Sukses

Hanura: Wiranto Siap Ladeni Rhoma Irama Dalam Debat Terbuka

Salah satu kandidat capres PKB Rhoma Irama geram karena merasa disindir capres dari Partai Hanura, Wiranto. Kubu PKB pun menantang dilakukannya debat terbuka antara Rhoma dan Wiranto. Tak mau kalah, Hanura pun menjawab tantangan tersebut.

"Silakan saja, saya percaya debat itu baik untuk publik mengenal pilihannya, ya bagus saja. Kalau hanya peruncing masalah atau pencitraan, tidak masalah. Kalau debat biasa ya monggo, mana yang berkualitas mana yang tidak jadi ketahuan," ujar Ketua DPP Hanura Nuning Kertopati di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/12/2013).

Namun, menurut pandangan Nuning, ketua umumnya itu tidak menghina Rhoma, apalagi mendiskreditkannya. Sebab, tidak ada kata 'Rhoma' yang terucap dari mulut Wiranto.

"Kalau menurut pandangan saya, bukan sifat Wiranto untuk diskreditkan orang. Dia tidak ingin merendahkan orang. Saya tidak lihat Wiranto lakukan penghinaan, dia tidak sebut nama," paparnya.

Nuning mengatakan pula Wiranto lebih menyoroti masalah kualitas capres saat ini. Karena, dengan merasa populer masih belum cukup untuk memenuhi kriteria seorang presiden.

"Tidak hanya sosoknya populer, tapi juga harus tahu masalah eksospolbud, tidak hanya jadi idola terus dipilih jadi presiden. Ini saya tidak hina orang, tapi lihat kondisi itu. Kalau seseorang populer tapi tidak ada pengetahuan apa pun, mau dibawa ke mana negeri ini," tandas Nuning.

Tantangan ini bermula ketika Wiranto menilai semakin rendahnya kualitas sejumlah tokoh yang akan maju sebagai Capres 2014. "Sekarang ini penyanyi dangdut dijadikan calon presiden. Ada lagi pelawak. Nanti lama-lama pemain akrobat juga dicalonkan jadi presiden. Makanya yang korupsi jalan terus," ungkap Wiranto.

Sindiran itu membuat Rhoma berang dan mengajukan tantangan debat. "Saya berani menantang Wiranto adu visi dan misi di televisi dan di lapangan terbuka. Jadi nanti di situ bisa terlihat, jangan suka menghina orang," ujar Rhoma. (Ado/Yus)