Sukses

Turis Asing Harus Menggunakan Masker saat Mengunjungi Jepang

Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida akan meminta turis asing untuk memakai masker wajah ketika mereka mengunjungi negara itu. Mereka juga harus mengikuti tindakan pencegahan lain terhadap Covid-19.

Fumio Kishida menyampaikan pernyataan itu pada Jumat, 27 Mei 2022. Kishida muncul sehari setelah dia mengatakan Jepang akan membuka perbatasannya untuk turis asing.

Dilansir dari Japan Today, Sabtu (28/5/2022), pembukaan itu pertama kalinya dalam sekitar dua tahun. Rencananya baru dimulai dari 10 Juni 2022 bagi mereka yang melakukan paket wisata dengan pemandu dan rencana perjalanan tetap, di tengah meredanya ketakutan akan virus corona.

"Kita harus meminta mereka mengikuti aturan Jepang dalam memakai masker," ujar Kishida dalam sidang Panitia Anggaran DPR.

Ia menambahkan, pemerintah akan meminta operator tur untuk memberi tahu wisatawan dari luar negeri untuk mematuhi instruksi. Mereka juga akan membujuk perusahaan, sekolah, dan entitas lain yang menerima warga negara asing untuk melakukan hal yang sama.

Pemerintah baru-baru ini mengatakan, mengenakan masker tidak selalu diperlukan di luar dan merekomendasikan orang untuk melepas masker mereka ketika mereka berada lebih dari dua meter dari orang lain. Aturan itu mempertimbangkan panas dan kelembaban beberapa bulan mendatang dan peningkatan risiko sengatan panas.

Kementerian pariwisata berencana untuk membuat pedoman tentang langkah-langkah anti-virus untuk hotel dan industri lainnya. Hal itu dilakukan sebelum dimulainya kembali pariwisata masuk, pendorong utama ekonomi Jepang sebelum munculnya pandemi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pelonggaran Pembatasan

Kishida mengatakan, akan mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut pembatasan masuk negara itu. Nantinya dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara menyeluruh.

Jepang akan menggandakan mulai Rabu depan batas kedatangan harian menjadi 20.000. Dampak awal dari relaksasi pada ekonomi mungkin terbatas karena peserta tur yang akan datang akan dimasukkan dalam batas numerik.

Jepang telah dikritik di dalam dan luar negeri karena kontrol perbatasannya yang terlalu ketat. Terlebih adanya kekhawatiran yang masih muncul di antara pejabat pemerintah atas potensi munculnya kembali infeksi. Kemungkinan perlu waktu bagi negara itu untuk membuka kembali perbatasannya untuk wisatawan individu.

Di bawah skema saat ini, kedatangan wisatawan pada awalnya akan dibatasi untuk tur berpemandu dari daftar "biru" dari 98 negara dan wilayah yang memiliki risiko infeksi terendah. Beberapa negara itu termasuk Australia, Inggris, Cina, Thailand, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

3 dari 4 halaman

Turis Asing

Selain meminta wisatawan asing untuk memakai masker wajah dan mengikuti tindakan pencegahan lain terhadap COVID-19, Jepang juga mengumumkan akan membuka pintu kembali untuk turis dari 36 negara mulai 10 Juni 2022.

Namun, terdapat syarat khusus yang mereka buat. Tidak sembarangan turis bisa masuk negeri sakura sehingga perlu adanya dengan syarat bergabung dengan grup wisata.

Dikutip dari AFP, pengumuman itu sekaligus menjadi penanda akhir pandemi dua tahun Jepang. Keputusan tersebut dibuat setelah pemerintah Jepang mengatakan menguji izin tur kelompok kecil dengan turis dari beberapa negara. Beberapa kelompok kecil itu dari Amerika Serikat, Australia, Thailand, dan Singapura mulai Mei 2022.

Pemerintah kemudian merevisi kontrol perbatasan dengan melanjutkan menerima paket wisata dari 36 negara. Yakni, turis dari wilayah dengan situasi Covid-19 yang relatif stabil, seperti Inggris, Spanyol, Kanada, Arab Saudi, dan Malaysia.

Jepang juga bakal menambah jumlah bandara yang menerima penerbangan internasional. Maka, total menjadi tujuh bandara dengan menambahkan Naha di prefektur Okinawa selatan dan Chitose dekat Sapporo di Hokkaido utara.

4 dari 4 halaman

Syarat Masuk ke Jepang

Grup turis yang masuk ke Jepang masih harus mengikuti aturan lainnya. Pertama, mereka harus sudah dites negatif sebelum melakukan perjalanan ke Jepang.

Selain itu, mereka juga harus melakukan tes kembali setelah tiba. Hal itu berlaku untuk turis dari negara tertentu, meskipun telah vaksin tiga kali dengan karantina tiga hari bagi turis dari negara tertentu.

Kebijakan grup turis itu diyakini aktivitas turis bisa lebih mudah terpantau. Terlebih lagi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan termasuk memakai masker.

Media lokal memberitakan batas harian orang yang bisa masuk Jepang akan digandakan menjadi 20.000 orang mulai Juni. Namun, bisa jadi kelompok wisata tidak masuk dalam kuota tersebut. Mengingat Jepang mencetak rekor 31,9 juta pengunjung asing pada 2019 dan telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuannya 40 juta pada 2020 sebelum pandemi melanda. (Natalia Adinda)