Sukses

Serba-serbi Ciuman Pertama yang Sempurna

Liputan6.com, Jakarta Percaya atau tidak, ciuman pertama sangat menentukan kelanjutan hubungan asmara Anda. Ciuman pertama yang mengesankan biasanya membawa hubungan Anda melaju ke langkah selanjutnya, dan sebaliknya.

Menurut survei yang dilakukan eHarmony, seperti dilansir dari Lifehack, Senin (28/11/2016), 69 persen wanita dan 59 persen pria tidak lagi tertarik dengan seseorang setelah ciuman pertama, terutama jika itu terasa tidak menyenangkan.

Ciuman memang rumit, sebab ada beberapa hal yang terjadi di sana. Ciuman bisa terlalu lama, terlalu basah, terlalu melibatkan lidah, rumit! Namun ciuman juga bisa menyenangkan jika Anda dan pasangan tahu apa yang harus dilakukan.

Ciuman antara dua orang yang tertarik satu sama lain terjadi lebih dari 90 persen pada manusia. Tiga teori utama yang menjadi alasan orang berciuman, yakni memungkinkan orang untuk menilai pasangannya berdasarkan bau dan rasa, menciptakan ikatan karena pertukaran pheromone dan sebum, serta meningkatkan rangsangan untuk persiapan berhubungan seksual.

Bau dan rasa adalah faktor yang dinilai seseorang dalam berciuman. Sehingga dua faktor ini perlu Anda perhatikan saat berciuman. Napas yang bau dan rasa yang tidak enak di mulut merupakan indikasi permasalahan kesehatan. Baik pria maupun wanita sama-sama menilai dua hal ini.

Tingkat kebasahan juga berpengaruh menentukan menyenangkan atau tidaknya sebuah ciuman. Pertukanran air liur artinya dua orang yang berciuman juga bertukar pheromon dan sebum sehingga dapat menciptakan ikatan chemistry.

Kontak mulut dan lidah juga menunjukkan gestur yang intim. Setengah dari pria lebih senang mulut terbuka saat berciuman, sementara wanita hanya sepertiganya.

Wanita cenderung lebih tidak mau melanjutkan hubungan dengan pencium yang buruk. Sementara pria lebih toleran soal itu.

Sehingga ciuman sempurna perlu melibatkan napas dan rasa yang segar, tidak terlalu basah, dan ada sedikit kontak lidah.