Sukses

Wanita Menolak Jual Rumah, Pengembang Bangun Gedung di Sekitarnya

Liputan6.com, Amerika Serikat - Rumah bukanlah sekedar rumah bagi beberapa orang. Aktivitas dan peristiwa yang pernah terjadi di dalam rumah membentuk suatu kenangan yang berharga bagi pemilik rumah. Oleh karena itu, sangat wajar apabila pemilik rumah enggan menjual rumahnya.

Hal tersebut terjadi pada Edith Macefied pada tahun 2006 lalu. Kala itu, Edith yang berusia 85 tahun ditawari uang jutaan dollar untuk menjual rumahnya di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Rencananya, rumahnya tersebut akan dibangun sebuah mall baru.

Menariknya, tawaran sang pengembang tersebut ditolak oleh Edith. Alhasil, mengakali desain bangunan yang harus tetap dibangun meski tanpa tanah di rumahnya, pengembah pun mengubahnya desain bangunan seperti ini.

Seorang wanita menolak menjual rumah, pengembang tetap bangun gedung di sekitarnya.

Ide yang cemerlang, bukan?

Malangnya, pelakon kisah yang inspiratif tersebut meninggal pada usia 87 tahun, dua tahun setelah aksinya tersebut. Ia pun mengutus Barry Martin, seorang kepala konstruksi bangunan, untuk menjaga rumahnya, melansir dari laman sunnyskyz.com, Minggu (26/4/2015).

Martin sebenarnya berencana untuk mengubah rumah tersebut menjadi sebuah monumen peringatan, tetapi akhirnya ia menjual rumah pada real estate. Resmi pada Maret 2015, rumah kecil tersebut dihiasi balon dan terdaftar untuk dilelang.

Seorang wanita menolak menjual rumah, pengembang tetap bangun gedung di sekitarnya.

Seorang wanita menolak menjual rumah, pengembang tetap bangun gedung di sekitarnya.

Jika dipikir-pikir, penambahan balon berwarna-warni pada cerobong asap membuat rumah unik tersebut tampak seperti rumah di film animasi besutan Pixar yang berjudul `Up`, bukan? (auf/ret)

Seorang wanita menolak menjual rumah, pengembang tetap bangun gedung di sekitarnya.