Sukses

Niat Puasa Sunnah Senin di Bulan Sya’ban 2024 Lengkap Tata Caranya, Keutamaannya Dobel

Liputan6.com, Jakarta - Senin, 12 Februari 2024 bertepatan tanggal 2 Sya’ban 1445 H dalam kalender Hijriyah. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan umat Islam melaksanakan puasa sunnah Senin di awal Sya’ban.

Puasa Senin menjadi amalan sunnah karena Nabi Muhammad SAW melaksanakan puasa tersebut. Senin merupakan hari istimewa bagi sang nabi karena beliau lahir di hari tersebut dan di hari Senin juga mendapat wahyu pertama kalinya.

"Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku” (HR Muslim: 1162).

Di sisi lain, Nabi Muhammad SAW juga suka melaksanakan puasa di bulan Sya’ban. Dengan demikian, puasa Senin di bulan Sya’ban terdapat dua kesunnahan untuk diamalkan.

“Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘… Rasulullah saw sering berpuasa Sya’ban seluruhnya; beliau sering berpuasa Sya’ban kecuali sedikit saja’.” (HR Muslim).

Maksud dari berpuasa Sya’ban seluruhnya adalah berpuasa pada sebagian besarnya. Demikian penjelasan Imam An-Nawawi dalam al-Majmû’ Syarhul Muhaddzab.

Berikut ini panduan melaksanakan puasa Senin di bulan Sya'ban yang terdiri dari niat, tata cara, dan keutamaannya.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Tata Cara dan Niat Puasa Sunnah Senin Sya'ban

1. Niat

Waktu niat puasa sunnah Senin di bulan Sya’ban dimulai pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Apabila lupa, niat puasa sunnah ini boleh dilakukan selepas subuh hingga menjelang dzuhur, dengan syarat tidak atau belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa sejak fajar hingga niat tersebut.

Berikut niat puasa Senin di bulan Sya’ban.

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta‘âlâ."

2. Makan Sahur

Makan sahur lebih utama menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.

3. Melaksanakan Puasa

selama berpuasa harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan suami-istri, dan sebagainya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Selama berpuasa juga menjaga dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa.

4. Berbuka Puasa

Segera berbuka puasa saat tiba waktu maghrib. Berikut dua versi doa saat buka puasa.

3 dari 3 halaman

Keutamaan Puasa Senin di Bulan Sya'ban

Puasa Senin berpasangan dengan puasa Kamis. Oleh karenanya, banyak keutamaan puasa Senin yang selalu bersandingan dengan puasa Kamis. Beberapa keutamaan puasa Senin-Kamis antara lain sebagai berikut.

1. Puasa yang Selalu Dilakukan Rasulullah SAW

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Artinya: "Nabi SAW selalu menjaga puasa Senin dan Kamis." (HR Tirmidzi dan Ahmad).   

2. Hari Dibukanya Pintu Surga

Mengutip NU Online, terrmasuk keistimewaan puasa Senin dan Kamis berikutnya adalah pada kedua hari itu Allah membuka pintu surga-Nya. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah berikut: 

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

Artinya: “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan.” (HR Muslim, No. 4652)   

Secara khusus, ada juga keutamaan melaksanakan puasa di bulan Sya’ban. Di antara keutamaan puasa Sya’ban adalah mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat. Mengutip situs NU, Syekh Nawawi al-Bantani berkata,

Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat.” (Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, [Bairut, Dârul Fikr], h. 197).

Demikian tata cara, niat, dan keutamaan puasa Senin di bulan Sya’ban. Semoga kita dapat mengamalkannya. Wallahu a’lam.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.