Sukses

Drama Mengharukan Pertemuan Habib Novel dan Gus Iqdam di Madinah, Ini Nasihatnya

Liputan6.com, Jakarta - Drama mengharukan terjadi di Tanah Suci. Al Habib Novel Alaydrus bertemu dengan Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam di Madinah.

Kenapa disebut mengharukan? keduanya sebenarnya saling berusaha mendatangi terlebih dahulu. Bahkan, Habib Novel sempat mendatangui hotel tempat Gus Iqdam menginap.

Karena sesuatu hal, pertemuan urung terwujud. Belakangan, Gus Iqdamlah yang akhirnya sowan atau mendatangi Habib Novel.

Pertemuan keduanya tentu menarik untuk disimak. Banyak ilmu yang bisa diambil dari obrolan keduanya, termasuk salah satunya soal dakwah dan cinta.

 

Diketahui, keduanya adalah pimpinan majelis. Gus Iqdam sendiri terhitung sebentar mengasuh Majelis Ta'lim Sabilu Taubah, yang didirikannya beberapa tahun lalu.

 

Simak Video Pilihan Ini:

2 dari 5 halaman

Habib Novel Alaydrus: Dakwah Gus Iqdam Sesuai Ajaran Nabi

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus lebih dikenal dengan Habib Novel Alaydrus atau Habib Novel adalah seorang ulama, da'i, serta pimpinan majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhoh, Surakarta, Jawa Tengah.

Habib Novel merupakan putra pertama dari pasangan Muhammad Alaydrus dengan Luluk Al-Habsyi.

Dalam unggahan video TikTok akun @wongpusat.real tampak keduanya bertemu di sebuah hotel, keduanya sangat akrab.

"Alhamdulillah, di pusat, ketemu dengekangan pusat, Gus Iqdam. Di Madinah ketemu Gus Iqdam," kata Habib Novel mengawali pertemuan tersebut.

"Saya bilang Ar-Raudhoh di Solo majelis saya, itu rumahnya Gus Iqdam, saya itu cuka khadim rewang-rewang majelis. Saya juga sebenarnya anaknya Gus Iqdam, karena nama anak beliau Novel, sama dengan saya," kata Habib Novel.

 

3 dari 5 halaman

Gus Iqdam Gugup saat Habib Novel Meracik Kopi

Sesaat dalam pembicaraan tiba-tiba seseorang membawakan kopi untuk Gus Iqdam, Gus Iqdam nyletuk kalau kopi seperti itu ciriu khas kopi d majelis Ar Raudhah milik Habib Novel. Saat itu nampak jelas Gus Iqdam sangat canggung saat dibuatkan kopi oleh Habib Novel, dituangkan gula oleh Habib Novel.

Pengakuan Habib Novel berikutnya luar biasa, sebagai bentuk dukungan pola dakwah yang dilakukan Gus Iqdam selama ini. Habib Novel mengaktu tidak bisa, tidak kuat jika harus berdakwah seperti apa yang dilakukan Gus Iqdam. Dakwah itu disesuaikan dengan kemampuannya.

"Nah itu, Gus Iqdam ini cirinya nyantai, sama kaya saya sebetulnya. Cuma saya kalau jadi beliau saya tidak kuat, tidak kuat. Bagi-bagi tugas, tugasnya ada yang seperti saya, ada yang jadi Gus Iqdam," ungkap Habib Novel.

"Ibaratnya, dalam ilmu bangunan, orang kalau mbangun, tidak semuanya jadi tukang pasang keramik, yang bagian pasang kramik ya pasang kramik, bagian pondasi tidak ngramik, ada yang tugasnya mbendrati, ada yang bagiannya cuma gambar. Ada juga yang tidak gambar, tidak mondasi tidak ngramik tapi bagian kasih duit, biar bangunan selesai. Ada juga yang hanya urus perijinan, kalau semua jalan bersama bangunan itu kokoh, bagus, dakwah itu seperti itu," jelas Habib Novel.

 

4 dari 5 halaman

Habib Novel Alaydrus: Dakwah Gus Iqdam Sesuai Ajaran Nabi

"Mudah mudahan kita bisa belajar banyak ke Gus Iqdam, dakwah dengan cara yang santun dan menyenangkan," tambahnya.

Mengenai banyaknya celaan atau bully yang sering tertuju pada Gus Iqam, Habib Novel justru mendukung dakwah model Gus Iqdam. Bahkan apa yang dilakukan Gus Iqdam ini sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

"Kalau bahasa beliau seperti itu karena memang itu perintah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana perintah Rasulullah'Bicaralah dengan manusia sesuai kemampuannya. Kemampuannya mencerna kalimat tersebut," ujar Habib Novel.

"Kita ndak bisa menggunakan bahasa sekolahan, untuk kami-kami yang bisa nongkropng di hik. Biasa nongkrong di wedangan ya pakai bahasa wedangan," tegas Habib Novel.

"Bahasanya yang nyantai. Seperti emoh mikir, ojo mumet-mumet. Dari Solo ke Jakarta saya nyetir sendiri, saya lihat di truck, tulisannya ajib, kalimat sederhana lugas saya ngakak, kesel saya langsung hilang. 'Tidak melayani manusia ruwet dalam bentuk apapun, ruwet blokir. Ini istimewa, ini sopir truck, saya dapat nasihat dari supir truk," ungkap Habib Novel.

5 dari 5 halaman

Habib Novel Alaydrus: Cinta Itu karena Cinta, Bukan karena

"Saya seneng sama beliau, pokoknya gak suka basa-basi, saya seneng ya ngomong seneng," tambah Habib Novel.

Nah persoalan cinta dan filosofinya Habib novel menjelaskan seperti ini.

"Orang cinta itu tidak melihat kekasihnya. Cinta itu karena cinta, Cinta itu bukan karena, tetapi walaupun. Kalau cinta masih karena, itu bukan cinta. Tetapi masih menuruti nafsu kita. beralasan, karena cinta dan tampan maka dicintai, tampan cantiknya hilang gak cinta nah," jelas Habib Novel.

"Cinta ulama itu, ya karena dia ulama," tandasnya.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.