Sukses

Keutamaan Luar Biasa Ikut Majelis Ta'lim, Dinaungi Malaikat hingga Perlindungan di Akhirat

Liputan6.com, Jakarta - Bermacam-macam perjuangan jemaah Majelis Ta'lim Sabilu Taubah untuk menghadiri pengajian dengan dai viral Gus Iqdam sebagai pembicaranya.

Seiring viralnya Gus Iqdam, viral pula kisah-kisah yang menyertainya. Mulai ada yang jalan kaki dengan jarak ratusan kilometer demi ke markas Sabilu Taubah, ada yang hamil memaksa ikut pengajian.

Lain waktu, ada yang bawa balita 10 bulan hujan-hujanan ikut pengajian, ada yang usianya sudah menginjak senja, serta banyak kisah lainnya, termasuk rela jual ayam 6 ekor untuk ikut pengajian.

Tak hanya macam perjuangnnya yang menjadi perhatian publik, jumlah peserta pengajianpun masuk kategori fantastis. Ribuan orang bisa ikut poengajian di setiap pengajiannya.

Pengajian dalam konteks Islam merujuk pada kegiatan pembelajaran atau pengajaran mengenai ajaran agama Islam. Pengajian biasanya dilakukan dalam bentuk pertemuan atau majelis ta'lim di tempat-tempat tertentu, seperti masjid, rumah-rumah, atau pusat-pusat keagamaan, lapangan atau yang lainnya.

Tujuan dari pengajian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan umat Islam tentang prinsip-prinsip agama, etika, serta tuntunan hidup yang sesuai dengan ajaran Islam.

Banyak topik yang dibahas Gus Iqdam. Mulai dari tafsir Al-Quran, hadis, fiqh (hukum Islam), akhlak, dan sebagainya. Meski serius soal keilmuan, namun santai dan ringan dalam pembawaannya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Hukum Ikut Pengajian

Harus diakui, pengajian memiliki peran penting dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat. Selain sebagai tempat pembelajaran, pengajian juga menciptakan suasana ukhuwah Islamiyah, atau persaudaraan Islam, di mana umat Islam dapat saling mendukung dan berbagi pengetahuan agama.

Dengan demikian, pengajian menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga keberlanjutan dan keberlanjutan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas muslim.

Menukil dalamislam.com, majelis ta'lim sendiri merupakan suatu wadah pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Keberadaan majelis ta'lim juga diakui oleh negara melalui Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, Peraturan pemerintah nomor 55 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, dan Keputusan MA nomor 3 tahun 2006 tentang struktur departemen agama tahun 2006.

Hukum menuntut ilmu yang salah satunya dilakukan melalui majelis ta'lim adalah kewajiban. Sebagaimana sabda Rasul:

“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (Hadits sahih, diriwayatkan dari beberapa sahabat diantaranya: Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu Anhum. Lihat: Sahih al-jami: 3913).

Bagi Anda yang sering menghadiri majelis ta'lim, maka bergembiralah karena majelis ta'lim adalah salah satu obat hati dalam islam, dan sebagaimana keutamaan berilmu dalam Islam, ada banyak keutamaan lain menghadiri majelis tak'im:

3 dari 4 halaman

Keutamaan Ikut Pengajian atau Majelis Ta'lim

1. Mendapat pahala

“Barang siapa menegakkan shalat subuh berjamaah di masjid, lalu ia duduk berzikir (tadurrusan) sampai matahari terbit, lalu menegakkan shalat dua rakaat, maka ia akan meraih pahala haji dan umrah. Rasulullah melanjutkan shalat “sempurna, sempurna, sempurna” (HR. At-Tarmidzi)

Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang pergi ke masjid, tidaklah diinginkannya (untuk pergi ke masjid) kecuali untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarkan kebaikan. Maka baginya pahala seperti orang yang melakukan haji dengan sempurna.” (HR.As-Suyuthi).

2. Memperoleh ketentraman

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu masjid daripada masjid-masjid Allah, sedangkan mereka membaca Al-Quran dan mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenteraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan makhluk yang ada disisi-Nya.” (H.R.Muslim)

Mendapatkan ketentraman dengan menuntut ilmu dalam majelis taklim merupakan salah satu cara mendapat jiwa tenang dalam Islam. Orang yang sering mengikuti majelis taklim akan selalu damai dan hidup bahagia menurut Islam. Ia juga lebih sabar dalam menghadapi cobaan.

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,” (Q. S. Al Fath:4)

3. Mendapatkan ampunan

Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah duduk suatu kaum, kemudian mereka berzikir kepada Allah dalam duduknya hingga mereka berdiri, melainkan dikatakan oleh malaikat kepada mereka. Berdirilah kalian, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian dan keburukan – keburukan kalian pun telah diganti dengan berbagai kebaikan,” (HR.Ath-Thabrani)

4. Seolah berada di taman surga

Ibnul Qayyim RA berkata,

“Barangsiapa ingin menempuh taman-taman surga di dunia, hendaklah dia menempati majelis–majelis zikir, karena ia adalah taman- taman surga.”

Rasulullah bersabda: “Jika kalian melewati taman surga, maka singgahlah dengan hati senang". Para sahabat bertanya, ”Apakah taman surga itu?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah dzikir.” (atau halaqah ilmu) (HR Attirmidzi).

4 dari 4 halaman

Keutamaan Majelis Ta'lim

5. Mendapat naungan dari malaikat

Rasulullah SAW bersabda, “Dan sesungguhnya para malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya kepada para penuntut ilmu karena ridha atas apa yang telah dilakukan.”

6. Didoakan seluruh mahluk hidup

Rasulullah SAW bersabda,

“Seluruh apa yang ada di langit dan di bumi akan memintakan ampunan kepada seorang ahli ilmu, begitu juga ikan yang ada di tengah lautan. Keutamaan seorang pemilik ilmu dibandingkan orang yang gemar beribadah seperti keutamaan diriku dibanding orang yang paling rendah dari kalian.” Kemudian Rasulullah melanjutkan sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi semut dalam lubangnya, sampai ikan, mereka bersalawat (mendoakan) kebaikan bagi para pengajar manusia. (HR.At-Tirmidzi)

7. Menjadi pewaris Nabi

Rasulullah SAW bersabda,

“Keutamaan orang alim ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang–bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mau mengambilnya, sesungguhnya dia telah mengambil bagian yang sempurna.” (HR.Ahmad).

8. Mendapat kemudahan menuju surga

Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga.” (HR.Muslim). Mereka yang rajin menuntut ilmu dalam majelis taklim akan mendapatkan kemudahan menuju surga karena ia telah mendapat ilmu tentang bagaimana cara menuju surga.

9. Setara dengan jihad

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu syar’i, maka ia berjihad di jalan Allah hinggah ia kembali.” (HR At Tirmidzi). Menuntut ilmu agama berarti ikut menyebarkan ajaran Islam dan pahalanya sama dengan berjihad di jalan Allah.

10. Terlindungi dari azab Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda: ”Dunia ini terkutuk dengan segala isinya kecuali dzikrullah (taat kepada Allah) dan yang serupa itu, berilmu dan penuntut ilmu.” (HR At Tirmidzi).

11. Menjadi umat terbaik

Rasulullah SAW bersabda: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari).

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ ٱللَّهُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا۟ عِبَادًا لِّى مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِن كُونُوا۟ رَبَّٰنِيِّۦنَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ ٱلْكِتَٰبَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

Artinya: “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (Q. S. Ali Imran: 79)

12. Mendapat perlindungan di akhirat

Rasulullah bersabda, “Satu diantara tujuh golongan di akherat kelak yang mendapat perlindungan Allah yaitu ,ijtama’a alaihi wa tafarroqo alaihi’, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah.” (HR Bukhari Muslim).

13. Berkumpul dengan yang dicintai di akhirat

Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang kelak di akhirat dikumpulkan bersama siapa yang dicintai di dunia.” (HR Muslim).

Demikian keutamaan ikut majelis ta'lim atau pengajian.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.