Sukses

Bawaslu: Banyak Pengawasan, Sulit Manipulasi Suara Pilpres

Liputan6.com, Jakarta - Potensi kecurangan dalam proses rekapitulasi suara Pilpres dinilai masih ada. Tapi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meyakini kemungkinan manipulasi data sangat sulit.

"Kalau ingin melakukan perubahan pada berita acara tampaknya sulit. Karena prosesnya (pengawasan) begitu banyak," kata anggota Bawaslu Nasrullah di kantornya, Jakarta, Rabu (16/7/2014).

Nasrullah mengatakan, pihaknya memastikan dokumen pengawasan Pilpres ada di setiap tingkatan. Pembanding data yang dimiliki pengawas Pilpres juga dapat diperiksa dengan mudah.

"Jadi Anda sekarang mau lari ke mana? Nggak bisa. Artinya, ada pembanding data yang dimiliki pengawas Pemilu dan juga prosesnya sudah, masing-masing cross check, proses pilah," ungkap dia.

Nasrullah bersyukur, proses rekapitulasi tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) --kelurahan-- dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang selama ini disinyalir menjadi pusat kecurangan sudah selesai.

Namun, kata Nasrullah, masalah memang tetap ada. Tapi semua bisa ditangani dengan data-data lengkap yang dipegang masing-masing PPS atau PPK.

"Beberapa lokasi kritis kan sudah bisa dilalui nih PPS maupun PPK. Bawaslu memastikan setiap pengawasnya dari jenjang PPS dan PPK itu pasti ada. Jadi saksi satu saksi lain, mereka punya data valid, data PPS, data pengawasan semua bisa dicek," tandas Nasrullah.

Baca juga:

Kapolri: Tidak Ada Polisi Manipulasi C1, Jangan Disalah Artikan

Kubu Prabowo-Hatta Yakin Tak Manipulasi C1 di TPS 047 Tangerang

Ada Dugaan Kecurangan, Tim Jokowi-JK ke Malaysia dan Arab Saudi

(Sss)