Sukses

Menjelajah Situs Purbakala dan Wisata Sejarah di Desa Wisata Sangiran

Liputan6.com, Jakarta - Desa Wisata Sangiran berhasil meraih juara lima kategori homestay di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2021. Desa ini berada di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kamis, 13 Januari 2022, desa wisata ini terkenal dengan daya tarik wisata Museum Purba Sangiran. Situs manusia purba di desa ini dianggap yang terpenting dan terbesar di dunia.

Menurut laman Kemdikbud, Situs Sangiran telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Badan khusus ini menetapkan Situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 593 pada 1996 dengan nama The Sangiran Early Man Site.

Peneliti menganggap Sangiran adalah pusat peradaban besar karena memberi petunjuk keberadaan manusia sejak 150 ribu tahun lalu. Situs Sangiran menyimpan fosil-fosil purbakala, sebut saja fosil manusia purba, bintang purba, hingga hasil kebudayaan manusia praaksara.

Tak hanya situs purbakala, desa wisata ini juga memiliki potensi lain, yakni wisata sejarah. Di desa ini terdapat wisata air asin Pablengan.

Sumber mata air asin di desa ini diyakini berusia lebih dari dua juta tahun. Sumber mata air terbentuk akibar pergeseran Bumi dan letusan gunung berapi.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Wisata Sejarah

Wisata sejarah lainnya adalah Punden Tingkir. Destinasi wisata ini dipercaya sebagai peninggalan Joko Tingkir karena ada petilasan di dalamnya.

Kearifan lokal dan nilai budaya potensial juga dikembangkan sebagai atraksi wisata di Desa Wisata Sangiran. Sebut saja kesenian unggulan, yakni Gamelan Renteng.

Instrumen ini berusia lebih dari satu abad dan masih digunakan hingga kini. Terdapat pula Tari Gerbang Sukowati yang kaya akan nilai filosofis, serta Tari Bubak Kawah.

Di sisi lain, masyarakat Sangiran juga terjun ke sektor ekonomi kreatif. Tak sedikit dari mereka yang menjadi perajin batu, kayu, bambu.

3 dari 4 halaman

Ekonomi Kreatif

Beberapa produk ekonomi kreatif dari desa ini meliputi kerajinan watu, batu akik, kapak purba, watu sangir, watu lurik, kerajinan bambu, patung manusia purba, asbak, hingga gantungan kunci. Ada juga pakaian tradisional khas dari Sangiran yang kerap dijadikan oleh-oleh, seperti iket, atau ikat kepala dari kain batik segi empat yang merupakan warisan dari tetua adat.

Untuk produk kuliner, desa ini memiliki beragam produk kuliner yang khas. Sajian khas tersebut terdiri atas olahan bukur, tiwul, balung kethek, sego kuning, jajanan pasar, gendar pecel, bubur srintil, sego bancaan, dan kopi purba.

Pengembangan desa wisata ini juga termasuk dalam menjual souvenir, usaha kuliner, tour guide, hingga homestay. Desa wisata juga diharapkan bisa menjadi upaya pelestarian budaya setempat.

4 dari 4 halaman

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan