Liputan6.com, Jakarta - Perbuatan sehari-hari yang dapat mengurangi pahala tanpa disadari menjadi peringatan penting bagi setiap Muslim. Sebab, banyak orang rajin beribadah namun luput bahwa ada tindakan tertentu yang justru menggugurkan pahala yang telah dikumpulkan dengan susah payah.
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa setiap amal memiliki permulaan dan akhir. Permulaan amal adalah iman, sedangkan tujuannya adalah memperoleh pahala dan keridaan Allah SWT. Artinya, sebuah ibadah tidak cukup hanya dilakukan secara lahiriah. Niat, keimanan, serta kesesuaian dengan tuntunan agama turut menentukan nilai amal tersebut di sisi Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat melakukan berbagai ibadah, tetapi pada saat yang sama melakukan perbuatan yang berpotensi mengurangi atau bahkan menghapus pahala amalnya. Hal inilah yang dibahas Syaikh Salim bin Id Al-Hilali dalam Mubthilatul A'mal fi Dhau'il Qur'anil Karim was Sunnah ash-Shahihah al-Muthahharah (Terjemah: Pembatal-Pembatal Pahala Seluruh atau Sebagian), yang menguraikan sejumlah perkara yang dapat menjadi sebab batal atau gugurnya amal berdasarkan Al-Qur'an dan hadis.
Advertisement
Syaikh Salim menjelaskan, para salafus shalih sangat takut terhadap perkara ini, karena terkadang sesuatu datang ke dalam hati seseorang lalu merusak keikhlasan niatnya, dan tanpa disadari ia pun kehilangan pahala yang dijanjikan.
H. Imam Masyhadi dalam khutbah Jumat berjudul "Lima Dosa yang Menghapus Pahala Puasa" yang diterbitkan Kemenag juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW menyebut lima perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa, dan dalam konteks ini menghapus pahala-pahala amal ibadah lainnya.
Perbuatan Sehari-hari yang Dapat Mengurangi Pahala Tanpa Disadari
1. Riya (Pamer) dan Sum'ah (Menceritakan Amal untuk Dipuji)
Riya adalah syirik kecil yang paling dikhawatirkan Rasulullah SAW menimpa umatnya. Beliau bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan kepada kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Riya” (HR. Ahmad no. 23630).
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 264: “Seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan.”
Syaikh Salim bin Id Al-Hilali dalam kitabnya menjelaskan bahwa riya membatalkan amal dengan dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah, dan orang-orang yang riya adalah orang yang pertama kali dinyatakan untuk masuk Neraka karena mereka sudah menikmati hasil amal mereka di kehidupan dunia.
2. Mendustakan Takdir
Iman tidak sah tanpa beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. Rasulullah SAW bersabda: “Tiga orang yang tidak Allah terima amalnya baik amal sunnah maupun wajibnya yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang melakukan mann dalam sedekah, dan pendusta takdir” (Hasan: HR. Ibnu Abi Ashim no. 323).
Dalam hadits riwayat Abu Dawud no. 4699, Rasulullah bersabda: “Andai kamu berinfak emas sebesar gunung Uhud maka Allah tidak akan menerimanya darimu hingga kamu beriman kepada takdir.”
3. Meninggalkan Shalat Ashar
Allah memerintahkan untuk memelihara shalat Wustha, yaitu shalat Ashar (QS. Al-Baqarah [2]: 238). Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang meninggalkan shalat Ashar maka gugur amalnya” (HR. Al-Bukhari no. 553). Dalam riwayat lain, beliau bersabda: “Yang terluput shalat Ashar maka seolah-olah berkurang keluarga dan hartanya” (HR. Al-Bukhari no. 553).
4. Durhaka kepada Orang Tua
Allah berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al-Isra [17]: 23).
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa durhaka kepada orang tua termasuk perbuatan yang tidak diterima amalnya. Dalam hadits: “Tiga orang yang tidak Allah terima amalnya yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang melakukan mann dalam sedekah, dan pendusta takdir” (Hasan: HR. Ibnu Abi Ashim no. 323).
5. Menyebut Pemberian dan Menyakiti Penerima Sedekah
Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)” (QS. Al-Baqarah [2]: 264).
Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga orang yang tidak diajak bicara Allah pada hari Kiamat, tidak dilihat, tidak disucikan dosanya, serta mendapatkan adzab yang pedih… Musbil (laki-laki yang menjulurkan kain bawahnya melebihi mata kaki), mannan (orang yang suka menyebut-nyebut pemberian), dan pedagang yang suka bersumpah dusta” (HR. Muslim no. 106).
6. Bid'ah dalam Ibadah
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mengada-ngada dalam urusan kami ini yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak” (HR. Al-Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718).
Imam An-Nawawi menilai hadits ini sebagai pokok agama Islam dan kaidah syariat. Syaikh Salim Al-Hilali menjelaskan bahwa bid'ah membatalkan amal dan menghapus pahala karena bid'ah menghancurkan dua syarat diterimanya amal: ikhlas dan ittiba'.
7. Melanggar Larangan Allah Saat Sendirian
Rasulullah SAW bersabda: “Aku benar-benar tahu sekelompok umatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa pahala sepenuh gunung Tihamah yang putih lalu Allah jadikan itu laksana debu yang beterbangan… Mereka saudara kalian dan sejenis dengan kalian.
Mereka shalat malam seperti kalian, tetapi mereka adalah kaum yang apabila bersendirian dengan larangan Allah maka mereka melanggarnya” (Shahih: HR. Abu Dawud no. 4245).
8. Ujub dan Sombong
Syaikh Ibnu Al-‘Utsaimin dalam Majmu’ Fatawa war Rasail (4/...) mengatakan bahwa ujub dapat membatalkan amal. Imam Khomeini dalam karya teologisnya menegaskan bahwa ‘ujb adalah sifat yang merusak iman dan amal, menghalangi seseorang dari memperoleh manfaat dunia dan akhirat.
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang melakukan mann dalam kebaikannya maka gugur syukurnya, dan siapa yang ujub dalam amalnya maka terhapus pahalanya.”
9. Mendatangi Dukun dan Tukang Ramal
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang apapun maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari” (HR. Muslim no. 2230). Jika ia membenarkannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.
10. Memelihara Anjing Tanpa Keperluan Syar'i
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang memelihara anjing maka ia akan mengurangi pahala amalnya setiap hari satu qiroth, kecuali anjing untuk menjaga ladang atau anjing untuk menjaga binatang ternak” (HR. Al-Bukhari no. 2322).
Amalan agar Terhindar dari Perbuatan yang Mengurangi Pahala
1. Memperbaiki Niat dan Ikhlas: Syaikh Salim Al-Hilali menegaskan bahwa pahala hanya diberikan atas amalan yang dilakukan dengan ikhlas. Ibadah tanpa niat hanya melelahkan, niat tanpa ikhlas adalah pamer, dan ikhlas tanpa ittiba adalah debu (tidak berpahala).
2. Muroqobah (Selalu Merasa Diawasi Allah): Kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan, baik di kala sendirian maupun di khalayak umum, akan mencegah seseorang dari melanggar larangan Allah.
3. Muhasabah (Introspeksi Diri): Menghitung dan mengevaluasi amal setiap hari, menghukum jiwa jika salah, serta berjuang mengkritisi diri sendiri.
4. Menuntut Ilmu Syar'i: Memahami hakikat ikhlas dan ittiba' serta mengetahui perkara-perkara yang dapat membatalkan amal.
5. Memperbanyak Doa dan Istighfar: Memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat riya, ujub, dan sum'ah, serta memohon keteguhan hati di atas agama-Nya.
6. Bersegera dalam Ketaatan: Allah memuji orang-orang yang bersegera dalam kebaikan dan khawatir amalnya tidak diterima (QS. Al-Mukminun [23]: 57-61).
7. Menjaga Silaturahmi dan Berbakti kepada Orang Tua: Durhaka kepada orang tua dapat menghapus pahala, sedangkan berbakti kepada keduanya adalah kunci keberkahan amal.
Hikmah Memahami Perbuatan Sehari-hari yang Dapat Mengurangi Pahala
1. Meningkatkan Kesadaran Spiritual
Memahami pembatal-pembatal pahala membuat seorang Muslim lebih berhati-hati dalam beribadah dan berinteraksi sehari-hari, sehingga ia tidak hanya fokus pada kuantitas amal tetapi juga kualitas dan keikhlasannya.
2. Menumbuhkan Rasa Takut kepada Allah
Para salafus shalih sangat khawatir amal mereka tidak diterima. Abdullah bin Ubaidillah bin Abi Mulaikah menjumpai 30 Sahabat yang semuanya mengkhawatirkan nifak atas diri mereka, padahal mereka adalah generasi terbaik. Rasa takut ini mendorong peningkatan kualitas ibadah.
3. Mencegah Kerugian di Akhirat
Banyak orang yang beramal besar di dunia tetapi tidak mendapatkan pahala di akhirat karena riya, ujub, atau perbuatan lain yang membatalkan amal. Memahami hal ini mencegah penyesalan yang tidak berguna di hari Kiamat.
4. Membentuk Akhlak yang Lebih Baik Mengetahui bahwa durhaka kepada orang tua, menyakiti penerima sedekah, atau memelihara anjing tanpa keperluan dapat mengurangi pahala mendorong perbaikan akhlak dan hubungan sosial.
5. Memperkuat Iman dan Tauhid
Memahami bahwa syirik kecil (riya) dapat menghapus pahala menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memurnikan tauhid dan menjauhi segala bentuk kesyirikan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Pertanyaan Seputar Pahala Amal
1. Apakah riya dapat menghapus pahala amal?
Ya, riya adalah syirik kecil yang dapat membatalkan pahala amal. Rasulullah SAW bersabda bahwa riya adalah hal yang paling beliau khawatirkan menimpa umatnya (HR. Ahmad no. 23630).
2. Apa hukum meninggalkan shalat Ashar?
Meninggalkan shalat Ashar dengan sengaja hingga keluar waktunya dapat menghapus amal. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang meninggalkan shalat Ashar maka gugur amalnya” (HR. Al-Bukhari no. 553).
3. Apakah durhaka kepada orang tua dapat menghapus pahala?
Ya, durhaka kepada orang tua termasuk perbuatan yang dapat menghapus pahala. Dalam hadits disebutkan bahwa tiga golongan yang tidak diterima amalnya, salah satunya adalah orang yang durhaka kepada orang tua (Hasan: HR. Ibnu Abi Ashim no. 323).
4. Bagaimana cara menghindari ujub dalam beramal?
Selalu mengingat bahwa segala kemampuan dan taufik berasal dari Allah, bukan dari diri sendiri. Syaikh Ibnu Al-‘Utsaimin menegaskan bahwa ujub dapat membatalkan amal, maka hendaknya seorang hamba merendahkan diri di hadapan Allah.
5. Apakah memelihara anjing dapat mengurangi pahala?
Ya, memelihara anjing tanpa keperluan syar'i dapat mengurangi pahala amal setiap hari satu qiroth, kecuali anjing untuk menjaga ladang atau binatang ternak (HR. Al-Bukhari no. 2322).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376931/original/056696400_1760068591-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__87_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433901/original/080742000_1764906305-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-05T103803.223.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357131/original/047451800_1790234905-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4455298/original/012467700_1686039725-Preskon_Presiden_Jokowi_usai_Rakornas_III_PDIP-HERMAN__3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990587/original/078337000_1730716394-cara-sholat-tahajud.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373182/original/051091600_1791955810-IMG-20261013-WA0158.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350108/original/082306900_1789560605-klok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337587/original/033943800_1788250880-peralta.jpg)