Sukses

Ngeri, Krim Eksim yang Dijual Online Ternyata Mengandung Arsenik 430 Kali dari Batas Aman

Krim eksim bernama Euzema Confidence Revival Cream adalah salah satu dari empat produk yang mengandung bahan-bahan yang dilarang. Hal tersebut diungkapkan oleh Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura (HSA) pada Selasa, 21 November 2023.

Liputan6.com, Jakarta - Krim eksim yang dijual di situs ritel yang berbasis di Malaysia dan Carousell ditemukan memiliki kandungan arsenik lebih dari batas yang diizinkan. Otoritas kesehatan Singapura (HSA) memperingatkan pengguna produk tersebut untuk memeriksa kondisinya ke dokter sesegera mungkin.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 22 November 2023, krim bernama Euzema Confidence Revival Cream adalah salah satu dari empat produk yang mengandung bahan-bahan yang dilarang. Hal tersebut diungkapkan oleh Otoritas Kesehatan Singapura (HSA) pada Selasa, 21 November 2023. 

Setelah menggunakan krim eksim tersebut selama setahun, seorang pria berusia 30-an mengalami reaksi kulit yang disebut purpura, yaitu munculnya bintik-bintik merah keunguan akibat pendarahan kecil di bawah kulit. Dokter yang memeriksa pria itu menduga reaksi pada kulitnya disebabkan oleh realgar, mineral yang mengandung arsenik yang tertera pada label krim. Dokter itu lalu melaporkannya ke HSA.

Pria itu membeli krim tersebut dari situs ritel yang berbasis di Malaysia dan juga dijual di platform e-commerce Carousell. Situs web Euzema mengklaim bahwa dengan menggunakan produk tersebut, penggunanya akan sembuh total dari eksim karena formulanya yang ampuh.

Krim tersebut juga mengklaim bahwa produknya bebas steroid, mengandung 100 persen herbal alami, dan tidak berefek samping.Tes HSA menunjukkan, bahwa produk tersebut mengandung arsenik lebih dari 430 kali lipat dari batas yang diperbolehkan. Krim tersebut juga mengandung betametason, steroid kuat, dan asam salisilat dalam kadar yang sangat tinggi.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Bahaya Penggunaan Arsenik

Arsenik adalah logam berat beracun yang dapat menyebabkan iritasi kulit, dermatitis kontak dengan gejala seperti ruam kulit dan lecet, hingga ruam yang mengakibatkan kulit menjadi mengelupas. Penggunaan produk dengan kandungan arsenik tingkat tinggi secara luas dan berkepanjangan juga dapat menyebabkan keracunan arsenik.

Kandungan betametason hanya boleh digunakan di bawah pengawasan medis yang ketat, karena dapat menyebabkan efek samping yang serius jika digunakan secara tidak tepat.

"Penggunaan steroid jangka panjang dapat menekan produksi steroid dalam tubuh dan penghentian tiba-tiba tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan gejala penarikan yang serius seperti kekurangan adrenal yang menyebabkan kebingungan, nyeri otot dan sendi, tekanan darah rendah, dan kejang atau guncangan," kata HSA.

Insufisiensi adrenal terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi hormon steroid kortisol dalam jumlah yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, nyeri otot dan sendi, tekanan darah rendah, kejang atau syok. Asam salisilat digunakan untuk mengobati kondisi kulit yang umum seperti jerawat, psoriasis dan ketombe, juga dapat menyebabkan kulit kering, iritasi dan merah jika digunakan dalam jumlah banyak, jelas HSA.

3 dari 4 halaman

Produk Pelangsing dengan Kandungan Berbahaya

HSA juga menerima masukan dari  masyarakat mengenai penjualan tiga produk penurun berat badan, yaitu Produk Suplemen Diet HONEY Q, Pil Pelangsing SLIME 7D ADVANCE, dan FINO. Salah satu konsumen bahkan mengalami muntah dan sakit kepala setelah mengonsumsi FINO.

Ketiga produk tersebut diklaim sebagai herbal dan alami dan dijual di platform e-commerce dan media sosial Singapura, termasuk Lazada, Qoo10, Shopee, dan eBay. Produk SLIME 7D ADVANCE Slimming Pill juga diklaim tidak mengandung bahan terlarang.

"Bertentangan dengan klaim produk, HSA menguji dan mendeteksi kandungan obat yang kuat, termasuk sibutramine, benzyl sibutramine, fluoxetine dan orlistat dalam produk tersebut," ungkap otoritas kesehatan itu.

Sibutramine telah dilarang di Singapura sejak 2010 karena peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Sebelumnya, obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter untuk menurunkan berat badan.

Penggunaan sibutramine dan benzyl sibutramine dapat menyebabkan efek samping yang serius, termasuk tekanan darah tinggi, peningkatan detak jantung, kecemasan dan serangan jantung. Fluoxetine adalah obat resep yang hanya boleh digunakan di bawah pengawasan medis, sedangkan orlistat adalah obat khusus apotek yang sebaiknya digunakan di bawah pengawasan apoteker atau dokter.

4 dari 4 halaman

Konsumen Disarankan untuk Memeriksakan Diri ke Dokter

Pengguna dari ketiga produk penurun berat badan tersebut disarankan untuk segera berhenti mengkonsumsinya. Mereka juga dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika merasa tidak enak badan atau mengkhawatirkan kesehatannya.

"Tidak ada cara yang cepat dan mudah untuk menurunkan berat badan. Pengendalian berat badan harus dilakukan melalui kombinasi pola makan seimbang dan olahraga yang tepat. Jika Anda memerlukan bantuan dalam mengatur berat badan, silakan berkonsultasi dengan dokter atau ahli diet," jelas HSA.

Lembaga kesehatan tersebut juga menyarankan konsumen untuk berhati-hati terhadap produk yang menjanjikan pemulihan ajaib dari kondisi medis kronis, atau mengklaim mengandung 100 persen bahan alami dan tidak memiliki efek samping. Produk-produk tersebut mungkin mengandung bahan-bahan yang tidak disebutkan dan dapat membahayakan kesehatan Anda, kata HSA.

"Berhati-hatilah saat membeli produk dari sumber yang tidak diketahui atau asing secara online karena Anda tidak dapat memastikan di mana dan bagaimana produk tersebut dibuat dan apakah produk tersebut telah dipalsukan dengan bahan-bahan berbahaya," tambahnya.

"Beli hanya dari apotek atau situs pengecer terkemuka atau yang memiliki jaringan ritel terpercaya di Singapura. Produk yang dipalsukan sering kali diproduksi dalam kondisi yang buruk tanpa kontrol kualitas, dan batch yang berbeda dari produk yang sama mungkin mengandung jumlah bahan yang bervariasi, dan atau jenis bahan pemalsuan yang berbeda," jelas HSA.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini