5 Bacaan Doa Ketika Mendengar Kabar Duka Teks Arab, Latin, Arti dan Hikmahnya

Bacaan doa ketika mendengar kabar duka merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 15:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan doa ketika mendengar kabar duka merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Selain mengandung harapan terbaik bagi jenazah, doa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tiap makhluk bernyawa akan mengalami kematian.

Kematian adalah kepastian yang akan menghampiri setiap makhluk yang bernyawa, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 185: Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.

Ketika kabar duka datang, seorang muslim dianjurkan untuk segera mengucapkan kalimat istirja' sebagai bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Dalam Buku Terapi Sakaratul Maut, Dr. H.R. Wijaya dan RR Atika Widya Utama menekankan bahwa pendampingan spiritual di fase akhir kehidupan memiliki peran terapeutik yang signifikan, termasuk bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sementara, Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag dalam Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah menjelaskan bahwa doa dan talqin merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian ibadah kepada Allah SWT.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah doa-doa yang dibaca saat mendengar kabar kematian seseorang. Simak ulasan lengkapnya.

Bacaan Doa Ketika Mendengar Kabar Duka

1. Kalimat Istirja': Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un

Arab: إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn

Artinya: "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali."

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 156: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn".

Imam Muslim meriwayatkan dari Ummu Salamah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah lalu ia membaca apa yang telah diperintahkan Allah, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Allahumma-jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha', kecuali Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik."

Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya mencatat sebuah peristiwa di mana lampu Rasulullah SAW padam pada suatu malam, lalu beliau mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Ketika ditanya apakah itu juga termasuk musibah, Rasulullah SAW menjawab: "Ya, segala sesuatu yang menyakiti seorang mukmin adalah musibah." (Tafsir al-Qurthubi).

Kalimat istirja' tidak hanya diucapkan saat mendengar kabar kematian, tetapi juga pada setiap kesulitan atau musibah yang menimpa seorang muslim.

2. Doa Istirja' Lengkap: Allahumma Ajurni fi Mushibati

Arab: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn, Allāhumma-jurnī fī mushībatī wa akhlif lī khairan minhā

Artinya: "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala karena musibah ini dan gantikanlah bagiku dengan yang lebih baik."

Hadis riwayat Imam Muslim dari Ummu Salamah RA, sebagaimana disebutkan di atas. Dalam hadis riwayat Ahmad dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang membaca doa tersebut ketika ditimpa musibah, Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkār menempatkan doa ini dalam bab mā yaqūluhu man balaghahu maut shāhibahu (doa yang diucapkan saat mendengar kabar sahabat meninggal dunia). Beliau menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan agar Allah memberikan pahala atas kesabaran yang ditunjukkan dan menggantikan musibah dengan sesuatu yang lebih baik.

Dalam konteks mendengar kabar duka, doa ini mengajarkan seorang muslim untuk tidak hanya berduka, tetapi juga memohon kepada Allah agar diberikan ketabahan dan ganti yang lebih baik.

3. Doa Ta'ziyah: Inna Lillahi Ma Akhadza

Arab: إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Latin: Inna lillāhi mā akhadza, wa lahū mā a'thā, wa kullu syai'in 'indahū bi ajalim musammā, faltaṣbir waltaḥtasib

Artinya: "Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil, dan milik-Nya apa yang Dia berikan, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki batas waktu yang ditentukan. Maka bersabarlah dan carilah pahala dari Allah."

Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid RA, ketika Rasulullah SAW mengirim utusan kepada putrinya yang sedang menghadapi sakaratul maut. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu memiliki ajal yang telah ditetapkan di sisi-Nya. Maka dari itu bersabarlah dan harapkanlah pahala." (HR. Bukhari).

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkār menyebutkan bahwa doa ini adalah sebaik-baiknya lafaz ta'ziyah. Tidak selayaknya seorang muslim berpaling darinya dan menggantinya dengan ucapan lain.

Namun, boleh menambahnya dengan yang lain, seperti "Mudah-mudahan Allah mengampuni jenazah kalian" atau "Semoga Allah memperbaiki kesedihan kalian." Dalam Hisnul Muslim, doa ini dicantumkan sebagai doa ta'ziyah yang diajarkan Rasulullah SAW.

4. Doa untuk Orang yang Meninggal: Allahummaghfirlahu

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ

Latin: Allāhumma-ghfir lahū, warhamhu, wa 'āfihi, wa'fu 'anhu

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya."

Doa ini merupakan bagian dari doa dalam shalat jenazah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan dari Auf bin Malik RA (HR. Muslim). Doa ini khusus dipanjatkan untuk memohonkan ampunan dan rahmat bagi jenazah.

Imam an-Nawawi dalam al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa doa untuk jenazah merupakan salah satu rukun shalat jenazah menurut kesepakatan ulama. Doa ini mencakup permohonan ampunan, rahmat, keselamatan, dan penghapusan kesalahan. Dalam konteks mendengar kabar duka, doa ini dapat dibaca sebagai bentuk kepedulian dan permohonan kepada Allah untuk almarhum/almarhumah.

5. Doa Saat Mendengar Kabar Duka dari Ibnu Abbas

Arab: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللَّهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ، وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي عِلِّيِّينَ، وَاخْلُفْهُ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ، وَلَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

Latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn, Allāhumma-ktubhu 'indaka fil-muḥsinīn, waj'al kitābahu fī 'illiyyīn, wakhlufhu fī ahlihī fil-ghābirīn, wa lā taḥrimnā ajrahu wa lā taftinnā ba'dahu

Artinya: "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah kami kembali. Ya Allah, tuliskanlah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikanlah catatannya di 'Illiyyin. Gantilah ia di keluarganya dari orang-orang yang ditinggalkan. Janganlah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya."

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: "Kematian itu mengejutkan. Saat kalian mendengar kabar saudara kalian meninggal dunia, maka berdoalah..." (HR. At-Tabarani). Doa ini sebagaimana dituliskan Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkār.

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkār mencantumkan doa ini dalam bab doa yang diucapkan saat mendengar kabar sahabat meninggal dunia. Doa ini mencakup permohonan agar almarhum dicatat sebagai golongan orang-orang yang baik, ditempatkan di tempat yang tinggi ('Illiyyin), serta permohonan agar keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pengganti yang baik dan tidak kehilangan pahala.

Makna Mendalam Bacaan Doa Ketika Mendengar Kabar Duka

1. Pengakuan atas Kedaulatan Mutlak Allah

Kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un mengandung pengakuan bahwa segala sesuatu, termasuk nyawa manusia, pada hakikatnya adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ini adalah bentuk tauhid yang paling mendasar, yaitu menyadari bahwa manusia tidak memiliki apa pun secara hakiki; semua adalah titipan Allah yang akan diambil kembali pada waktunya.

2. Kesabaran dan Ketawakalan

Doa-doa ini mengajarkan seorang muslim untuk bersabar (sabar) dan bertawakal kepada Allah dalam menghadapi musibah. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 155-157, orang-orang yang bersabar ketika ditimpa musibah akan mendapatkan ampunan dan rahmat dari Tuhannya, serta petunjuk.

3. Penghiburan bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Doa ta'ziyah (Inna lillahi ma akhadza...) berfungsi sebagai penghibur bagi keluarga yang berduka. Doa ini mengingatkan bahwa segala sesuatu memiliki ajal yang telah ditetapkan, sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat menerima musibah dengan lapang dada dan mengharapkan pahala dari Allah.

4. Permohonan Ampunan bagi Almarhum

Doa Allahummaghfirlahu warhamhu... adalah bentuk kepedulian seorang muslim terhadap saudaranya yang telah meninggal. Dalam Buku Terapi Sakaratul Maut, dijelaskan bahwa doa untuk orang yang meninggal merupakan salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir kepada almarhum.

5. Pengingat akan Kehidupan Akhirat

Setiap kali mendengar kabar duka dan membaca doa-doa ini, seorang muslim diingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan kehidupan akhirat adalah tujuan akhir. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Ali Imran ayat 185: "Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

Hikmah Membaca Doa Ketika Mendengar Kabar Duka

1. Mendapatkan Pahala dan Ganti yang Lebih Baik

Rasulullah SAW menjanjikan bahwa siapa saja yang membaca Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un dan doa Allahumma-jurni fi mushibati... ketika ditimpa musibah, Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik (HR. Muslim).

2. Meredakan Kesedihan dan Menenangkan Jiwa

Membaca doa ketika mendengar kabar duka membantu seseorang untuk mengelola emosi dan kesedihannya, serta menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT.

3. Menjaga Keimanan dan Ketauhidan

Doa-doa ini mengingatkan seorang muslim akan kedaulatan mutlak Allah, sehingga keimanannya semakin kuat dan tidak tergoyahkan oleh musibah.

4. Menjadi Sarana Ta'ziyah dan Kepedulian Sosial

Membaca doa untuk almarhum dan keluarganya merupakan bentuk kepedulian sosial yang diajarkan Islam, mempererat ukhuwah islamiyah di antara sesama muslim.

5. Menjadi Pengingat akan Kematian

Setiap kali mendengar kabar duka, seorang muslim diingatkan akan kematian yang pasti datang. Hal ini mendorongnya untuk mempersiapkan diri dengan amal saleh dan bekal untuk kehidupan akhirat.

 

 

Pertanyaan Seputar Doa yang Dibaca saat Duka 

1. Apa doa yang dibaca ketika mendengar kabar duka?

Doa yang paling utama dibaca adalah kalimat istirja' Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, yang dapat dilengkapi dengan Allahumma-jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha. Selain itu, dapat membaca doa ta'ziyah Inna lillahi ma akhadza... dan doa untuk almarhum Allahummaghfirlahu warhamhu.

2. Apakah boleh mendoakan orang meninggal yang bukan muslim?

Doa seperti Allahummaghfirlahu (memohon ampunan) tidak boleh dipanjatkan untuk non-muslim. Namun, seorang muslim tetap boleh merasa sedih dan berduka atas kematian mereka, serta berdoa agar Allah menyelamatkan diri kita dari nasib yang serupa.

3. Apa arti kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un?

Kalimat ini berarti "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali". Maknanya adalah pengakuan bahwa manusia dan segala yang dimilikinya adalah milik Allah, dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

4. Kapan waktu yang tepat membaca doa saat mendengar kabar duka?

Doa dibaca segera setelah mendengar kabar duka, sebagai respons spontan atas musibah. Kalimat istirja' juga dapat dibaca kapan saja ketika menghadapi musibah atau kesulitan.

5. Apakah ada doa khusus untuk keluarga yang ditinggalkan?

Ya, doa ta'ziyah seperti Inna lillahi ma akhadza... dan A'zhamallahu ajrak, wa ahsana 'aza'ak, wa ghafara li-mayyitik (Semoga Allah membesarkan pahalamu, memperbaiki kesabaranmu, dan mengampuni dosa mayitmu) dapat dibaca untuk menghibur dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.