan periode pembatalan yang sama, yakni 19–21 Oktober.
Maskapai menghubungi penumpang yang terdampak untuk menawarkan alternatif perjalanan menggunakan penerbangan Malaysia Airlines antara Kuala Lumpur dan Singapura. Pilihan tersebut bergantung pada ketersediaan kursi.
Firefly menyatakan penumpang yang tidak mengambil alternatif perjalanan berhak menerima pengembalian dana penuh melalui metode pembayaran awal. Proses pengembalian dana membutuhkan waktu hingga 30 hari kerja.
Maskapai juga meminta penumpang memastikan informasi kontak mereka tetap aktif agar dapat menerima pemberitahuan melalui SMS. Penumpang dapat menghubungi layanan pelanggan Firefly atau menggunakan fitur percakapan langsung melalui situs resmi maskapai untuk memperoleh informasi mengenai perubahan jadwal.
Â
Advertisement
Ganggu Penerbangan di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355223/original/047451100_1790085132-1000450937.jpg)
Gangguan akibat kabut asap juga memengaruhi operasional penerbangan di Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 2.604 penerbangan terdampak karhutla selama periode 11 Agustus hingga 19 Oktober 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, merinci 1.129 penerbangan mengalami keterlambatan. Sebanyak 1.420 penerbangan dibatalkan atau ditunda, sedangkan 23 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain.
Kemenhub juga mencatat enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan dan 26 penerbangan mengalami pemajuan jadwal.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap keputusan operasional harus mempertimbangkan kondisi cuaca, jarak pandang, serta hasil penilaian keselamatan oleh pihak terkait," ujar Lukman dalam keterangan resmi pada kanal Bisnis Liputan6.com, Selasa.
Kemenhub turut mencatat 14 penerbangan internasional dibatalkan akibat kabut asap. Jumlah tersebut mencakup 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang pergi pada 12–23 September 2026 dan dua penerbangan rute Singapura–Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026.
Â
Pembatalan Penerbangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377965/original/063367500_1792484486-motomoto-sc-x2k8zuKVx4w-unsplash.jpg)
Lukman menjelaskan, asap di Bandara Supadio menyebabkan pembatalan penerbangan rute Singapura–Pontianak, sedangkan asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II mengganggu penerbangan Singapura–Palembang.
Pada 13–17 Oktober 2026, kabut asap meluas ke Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Sejumlah bandara terdampak antara lain Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sultan Babullah di Ternate, Pattimura di Ambon, Mozes Kilangin di Timika, Domine Eduard Osok di Sorong, Supadio di Pontianak, Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, serta Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.
"Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga memengaruhi proses pendaratan, lepas landas, dan pergerakan pesawat," sebut Lukman. Kondisi tersebut dapat memicu keterlambatan, penundaan, pengalihan, atau pembatalan penerbangan berdasarkan penilaian keselamatan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751478/original/019919400_1708694702-Gus_Iqdammmm.ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378214/original/055597900_1792492609-Screenshot_2026-10-20_171752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377963/original/093134800_1792484482-g-r-mottez-M9UwXe_uS7M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376196/original/052994500_1792312230-AP26290571270648.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8665419/original/076292200_1782696075-alexander-grey--8a5eJ1-mmQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377544/original/008404000_1792468817-vitaly-gariev-_PXvNHH7Bf4-unsplash.jpg)