Sukses

Debat Pamungkas Jadi Ajang Menggoda Swing Voters

Liputan6.com, Jakarta - Tahapan pengenalan visi-misi dan pendalaman 2 pasangan capres-cawapres sampai juga ke tahap akhir. Debat yang akan dilakukan pada Sabtu 5 Juli akan menjadi kesempatan terakhir bagi publik Indonesia melihat Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK adu argumen terkait pangan, energi, dan lingkungan.

2 Kubu itu juga akan memanfaatkan kesempatan terakhir ini untuk mengumpulkan serta memantapkan dukungan. Dari berbagai macam survei, tersisa belasan persen undecided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan, serta swing voters atau pemilih mengambang. Debat pamungkas besok diyakini akan jadi kunci memikat hati para pemilih tersebut.

"Dalam waktu-waktu yang tinggal beberapa hari ini apapun bisa terjadi. Ada juga swing voters yang baru akan tentukan pilihannya di saat-saat terakhir. Karena itu debat terakhir pun masih dapat mempengaruhi swing voters," kata anggota Timses Jokowi-JK, Taufik Basari, dalam pesan singkatnya di Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Ketua DPP Nasdem tersebut memastikan bahwa Jokowi-JK akan berusaha tampil maksimal melawan Prabowo-Hatta. Dia juga berharap anggota timses serta relawan harus menjaga penuh pemilih dari penggembosan suara, melalui kampanye negatif dan kampanye hitam.

"Justru yang sekarang harus dijaga adalah jangan sampai para pemilih memilih karena transaksional atau terpengaruh isu-isu fitnah," tegas Taufik.

Anggota timses Jokowi-JK lainnya, Poempida Hidayatulloh menambahkan, pemilih yang disasar adalah mereka yang memiliki kedekatan dengan tema debat, yakni para petani. Ia meyakini debat pamungkas esok hari dapat menarik hati petani agar menentukan pilihan dan menggunakan hak pilihnya.

"Ternyata berdasarkan analisa saya penonton debat itu merespons sesuai dengan topik debat yang dianggap. Apakah sesuai dengan bidang yang digeluti dalam kehidupan sehari-harinya atau tidak. Kalau iya, pasti mereka akan sangat kritis terhadap isu-isu yang diangkat melalui debat," terang Poempida.

Pria yang dipecat dari Partai Golkar karena mendukung Jokowi-JK itu menjelaskan ada peluang acara debat besok hanya tontonan semata. Sebab, tema debat tidak ada ikatan emosional dengan mereka. "Tapi, bagi pemilih loyal, debat adalah ajang pemantapan pilihan," tegasnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Debat Pamungkas



Sedangkan kubu Prabowo-Hatta, melihat debat pamungkas sebagai bagian untuk menegaskan kemenangan. Mereka tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas besok.

"Setiap debat itu penting dan berdampak besar secara elektoral. Debat besok adalah pamungkas dari 5 debat yang ada, sekaligus mengakhiri seluruh kegiatan kampanye capres-cawapres," tutur Tantowi Yahya. Dia memprediksi berdasarkan tema debat, Prabowo-Hatta kembali akan memenangi debat besok.

KPU menetapkan Rektor Universitas Diponegoro Sudharto P Hadi sebagai moderator debat terakhir kandidat. Sudharto juga akan menjadi tim ahli yang akan merumuskan dan menyusun pertanyaan yang akan diajukan kepada para kandidat.

Selain Sudharto, ada enam anggota tim ahli lainnya. Enam tim ahli lainnya adalah Dekan Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, PhD; pakar matematika dan sains dari Universitas Institut Teknologi Bandung Megawati Santoso, PhD; Rektor Universitas Nusa Cendana (Nusa Tenggara Timur) Prof. Fredrik Lukas Benu; Guru Besar Ketahanan Pangan Departemen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas (Sumatera Utara) Prof. Posman Sibuea; Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Andalas Prof. Helmi, PhD dan Kepala Studi Energi Universitas Universitas Gadjah Mada Dr Deendarlianto.

Debat pamungkas akan digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu 5 Juli mendatang pukul 20.30. Setelah debat, mulai 6 hingga 8 Juli, tahapan Pilpres 2014 akan memasuki masa tenang. Pada masa itu, semua pihak dilarang melakukan kampanye. (Yus)

Baca juga:

Ada Aksi Mengejek Saat Debat, Tim Jokowi-JK Minta KPU Lebih Tegas

Debat Terakhir, Prabowo-Hatta Bakal Soroti Kebijakan Impor Pangan

Timses: Jokowi Insinyur Kehutanan, Debat Terakhir Bakal Memukau

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.