Sukses

5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas Unjuk Gigi di Indonesia Night 2023 World Economic Forum

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia menggelar Indonesia Night pada 18 Januari 2023 di sela kegiatan World Economic Forum (WEF) 2023 yang digelar di Davos, Swiss. Acara itu sekaligus digunakan untuk mempromosikan lima destinasi pariwisata super prioritas terhadap sejumlah delegasi dari berbagai negara.

Salah satu acara utama Indonesia Night adalah menghadirkan pertunjukan berbagai pelaku seni Indonesia. Para seniman tampil menyanyikan beragam lagu daerah dari lima destinasi super prioritas (DSP), yakni Danau Toba di Sumatra Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.

Electroma, duo elektrik berpersonel Dewi Gita sebagai penyanyi dan Kenny Gabriel selaku DJ dan produser, membawakan lagu Cublek-Cublek Suweng dan Gundul Pacul saat memperkenalkan Candi Borobudur. Candi Buddha terbesar di dunia itu jadi atraksi wisata utama mewakili kawasan Borobudur sebagai salah satu DSP.

Berikutnya giliran Sri Panggung yang tampil membawakan lagu Sigulempong, Sinanggar Tulo, dan Sik-Sik Sibatumanikam. Trio vokal perempuan yang terdiri dari Jessica Januar, Louise Monique, dan Galaby itu beraksi untuk mempromosikan Danau Toba sebagai danau vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk dari erupsi gunung kuno 77 ribu tahun lalu.

Selanjutnya, penyanyi senior Indonesia Edo Kondologit bertugas memperkenalkan Papua dan Labuan Bajo lewat lagu Maumere dan Sajojo. Kedua destinasi di timur Indonesia dinarasikan sebagai surga maritim bagi pecinta pantai dan petualangan alam yang memacu adrenalin. 

Sri Panggung kembali naik ke panggung menghadirkan Kadal Nongak sebagai bagian promosi dari Mandalika sebagai salah satu destinasi sport tourism dengan keberadaan Sirkuit Internasional Mandalika. Mereka juga membawakan Bolelebo untuk memperkenalkan Likupang yang memiliki pemandangan laut biru dan hutan bakau.

Edo Kondologit dan Dewi Gita lalu bergabung sambil mengajak tamu berdansa bersama diiringi lagu Dansa Yok Dansa dan Poco-Poco. "Semoga pertunjukan ini dapat menarik minat dan atensi para perwakilan pemimpin negara, perusahaan, maupun institusi untuk memberikan perhatian pada potensi Indonesia sekaligus membuka mata dunia akan peluang bisnis dan investasi di Indonesia," kata ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Minggu, 22 Januari 2023.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kuliner Nusantara

Dalam acara yang digelar di Garden Hall, Morosani Schweizerhof Hotel itu, para tamu juga dijamu dengan berbagai kuliner Indonesia. Mereka bisa mencicipi ikan arsik, bihun goreng, rendang, dan nasi kuning dari Sumatra; pecel, soto ayam, domba bumbu rujak, dan bakso dari Jawa.

Mereka juga dihidangkan selada udang dabu-dabu dan tuna woku dari Sulawesi; ayam taliwang, lawar kacang panjang, udang bakar labuan bajo, dan sambal mangga dari NTT dan NTB; serta hidangan penutup seperti lapis legit, bika ambon, kolak, dan bolen tape. Seluruh hidangan disajikan secara khusus oleh Chef Vindex.

"Di malam ini saya yakinkan Anda semua, bahwa negara kami, Indonesia, selalu berada pada garda terdepan untuk mewujudkan penciptaan nilai tambah yang berorientasi pada energi dan industri hijau dalam rangka mencapai SDGs pada 2030," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa saat ini, Indonesia dalam kondisi prima dan siap untuk berkolaborasi dengan negara lain. Menurut Luhut, Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil menyeimbangkan aspek kesehatan dan aspek ekonomi, terutama terkait pemulihan pasca-pandemi Covid-19.

"Investasi di sektor industri tumbuh pesat berkat hilirisasi. Hilirisasi merupakan game changer dan masih jadi hal yang diminati investor. Ditambah lagi, Indonesia memiliki stabilitas perekonomian yang baik dan masih dan akan tetap menjaga hal itu. Kami optimis mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Luhut.

3 dari 4 halaman

Investasi di DSP

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut bahwa lima DSP di Indonesia telah menarik investasi senilai 435 juta dolar AS atau setara Rp6,46 triliun. Ini dikatakannya dalam Forum Investasi 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Labuan Bajo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, 9 September 2022.

Dia menginginkan agar badan otorita pariwisata bisa berubah status menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Ini bertujuan agar geraknya lebih cepat dan lebih lincah dalam menarik investasi yang jauh lebih besar lagi. "Jadi, pembangunan dan pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas dapat dipercepat," ujarnya.

Pengembangan lima DSP oleh World Economic Forum, kata Sandiaga, diyakini mampu mengangkat ranking Indonesia dalam skor indeks pengembangan perjalanan dan pariwisata. Pasalnya, program ini memang memprioritaskan kebijakan pemerintah untuk 5 DPSP.

Tujuannya agar tercipta berbagai destinasi kelas dunia di Indonesia, selain Bali, sehingga ada pemerataan perekonomian dan memaksimalkan sumber daya pariwisata dalam negeri.

"28 Juli (2022) lalu kami telah menyelenggarakan forum investasi bersama pengelola kawasan pariwisata dan memaparkan project ready to offer, serta kebutuhan pembiayaan kepada beberapa lembaga pembiayaan," kata dia.

4 dari 4 halaman

Indeks Pariwisata Indonesia

Kemenparekraf juga ditargetkan bisa meningkatkan peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) jadi 30 besar pada 2024. Salah satu strategi mengejar target peningkatan indeks, pihaknya meluncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN).

Dalam pelaksanaannya, tim menilai kinerja daerah, kementerian, dan seluruh pemangku kepentingan, terutama kebijakan kepariwisataan dan target-targetnya.

IPKN diuraikan dalam lima sub indeks, yakni enabling environment, travel and tourism policy enabling condition, infrastruktur, travel and tourism demand driver, serta indeks travel and tourism sustainability. Kelima poin tersebut kemudian diakumulasi jadi IPKN dan dihasilkan lima teratas.

Secara berurutan, Bali, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan mendapat indeks tertinggi. Menyusul capaian tersebut, Sandi mengingatkan bahwa harus ada tindak lanjut dari para pemerintah daerah.

"Kita menginginkan komitmen lanjutan dari pemerintah daerah. Kedua adalah inovasi seperti dilakukan di level nasional, dan ketiga terpenting adalah kolaborasi. Selain kolaborasi adalah kolaboraksi," sebut Menparekraf.

Deputi Bidang Kajian Strategis Nia Niscaya menambahkan bahwa IPKN merupakan insiatif untuk mendorong capaian dan peringkat Indonesia pada TTDI. "Harus di-capture, dilihat sebenarnya bagaimana sektor kepariwisataan kita," sambung dia.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS