Sukses

3 Langkah Merasakan Sensasi Nonton Bioskop di Rumah

Liputan6.com, Jakarta - Sementara bioskop masih jadi andalan, pengalaman nonton berkesan nyatanya juga bisa diboyong ke kenyamanan rumah Anda. Dukungan visual dan suara jadi kunci implementasinya, membuat Anda seolah berada di dalam cerita, tidak hanya "menonton dari jauh," kata managing director, sekaligus emerging market Dolby Laboratories, Pankaj Kedia, dalam virtual media gathering, Kamis, 20 Januari 2022.

Karena itu, Dolby menghadirkan ekosistem end-to-end dalam standar hiburan premium, tidak hanya di rumah, namun di mana pun Anda ingin mengakses konten hiburan. Pankaj mengatakan, dukungan teknologi mereka bermaksud membuat cerita tayangan lebih menarik dan berdampak.

"Akhirnya ini tidak hanya dirasakan saat menonton film, tapi juga menyaksikan berbagai acara televisi, ketika mendengarkan musik, bahkan main gim," imbuhnya.

Ashim Mathur, senior regional director Jepang, juga emerging market Dolby Laboratories menyambung bahwa setidaknya ada tiga langkah untuk membawa sensasi menonton bioskop ke rumah. "Pertama, dimulai dari konten. Pastikan menonton film yang sudah menggunakan Dolby (Atmos dan/atau Vision)," tuturnya.

"Kemudian, service provider-nya. Misalnya, Netflix, Disney+, HBO Max, iQiyi, dan masih banyak lagi yang sudah menggunakan teknologi Dolby," sambung Ashim. "Terakhir, perangkatnya. Pastikan TV atau smartphone yang dipakai sudah support teknologi Dolby. Khusus untuk televisi, bisa ditambah perangkat lain, seperti sound bar."

Pankaj mengatakan, hingga saat ini, sudah ada lebih dari dua ribu film yang diciptakan untuk pemutaran di rumah dengan Dolby Atmos. Sementara, tayangan perangkat streaming sudah mencatat lebih dari 2,9 ribu episode.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Suara dari Segala Arah

Bermaksud "menarik penonton ke dalam cerita," Pankaj mengatakan, Dolby Atmos memposisikan audiens di tengah. Tidak hanya dari kanan dan kiri, pihaknya memberi pengalaman audio dari segara arah, bahkan dari atas.

"Kami menggerakkan suara dengan lebih banyak detail dan kejelasan. Suaranya akan bergerak secara akurat untuk menghadirkan suasana yang realistis, sehingga cerita tersebut seolah berada di sekitar penonton. Ini bahkan bisa dirasakan hanya dengan memakai headphone. Jadi, bisa mendukung di manapun Anda menonton film tersebut," urainya.

Sementara dengan Dolby Vision, ia mengklaim bahwa penonton bisa "melihat jauh lebih banyak." "Terutama detail dalam kegelapan. Indonesia punya banyak film horor yang bagus, sayang sekali jika detail-detail ini tidak tertangkap," ia mengatakan.

Pembedanya, Pankaj menyebut, Dolby Vision memungkinkan tayangan mempunyai kontras lebih tinggi. Dengan begitu, warna-warna dalam film akan "lebih hidup," katanya.

3 dari 4 halaman

Pun dengan Musik

Teknologi Dolby juga membuat musik bisa "dinikmati dengan cara yang baru." Dengan Dolby Atmos Music, lagu-lagu dapat hidup dengan cara baru untuk sepenuhnya membenamkan pikiran pendengarnya.

Level detail yang ditawarkan jadi salah satu keunggulannya. Owner FourMix Jakarta Film Studio, Satrio Budiono, menyebut bahwa menggunakan teknologi Dolby, pihaknya sudah mengerjakan beberapa proyek musik.

"Termasuk dua lagu Rossa berjudul Wanita dan Terlalu Berharap," tutur pria yang akrab disapa Yoyo itu. Mereka juga telah menyelesaikan beberapa proyek film dengan teknologi Dolby, seperti Danur, Habibie Ainun, Rasuk 2, dan yang akan segera tayang, KKN di Desa Penari.

4 dari 4 halaman

Infografis perfilman Indonesia