Sukses

Tips untuk Orangtua yang Anaknya Mulai Sekolah Tatap Muka dari Dokter Anak

Liputan6.com, Jakarta - Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, metode pembelajaran di sekolah berubah. Kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan metode virtual atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).  Namun, pemerintah memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada awal tahun ini.

PTM terbatas diketahui dimulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2021/2022 sesuai dengan regulasi yang belum lama ini diluncurkan oleh pemerintah. Aturan itu tertuang dalam SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Kembalinya anak untuk bersekolah secara langsung, kembali ke luar rumah dan bertemu teman-teman sekolah dan banyak orang lainnya ini memang sudah lama dinanti. Di sisi lain, ini seperti jadi pekerjaan rumah bagi para orangtua. Orangtua harus paham betul cara menjaga anak agar tetap aman dan sehat saat kembali ke sekolah menjalani PTM.

Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen, Direktur Sekolah Dasar, Sri Wahyuningsih menjelaskan alasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai menerapkan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen di wilayah level 1 dan level 2, meski kasus Omicron di Indonesia mengalami kenaikan.

Salah satunya karena dampak PJJ menimbulkan ketertinggalan mutu pembelajaran. "PJJ terlalu lama ini menimbulkan masalah salah satunya ketertinggalan mutu pembelajaran. Dampaknya banyak yang kita lihat ada kelas 3 kelas 4 yang tidak bisa membaca," jelas dia dalam webinar Ruang Keluarga SoKlin Antiseptik, Kamis, 20 Januari 2022.

Sejumlah masalah lain seperti kendala alat belajar seperti gawai, akses daring, kekerasan dalam rumah tangga, juga turut mendorong kebijakan PTM 100 persen. Namun, pemerintah juga terus mengutamakan kesehatan dan keselamatan dari anak-anak. PTM 100 persen ini bisa saja dihentikan sementara jika terjadi klaster di sekolah.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Protokol Kesehatan

Menurut Dokter Spesialias Anak, dr. Lucia Nauli Simbolon, Sp.A, ada beberapa hal yang harus dilakukan orangtua saat anak mereka kembali sekolah tatap muka. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan anak sudah mendapatkan vaksin.

Bukan hanya vaksin Covid-19, tapi juga kelengkapan vaksin anak lainnya.  "Vaksinasi lainnya dilengkapi, karena sama pentingnya dengan vaksin Covid-19. Jadwal vaksinasi rutin jangan dilewatkan," ucap dr. Lucia.

Kalau mau vaksin influenza misalnya, tapi jadwal vaksin Covid-19 ternyata lebih dulu, menurut Lucia, vaksin Covid-19 sebaiknya didahulukan.

Orangtua juga harus lebih giat mengajarkan anak soal protokol kesehatan. Bukan hanya tentang patuh memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Etika batuk dan bersin juga harus diterapkan, lalu jangan bertukar alat minum atau peralatan pribadi.

3 dari 4 halaman

Rajin Minum dan Bergerak

Orangtua pun harus melatih anak untuk tidak memegang mata, hidung, mulut tanpa mencuci tangan sampai bersih terlebih dahulu. Tidak hanya saat berangkat ke sekolah, dr. Lucia mengingatkan orangtua harus memantau kesehatan anak sehari-hari.

"Anak-anak banyak di rumah selama ini jadi malas gerak, dimotivasi anaknya untuk bergerak. Bisa naik turun tangga, jalan kaki di rumah atau naik sepeda," tuturnya.

Sebagai dokter anak, dr. Lucia mengingatkan para orangtua untuk bisa membatasi waktu bermain gawai (gadget time) pada anak. Pastikan juga anak-anak cukup waktu tidurnya, mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, hingga mengingatkan anak untuk rajin minum air mineral.

Anak-anak cenderung kurang punya kesadaran untuk minum, apalagi kalau di rumah karena biasanya jarang berkeringat. "Buat anak yang beratnya 10 kilogram saja, kebutuhan airnya 1 liter per hari dalam 24 jam. Jadi jangan sampai anak dehidrasi," pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Protokol Kesehatan Sekolah Tatap Muka