Sukses

Yuk Food Preparation Sebelum Bulan Ramadan, Sahur dan Buka Puasa Lebih Praktis dan Bisa Fokus Ibadah

Liputan6.com, Jakarta - Food preparation adalah proses menyiapkan bahan makanan jauh hari sebelum memasak. Langkah ini dilakukan oleh untuk menghemat waktu memasak di tengah kesibukan rutinitas harian seperti bekerja.

Namun selain itu, tren food preparation atau meal preparation juga bisa dilakukan untuk keseharian. Tujuan utamanya adalah membuat bahan makanan tersimpan dengan rapi dan sesuai dengan kebutuhan memasak. Di mana sebelum berbelanja, harus ada list kebutuhan yang ingin dibeli agar bahan makanan tidak terbuang percuma.

Food preparation bisa dilakukan untuk suatu periode baik itu tiga harian, mingguan, atau bahkan untuk sebulan penuh. Nah, salah satu yang bisa dipersiapkan adalah meal prep untuk menyambut bulan Ramadan terutama untuk menu sahur agar waktu memasak lebih ringkas dan efisien. Ibadah utama di bulan Ramadan pun bisa lebih fokus.

Pasalnya, dengan food prep maka akan ada perencanaan belanja untuk kebutuhan misalnya tiga hari, seminggu, atau bahkan sebulan. Sehingga, Anda tidak perlu bolak balik berbelanja di tengah kepadatan ibadah bulan Ramadan. Selain itu, meal prep juga akan menyusun beberapa menu sahur dan buka puasa ke dalam masing-masing tempat sehingga mempersingkat waktu persiapan memasak, mulai dari menyiapkan bumbu hingga bahan utamanya.

Selain membuat waktu memasak lebih efisien, food prep juga akan membuat anggaran belanja lebih hemat. Karena semua item yang dibeli saat belanja sudah di plot untuk menjadi menu masakan dan disimpan dengan benar sehingga meminimalisir risiko rusak atau busuk dan kemudian terbuang.

Manfaat lainnya, food preparation juga dilakukan dengan melakukan perhitungan porsi setiap masakan. Dengan perhitungan ini, akan mencegah makanan yang disiapkan berlebihan dan menjadi sampah. Tak hanya itu, food prep juga bisa meningkatkan keterampilan mengolah masakan dan menambah resep masakan.

Lalu yang terpenting, food prep juga bisa mengurangi stres karena semua bahan sudah disiapkan dan memasak menjadi lebih mudah. Kulkas pun terlihat lebih rapi karena bahan masakan sudah tertata dalam masing-masing wadah. Anda pun tidak perlu kewalahan memikirkan apa menu masakan yang akan dibuat karena sudah direncanakan jauh hari. Termasuk saat mempersiapkan menu masakan untuk sahur dan buka puasa di bulan Ramadan.

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Prinsip Utama Food Preparation

Agar food prep lebih mudah dan tidak salah langkah, ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan. Mengutip situs ibuprofesionalbdg.com, ada beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam food prep.

Pertama, pilih jenis bahan makanan yang dapat disimpan atau tahan lama dan diolah untuk berbagai menu. Salah satu contohnya adalah daging ayam yang bisa dipisahkan per bagian masak untuk beberapa menu. Misalnya ayam bakar atau ayam goreng, ayam chicken katsu, fillet paha ayam barbeque, dan daging ayam cincang untuk bola-bola ayam.

Adapun untuk sayuran pilihlah yang tahan lama seperti wortel, jagung, labu siam, sawi putih, hingga brokoli. Untuk sayuran berdaun seperti bayam atau kangkung, jika ingin disimpan sebaiknya dahulukan dipakai karena tidak tahan lama.

Begitu juga dengan daun bawang, sebaiknya diiris sesuai kebutuhan dan disimpan di freezer agar lebih awet dan tidak layu. Kupas atau potong sayuran seperlunya, dan lapisi dengan kertas atau tisu untuk menyerap kelembapan sebelum disimpan di kulkas.

Prinsip kedua, selalu siapkan bahan olahan darurat dan bisa diolah mendadak seperti empat T yaitu Telur, Tahu, Tempe dan Tongkol. Menurut ibuprofesional, keempat bahan ini mudah diolah baik direbus atau digoreng dan cukup tambahkan bumbu.

Ketiga, memiliki fondasi atau alasan kuat untuk melakukan food prep. Tujuannya, adalah menjadi penyemangat saat melakukan food prep. Misalnya, pada saat Ramadan untuk menghemat waktu dalam menyiapkan hidangan baik untuk sahur maupun berbuka. Dengan begitu, bisa memiliki waktu lebih untuk fokus beribadah seperti salat Tarawih, membaca Al Quran hingga menghadiri kajian ilmu atau bahkan iktikaf.

Prinsip terakhir adalah merancang menu hidangan baik untuk sahur, berbuka dan beberapa menu selingan seperti takjil. Jika kesulitan untuk merancang menu sebulan, bisa dilakukan untuk seminggu atau tiga harian terlebih dahulu. Setelahnya, menu masakan pun bisa dirotasi atau diacak dengan padanan menu lain agar tidak bosan.

3 dari 3 halaman

Tips dan Trik Meal Prep Saat Ramadan

Untuk lebih mudah menjalankan food prep di bulan puasa, rancanglah menu jauh hari sebelum memasuki bulan puasa. Kegiatan belanja bahan makanan pun sebaiknya dilakukan jauh hari agar lebih menghemat tenaga dan waktu. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan agar food prep menjadi lebih mudah:

1. Tentukan menu untuk sahur, takjil dan masakan berbuka puasa

Ketiga jenis hidangan ini bisa dilakukan seluruhnya atau bisa pula dengan menghapus takjil dari daftar olahan food prep. Sebaiknya siapkan sayuran yang akan dibuat pada saat sahur dalam kontainer khusus dengan porsi satu kali makan. Begitu juga untuk menu masakan buka puasa, tempatkan dalam wadah untuk sekali porsi masak.

Pisahkan pula bahan protein hewani di kulkas. Misalnya daging ayam yang sudah dimarinasi, daging sapi cincang, ikan yang sudah dibumbui dan tinggal digoreng, dan atau daging ayam yang sudah dimasak setengah matang seperti ungkep. Untuk penyimpanan tahu sebaiknya direndam dalam air matang sementara tempe sebaiknya tidak disimpan lebih dari tiga hari.

2. Siapkan makanan frozen siap santap

Tidak ada salahnya menyiapkan makanan beku yang bisa langsung dihangatkan atau diolah untuk kebutuhan sahur. Misalnya rendang daging atau semur daging yang sudah dimasak sebelumnya. Atau makanan frozen lainnya yang bisa digoreng.

3. Siapkan bumbu dasar untuk beragam olahan

Selain bahan sayuran dan protein sebaiknya siapkan pula bumbu dasar putih, merah dan kuning. Bumbu dasar putih terdiri dari dari campuran bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar yang biasanya digunakan untuk membuat sayur lodeh, soto, dan opor.

Adapun bumbu dasar kuning terbuat dari bumbu dasar putih di tambah kunyit. Bumbu tradisional ini digunakan untuk membuat ayam goreng, ayam bakar, soto, dan gulai. Lalu bumbu dasar merah adalah bumbu putih ditambah cabai merah yang bisa digunakan untuk membuat masakan seperti sambal goreng atau ayam bakar.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.