Bebas Tumit Pecah-Pecah, Coba 5 Tips Ampuh Mengembalikan Kelembutan Kulit Kaki

Tumit pecah-pecah tak selalu soal kulit kering. Kenali langkah perawatan yang tepat untuk membantu mengembalikan kelembutan kulit kaki.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tumit pecah-pecah bukan sekadar mengganggu penampilan kaki. Kondisi ini terjadi ketika kulit di area tumit menjadi sangat kering, menebal, lalu membentuk retakan yang dapat terasa perih saat berjalan. Jika retakan semakin dalam, kulit bahkan bisa berdarah dan membuka jalan bagi infeksi.

Melansir Stride Foot and Ankle, Rabu, 7 Oktober 2026, kulit kering menjadi salah satu penyebab utama tumit pecah-pecah. Seiring bertambahnya usia, kulit lebih mudah kehilangan minyak alami sehingga terasa kasar dan kehilangan kelembapannya.

Tekanan berulang, terutama karena terlalu lama berdiri di permukaan keras, juga dapat membuat kulit tumit menebal dan akhirnya retak. Pilihan alas kaki ikut berpengaruh.

Sandal atau sepatu terbuka di bagian belakang membuat tumit lebih banyak terpapar udara sekaligus minim dukungan, sehingga kulit lebih mudah kering. Kondisi tertentu seperti diabetes, eksim, dan hipotiroidisme juga dapat meningkatkan risiko kulit sangat kering.

Merawat tumit penting bukan hanya demi mendapatkan kaki yang terlihat halus. Retakan yang dibiarkan dapat menimbulkan rasa sakit dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, perawatan rutin dibutuhkan untuk menjaga kelembapan kulit, mengurangi penumpukan kulit kasar, serta membantu mencegah retakan semakin parah.

Retakan biasanya muncul di bagian tepi tumit dan dapat terlihat sebagai garis atau celah pada kulit yang menebal. Pada tahap ringan, masalah ini mungkin hanya membuat kaki terasa kasar. Namun, ketika celah makin dalam, berjalan atau berdiri dapat menimbulkan rasa nyeri karena tekanan tubuh terus bertumpu pada area tersebut.

Mulai dari Pelembap hingga Merendam Kaki

Pelembap menjadi langkah dasar untuk mengatasi tumit kering. Pilih krim bertekstur tebal dengan kandungan seperti urea, shea butter, atau glycerin yang membantu menjaga kelembapan sekaligus melembutkan kulit yang mengeras.

Waktu pemakaian juga penting. Oleskan krim setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap agar kelembapan lebih terkunci. Jangan hanya mengoleskan produk pada bagian atas kaki, tetapi beri perhatian khusus pada tumit dan area yang terasa kasar.

Selain menggunakan pelembap, merendam kaki juga dapat membantu melunakkan kulit yang keras sehingga lebih mudah dirawat. Gunakan air hangat, bukan air panas, selama sekitar 10–15 menit. Jika ingin, tambahkan sedikit garam Epsom atau gunakan sabun yang lembut.

Namun, hindari merendam kaki terlalu lama. Paparan air berlebihan justru dapat menghilangkan minyak alami kulit dan membuatnya semakin kering. Sabun yang terlalu keras juga sebaiknya dihindari agar kelembapan kulit tetap terjaga.

Angkat Kulit Kasar, Lalu Kunci Kelembapannya

Setelah kulit melunak, lakukan eksfoliasi untuk membantu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di tumit. Batu apung dapat digunakan pada bagian yang kasar secara perlahan. Jika ingin cara yang lebih praktis, foot scrub juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menghaluskan permukaan kulit.

Kuncinya adalah tidak menggosok terlalu kuat. Eksfoliasi berlebihan dapat membuat kulit mengalami iritasi dan justru memperburuk kondisi tumit. Fokuskan perawatan hanya pada area yang menebal, kemudian lanjutkan dengan mengoleskan pelembap agar kulit tetap terhidrasi.

Perawatan malam hari juga menjadi waktu yang tepat untuk memberikan hidrasi lebih intensif. Setelah membersihkan dan mengeksfoliasi kaki, oleskan krim pelembap dalam lapisan yang cukup tebal, terutama pada bagian tumit.

Selanjutnya, kenakan kaus kaki berbahan katun yang bersih sebelum tidur. Cara ini membantu menjaga produk tetap menempel pada kulit sehingga kelembapan lebih terjaga selama beristirahat. Lakukan secara rutin untuk membantu mempertahankan tumit tetap lembut.

Pilih Perawatan yang Lebih Intensif

Jika pelembap biasa belum cukup, gunakan produk yang memang diformulasikan untuk tumit kering dan pecah-pecah. Heel balm dengan kandungan seperti urea atau salicylic acid dapat membantu melembutkan kulit yang menebal sekaligus merawat bagian yang retak.

Ada pula kaus kaki pelembap yang dapat digunakan selama beberapa jam atau semalaman untuk memberikan hidrasi tambahan. Bagi orang yang sering berdiri atau banyak beraktivitas, silicone heel cups juga dapat membantu mengurangi tekanan pada tumit.

Meski perawatan rumahan dapat membantu, kondisi yang disertai perdarahan, infeksi, atau rasa sakit berat sebaiknya tidak diabaikan. Orang dengan diabetes atau masalah sirkulasi juga perlu lebih berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter jika retakan tidak membaik.

Dengan perawatan yang konsisten, tumit pecah-pecah dapat lebih terjaga kelembutannya. Jangan menunggu kulit semakin retak sebelum mulai merawatnya, terutama jika aktivitas sehari-hari membuat tumit terus mendapat tekanan.