Sukses

Lebaran Segera Datang, Ingat 6 Hal Ini Agar Keuangan Tetap Stabil

Liputan6.com, Jakarta Momen Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri yang dinantikan segera datang. Di momen ini, umat muslim merayakan hari kemenangan setelah berpuasa ramadan selama satu bulan. Mereka saling bersilaturahmi, berbagi kebahagian, makanan, baju baru hingga bagi-bagi uang.

Meski menjadi momen yang paling dinanti, lebaran juga perlu diantisipasi karena identik dengan pengeluaran yang besar. Begitu banyaknya kebutuhan untuk persiapan dan hari lebaran bisa membuat pengeluaran membengkak.

Jangan sampai setelah momen Lebaran Anda selesai malah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan menambah hutang. Lebaran yang seharusnya disambut dengan kebahagiaan malah berubah menjadi kesedihan karena kondisi keuangan yang buruk.

Agar kondisi keuangan tetap stabil dan aman, ada beberapa hal perlu Anda ingat berkaitan dengan pengelolaan keuangan di momen lebaran dan hari raya.

1. Lebaran bukan foya-foya

Sebagian besar orang masih menganggap bahwa momen lebaran berarti serba baru. Mereka akan membeli berbagai barang baru, mulai dari pakaian, sepatu, tas dan aksesoris fashion lainnya. Belanja seperlunya saja, tidak harus serba baru. Karena, lebaran bukan tentang mengenakan pakaian baru atau barang-barang bagus melainkan menjadi pribadi yang lebih baik dan bersyukur atas segala nikmat yang diperoleh. Terlebih di kondisi pandemi saat ini yang perlu berhati-hati dalam menggunakan uang.

2. Buat Rencana Keuangan

 

Agar kondisi keuangan tetap stabil selama menjalani momen lebaran hingga berakhir, pastikan untuk membuat rencana keuangan. Catat perkiraan uang yang harus dikeluarkan dan cocokkan dengan pemasukan atau tabungan. Mulai dari uang belanja, biaya sosial, pembayaran cicilan, kebutuhan rumah, hingga tetap mengalokasikan untuk investasi dan tabungan. 

Jangan lupakan kebutuhan sehari-hari di tengah momen kebahagiaan Lebaran. Setelah memenuhi kebutuhan sehari-hari, barulah kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

3. Pisahkan uang THR dan uang bulanan

Begitu uang THR cair maka uang yang masuk berlipat ganda bahkan bisa sampai double digit. Melihat jumlah yang besar itulah memancing berbagai keinginan untuk belanja dan mengeluarkan uang.

Pisahkanlah uang THR dengan gaji bulanan. Tentukan tujuan penggunaan uang THR. Sebaiknya sebagian dari uang THR disisihkan untuk dana tabungan dan investasi investasi. Jaga betul untuk tidak menyentuh gaji bulanan untuk keperluan lebaran. Dengan begitu alokasi untuk kebutuhan bulanan bisa tetap aman.

 

2 dari 2 halaman

4. Gunakan THR dengan Bijak 

Ingat gunakan THR dengan sebijak mungkin. Meski godaan datang bertubi-tubi. Setidaknya THR bisa kita gunakan untuk kebutuhan pokok. Misalnya, membayar gaji dan THR asisten rumah tangga kita. Lalu, sisakan THR untuk disimpan atau di tabung atau juga bisa sebagai modal investasi sehingga uang yang Anda miliki bisa bertambah di kemudian hari. 

5. Manfaatkan promo

Kalaupun ingin berbelanja pakaian dan lainnya, memanfaatkan promo yang ada. Belilah barang sesuai kemampuan dan berkaca dari nilai THR yang kamu dapat. Jangan memaksakan barang bermerk bila tabungan yang dimiliki tidak begitu besar.

6. Sisihkan dana darurat

Tidak bisa dipungkiri, Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri sangat lekat dengan perayaan yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.Selain kebutuhan untuk keluarga kita sendiri terkadang juga merayakannya bersama keluarga besar, maka dana yang dikeluarkan pun membesar.

Jangan sampai Anda menghabiskan semua uang karena Anda harus memikirkan kebutuhan hidup setelah Lebaran. Akan lebih baik, dari uang tersebut sisihkan sekian persen untuk dana darurat. Dengan begitu, setelah lebaran Anda masih memiliki uang. 

 

Selain keenam hal di atas yang perlu Anda ingat, jangan lupa untuk zakat. Berzakat merupakan kewajiban bagi umat Muslim sebelum Lebaran. Jangan sampai kewajiban ini terlewat hanya karena kebutuhan lainnya yang bukan primer. 

Agar pembayaran zakat dan sedekah semakin mudah, praktis dan aman, masyarakat juga bisa memanfaatkan DANA yang sudah bekerja sama dengan Dompet Dhuafa & Kita Bisa untuk penerimaan dan penyaluran zakat dan sedekah.

 

(*)