Sukses

Inklusivitas Produk Kosmetik Apakah Bikin Makin Laris?

Hampir tidak ada brand maupun produk yang disebut eksklusif. Salah satu strategi yang dilakukan brand kosmetik lokal unrtuk makin dikenal adalah meningkatkan kualitas produk yang diluncurkan.

Liputan6.com, Jakarta - Brand kecantikan merek lokal kini makin bersaing dengan produk-produk ternama di dunia. Belakangan ini brand kosmetik lokal bahkan semakin banyak bermunculan Dengan semakin banyaknya pilihan, tentunya persaingan jadi semakin ketat.

Bisa dibilang hampir tidak ada brand maupun produk yang disebut eksklusif. Sebagian besar varian sebuah produk kecantikan dimiliki oleh tiap brand hingga lebih tepat disebut inklusif. Lalu, apakah ini berpengaruh pada jumlah penjualan tiap brand atau memang potensi pasarnya memang masih cukup besar?

Menurut salah satu brand kosmetik Indonesia, Luxcrime, mereka justru senang dengan banyaknya brand lokal baru, karena dengan begitu masyarakat semakin bangga dan percaya bahwa brand lokal juga memiliki potensi dan kualitas yang tidak kalah dengan brand luar negeri.  Salah satu yang dilakukan Luxcrime adalah meningkatkan kualitas produk yang diluncurkan, memperluas distribusi yang membuat Luxcrime termasuk deretan brand top of mind.

Tak kalah penting adalah mempererat hubungan dengan komunitas. Berpromosi melalui media sosial juga jadi sarana yang efektif agar sebuah brand atau produk kosmetik lebih dikenal masyarakat maupun konsumennya.

"Media sosial termasuk yang sangat berpengaruh. Dari media sosial, key opinion leader (KOL) dan brand dapat mengkomunikasikan campaign apa saja yang sedang terjadi dan produk apa yang sedang diluncurkan. Selain itu konsumen juga dapat berinteraksi langsung dengan brand," terang Melisa Andriani selaku General Manager Luxcrime pada Liputan6.com, Kamis, 4 Juli 2024.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Konsumen Makin Pintar Memilih Produk

Selain itu, peran beauty influencer tak kalah penting karena mereka adalah sosok yang dipercaya follower mereka untuk mereview produk. Menurut Meliisa, para beauty influencer atau beauty vlogger dapat mempengaruhi produk yang mereka suka, atau defluence suatu produk yang mereka anggap kurang baik. Pendapat mereka, apalagi bila digerakkan secara masif, bisa berdampak besar pada branding dan juga penjualan brand.

"Konsumen sekarang semakin pintar dalam memilih produk. Mereka tidak percaya pada satu brand saja (walau besarnya brand sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen), tapi mereka lebih memilih produk terbaik yang cocok dengan kulit mereka," tutur Melissa.

Pendapat hampir senada juga datang dari jenama lokal lainnya, Dear Me Beauty. Munculnya banyak brand kosmetik lokal memang membuat persaingan semakin ketat, tetapi potensi pasar kosmetik di Indonesia masih sangat besar.

"Dear Me Beauty bisa terus berkembang dengan strategi yang tepat karena konsumen memiliki berbagai preferensi dan kebutuhan yang masih bisa dipenuhi," jelas Nikita Wiradiputri. CEO dan Co-Founder Dear Me Beauty pada Liputan6.com, Jumat, 5 Juli 2024.

 

3 dari 4 halaman

Aktif di Media Sosial dan Komunitas

"Inovasi produk dan pemahaman mendalam tentang tren kecantikan lokal dapat membantu Dear Me Beauty untuk tetap kompetitif," tambahnya. Nikita juga mengungkapkan sejumlah strategi dan langkah yang dilakukan brand miliknya agar bisa terus diingat konsumen karena semakin banyaknya brand kosmetik lokal sekarang ini.

Yang pertama adalah berkolaborasi dengan sesama brand lokal, untuk meningkatkan eksistensi sekaligus mengedepankan visi dan misi Dear Me Beauty yaitu #LocalsBetterTogether. Mereka juga berusaha membangun identitas brand yang kuat seperti mengembangkan identitas yang unik agar lebih dikenal luas.

Langkah lainnya yang tak boleh dilupakan adalah konsisten menjaga dan terus meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi harapan konsumen. Dari segi kreativitas adalah dengan melakukan inovasi baik dari segi formula, kemasan, maupun varian produk yang menarik.

Selain itu, bisa juga dengan memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan dan layanan pelanggan yang responsif. Terakhir dan yang tak kalah penting adalah aktif di media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan konsumen dan membangun komunitas.

Nikita mengatakan, media sosial bagi Dear Me Beauty merupakan sarana untuk bisa lebih dekat dengan pelanggan sekaligus mendengarkan masukan yang selalu menjadi inspirasi brand untuk terus berinovasi dan berkembang sesuai dengan target konsumen dan tren yang sedang berlangsung.

4 dari 4 halaman

Memakai Lebih dari 1 Brand

Nikita mengatakan, media sosial bagi Dear Me Beauty merupakan sarana untuk bisa lebih dekat dengan pelanggan sekaligus mendengarkan masukan yang selalu menjadi inspirasi brand untuk terus berinovasi dan berkembang sesuai dengan target konsumen dan tren yang sedang berlangsung.

"Media sosial juga bisa menjadi media untuk memperkenalkan produk dan berbagi informasi seputar kegiatan serta promosi terbaru," lanjutnya.

Peran beauty influencer/beauty blogger pun termasuk penting. Menurut Melissa, mereka bisa berfungsi sebagai rekan brand yang membantu untuk mempromosikan dan membagikan review pengenalan seputar produk yang dikemas dalam konten yang kreatif. Hal itu diharapkan bisa lebih menarik konsumen dan memperluas target market melalui followers mereka.

Di sisi lain, Nikita juga mengakui sekarang ini banyak produk lokal yang juga memiliki kualitas yang tidak kalah dengan brand luar, sehingga membuat para pecinta makeup mengoleksi lebih dari satu brand.

"Jadi, langkah yang dilakukan Dear Me Beauty untuk meningkatkan dan mempertahankan loyalitas pelanggan adalah dengan selalu memberikan kualitas produk terbaik, mengembangkan inovasi, dan menghadirkan produk baru yang selalu fresh dan up-to-date," ujar Nikita.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.