Sukses

Usung Rhoma Irama Jadi Capres, PKB Iseng?

Rhoma Irama siap melenggang menjadi capres pada Pilpres 2014 mendatang. Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga semakin menyiarkan dukungannya pada sang Raja Dangdut itu untuk menjadi capres usungannya. Namun dukungan PKB pada Rhoma ini dinilai hanya sekadar iseng saja.

"PKB iseng, seakan PKB tidak punya kerjaan," ujar pengamat politik Arbi Sanit di Cikini, Jakarta, Sabtu (24/12/2013).

"Kalau Mahfud MD dan Jusuf Kalla (capres) masuk akal. (Kalau) Rhoma Irama itu dia main main saja," imbuhnya.

Menurut Arbi, penentuan capres seharusnya tidak hanya berdasarkan popularitas semata. Kapasitas orang yang akan diusung juga harus diperhitungkan. Dia pun membandingkan sosok Rhoma dengan Gubernur DKI Jakarta Jokowi.

"Saya lihat secara rasional adalah Jokowi, bisa melakukan pemerintahan dan populer, dia dekat dengan rakyat. Dia mampu menyesuaikan diri," terang Guru Besar Ilmu Politi Universitas Indonesia (UI) itu.

Sedangkan Rhoma Irama, lanjut Arbi, dia hanya mampu merayu dengan nada-nada gitar. Menurutnya, penentuan capres yang dilakukan PKB merupakan bentuk kegagalan partai dalam menghadapi pemilu yang akan datang.

"Jangan hanya bisa merayu melalui gitar, tapi setelah menang nanti tidak bisa apa-apa. Bisa menang, bisa memerintah. Kalau enggak, apa tanggung jawabnya," cetusnya.

"Pemilu jangan hanya soal popularitas, dia menang suara itu salah. Pemilu yang benar, mampu memerintah. Ini lebih penting," tambahnya.

Arbi menuturkan, seharusnya PKB tidak gegabah dalam menentukan capres usungannya. Dengan mengusung Rhoma, menurutnya, PKB mengalami kemunduran.

"PKB adalah partai yang gagal dalam menentukan langkah politiknya. Seharusnya partai yang memiliki basis Nahdiyin itu tidak gegabah," pungkas Arbi. (Ndy)

[Baca juga: Cak Imin: PKB Akan Usung Rhoma Irama Jadi Capres 2014]