Sukses

Prediksi Pemilu 2024 dan Peran Perempuan di Pusaran Politik

Sejumlah nama digadang-gadang oleh kelompok masyarakat mampu ikut serta dalam kontestasi Pilpres 2024

Liputan6.com, Jakarta Momen politik Pemilu 2024 perlahan menjadi salah satu topik pembicaraan di berbagai kalangan masyarakat. 

Sejumlah nama digadang-gadang oleh kelompok masyarakat mampu ikut serta dalam kontestasi Pilpres 2024

Tak ketinggalan beberapa tokoh masyarakat merespons figur yang mampu memimpin Indonesia setelah Periode Presiden Jokowi selesai.

Seperti disampaikan Direktur Eksekutif Gerbang Informasi (GI) Miqdad Husein. Menurutnya, masyarakat rindu sosok pemimpin perempuan. 

"Kriteria nya ada pada Ketua DPR RI Puan Maharani sosok perempuan yang bisa membawa angin perubahan menyejukkan dan membawa damai," kata Miqdad saat dikonfirmasi, Selasa (12/7/2022).

Menurutnya, sejak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampil sebagai Presiden RI pada 2001-2004 atau lebih dari 20 tahun. Kursi presiden selalu dikuasai oleh kaum maskulin. 

Hasilnya, sekalipun terdapat kemajuan di berbagai bidang pembangunan. Namun acapkali menimbulkan turbulensi, konflik politik dan distabilitas politik.

Sosok yang kini aktif mengajar di sejumlah pelatihan itu memprediksi, tantangan menjelang dan Pemilu Serentak 2024 semakin kompleks dan berat.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Potensi Konflik

Sementara dari sisi potensi konflik sebagai dampak dari rivalitas di Pemilu Serentak 2024, juga tak kalah besar.

"Dampaknya bakal terjadi kerawanan dalam pemerintahan dan kemasyarakatan mendatang," katanya.

Pecahnya kubu imbas Pilkada Jakarta dan Pilpres 2019 ditengarai masih terasa hingga pemilu 2024 mendatang. Sehingga dapat mempengaruhi peningkatan ketegangan event Pilpres 2024.

Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan Indonesia mendatang yang makin kompleks dan berat diperlukan kepemimpinan perempuan. Pemimpin yang dapat membawa kemajuan namun bersamaan membawa kesejukan dan kedamaian.

"Saya lihat figur perempuan itu ada pada mbak Puan tokoh perempuan yang punya pengetahuan dan pengalaman luas di bidang parlemen maupun pemerintahan mampu mencairkan suasana tegang dan pecah belah," ujarnya.

Menurutnya, Puan selama ini masih mampu menjalin komunikasi dengan kalangan Islam baik NU, Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya. 

 "Mbak Puan mewarisi DNA ayahnya Taufik Kiemas, yang dikenal jago lobi sehingga mampu menjalin silaturahmi lintas simpul-simpul kekuatan politik," katanya. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.