Jangan Asal Meletakkan Jemuran di Teras, Ini Posisi yang Lebih Aman agar Baju Tidak Berjatuhan

Baju sering jatuh saat dijemur di teras? Ketahui posisi jemuran yang tepat, cara mengatur pakaian, dan langkah mengantisipasi angin kencang.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jangan asal meletakkan jemuran di teras, ini posisi yang lebih aman agar baju tidak berjatuhan perlu diperhatikan, terutama bagi penghuni rumah dengan halaman terbatas. Posisi jemuran yang tepat membantu pakaian tetap tergantung dengan baik, tidak mudah tersapu angin, dan tidak mengganggu aktivitas penghuni rumah.

Teras memang menjadi tempat praktis untuk mengeringkan pakaian karena mendapatkan udara terbuka tanpa harus menyediakan halaman khusus. Namun, jemuran yang diletakkan terlalu dekat dengan tepi teras, berada di jalur angin, atau tidak berdiri stabil berisiko membuat pakaian terlepas dan jatuh.

Melansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam informasi mengenai fenomena cuaca ekstrem dan angin kencang, masyarakat perlu mewaspadai benda-benda yang dapat roboh atau terbawa angin. Prinsip kehati-hatian ini juga relevan saat mengatur jemuran di rumah, terutama ketika cuaca berubah dan hembusan angin semakin kuat. Berikut adalah jangan asal meletakkan jemuran di teras, ini posisi yang lebih aman agar baju tidak berjatuhan dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026).

1. Letakkan Jemuran di Bagian Teras yang Terlindung dari Angin

Posisi pertama yang perlu dipertimbangkan adalah bagian teras yang terlindung dari hembusan angin langsung, misalnya di dekat dinding samping atau di area beratap dengan bukaan yang tidak terlalu lebar. Pilih tempat yang tetap mendapatkan sirkulasi udara agar pakaian bisa mengering tanpa harus terpapar angin kencang secara langsung.

Sebelum menentukan lokasi, perhatikan arah angin yang biasa masuk ke teras. Jika pakaian sering bergerak keras atau hanger mudah bergeser, pindahkan jemuran ke bagian yang lebih terlindung dan pastikan udara masih dapat mengalir di antara pakaian.

2. Tempatkan Jemuran Menempel di Dekat Dinding

Menempatkan jemuran di dekat dinding dapat membantu mengurangi ruang geraknya, terutama jika menggunakan rak jemuran berdiri. Dinding juga bisa menjadi pelindung dari angin yang datang dari salah satu sisi, sehingga pakaian tidak terlalu mudah berkibar.

Namun, jangan menempelkan rak terlalu rapat hingga menghambat sirkulasi udara atau membuat pakaian bergesekan dengan dinding. Sisakan ruang secukupnya agar kain tetap dapat mengering dan tidak menyentuh permukaan yang lembap atau kotor.

Untuk jemuran berbentuk rak lipat, pilih permukaan lantai yang rata dan tidak licin. Periksa pula kaki rak agar tidak mudah bergeser ketika pakaian basah yang digantung mulai bergerak terkena angin.

3. Jauhkan Jemuran dari Tepi Teras dan Pagar Terbuka

Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah meletakkan jemuran terlalu dekat dengan tepi teras, balkon, atau pagar yang terbuka. Ketika pakaian terlepas dari hanger atau penjepit, baju berisiko jatuh ke halaman, jalan, atau area milik tetangga.

Letakkan rak jemuran di bagian dalam teras dengan jarak aman dari tepi. Jika teras berada di lantai atas, hindari menggantung pakaian hingga menjulur keluar pagar karena kain yang tertiup angin dapat terlepas dan jatuh dari ketinggian.

Perhatikan pula ukuran rak yang digunakan. Jemuran yang terlalu lebar untuk area teras bisa membuat sebagian pakaian berada di luar batas aman, sekaligus mengganggu orang yang berjalan di sekitarnya.

4. Pilih Posisi yang Tidak Berada Tepat di Jalur Angin

Angin yang melewati celah sempit antara bangunan, pintu, dan pagar dapat membuat pakaian bergerak lebih kuat. Karena itu, jangan langsung menempatkan jemuran di depan pintu atau di antara dua bukaan yang berhadapan jika area tersebut sering menjadi jalur angin.

Cobalah mengamati pergerakan pakaian saat teras mendapatkan angin alami. Apabila kain terus berkibar, hanger berputar, atau rak terasa kurang stabil, ubah arah dan posisi jemuran sampai lebih terlindung.

Meski demikian, area yang sepenuhnya tertutup bukan selalu pilihan terbaik. Udara yang tidak bergerak dapat memperlambat pengeringan, sehingga posisi ideal adalah tempat yang terlindung dari angin kencang tetapi masih memiliki aliran udara yang cukup.

5. Pastikan Rak Jemuran Berdiri Stabil di Permukaan Datar

Rak jemuran yang mudah bergoyang bisa membuat hanger bergeser dan pakaian terjatuh. Oleh karena itu, letakkan rak di lantai yang rata, kokoh, dan tidak licin, bukan di atas permukaan miring atau ubin yang basah.

Sebelum menggantung pakaian, buka seluruh bagian rak sesuai petunjuk penggunaan. Pastikan pengunci kaki dan sambungannya terpasang dengan benar agar rak tidak tiba-tiba terlipat ketika menerima beban pakaian basah.

Periksa juga kondisi rak secara berkala. Jika terdapat kaki yang bengkok, sambungan longgar, atau bagian berkarat yang mengurangi kekuatan rangka, perbaiki atau ganti sebelum digunakan kembali.

6. Gunakan Penjepit Pakaian yang Kuat dan Sesuai

Posisi jemuran yang tepat tetap perlu disertai penjepit pakaian yang memadai. Penjepit membantu menahan kain agar tidak terlepas ketika terkena angin, terutama untuk pakaian tipis, kaus anak, handuk kecil, dan kain yang mudah bergeser.

Melansir dari Tom's Guide dalam artikel I Had No Idea Clothespins Had a Hidden Feature — Here's What the Two Holes Are Actually For (2026), bagian penjepit pakaian dirancang dengan bentuk yang membantu mencengkeram tali jemuran dan kain. Penjepit yang digunakan dengan benar dapat membantu menjaga pakaian tetap pada tempatnya sekaligus mengurangi bekas tekanan pada kain.

Pilih penjepit yang pegasnya masih kuat dan tidak retak. Jepit pakaian pada bagian jahitan atau lipatan kain yang cukup tebal agar cengkeramannya lebih baik, tetapi jangan terlalu kuat pada bahan yang mudah rusak.

Untuk pakaian yang ringan, gunakan setidaknya dua penjepit pada bagian yang berlawanan jika diperlukan. Cara ini membantu menjaga kain tidak mudah terangkat atau berputar ketika angin bertiup dari arah berbeda.

7. Atur Jarak Antarpakaian agar Tidak Saling Menarik

Pakaian yang digantung terlalu rapat dapat saling bertumpuk dan menarik satu sama lain ketika tertiup angin. Akibatnya, hanger dapat bergeser, penjepit terlepas, atau beberapa pakaian jatuh sekaligus.

Berikan jarak yang cukup antara satu pakaian dan pakaian lainnya. Selain membantu menjaga posisi kain, jarak ini juga memungkinkan udara mengalir di sela-sela pakaian sehingga proses pengeringan berlangsung lebih baik.

Hindari memenuhi seluruh bagian rak hanya karena ingin menghemat tempat. Jika jumlah pakaian melebihi kapasitas jemuran, lebih baik membaginya menjadi dua tahap daripada membuat rak terlalu penuh dan tidak stabil.

8. Gantung Pakaian Berat di Bagian yang Lebih Kokoh

Pakaian basah umumnya lebih berat daripada ketika sudah kering. Celana berbahan tebal, jaket, handuk besar, dan seprai sebaiknya digantung pada bagian jemuran yang kuat serta tidak mudah melengkung.

Sebarkan beban secara merata di kedua sisi rak. Jangan menggantung seluruh pakaian berat pada satu ujung karena distribusi beban yang tidak seimbang dapat membuat rak miring, bergeser, atau kehilangan kestabilannya.

Jika menggunakan jemuran lipat, periksa batas beban yang dianjurkan oleh produsen. Hindari menggantung terlalu banyak pakaian berat sekaligus, terlebih jika rak digunakan di teras yang terbuka dan mudah terkena angin.

Pakaian yang lebih ringan dapat ditempatkan di bagian yang terlindung dan dijepit dengan baik. Sementara itu, barang berukuran besar seperti seprai sebaiknya tidak dibiarkan menjulur terlalu jauh hingga mudah tertangkap angin.

9. Pilih Hanger yang Tidak Mudah Bergeser

Hanger juga memengaruhi keamanan pakaian selama dijemur. Hanger berbahan licin atau berkait terlalu lebar dapat mudah berpindah ketika terkena hembusan angin, khususnya jika palang jemuran berbentuk bulat dan permukaannya halus.

Gunakan hanger dengan kait yang sesuai dengan bentuk palang jemuran. Jika tersedia, pilih model antiselip atau hanger yang memiliki pengunci agar tidak mudah terangkat ketika pakaian bergerak.

Untuk kemeja, blus, atau pakaian yang mudah melorot, pastikan bagian bahu bertumpu dengan baik pada hanger. Hindari menggantung beberapa potong pakaian sekaligus pada satu hanger jika beban membuatnya tidak seimbang.

Jika teras sering terkena angin, penjepit tambahan dapat digunakan untuk menahan hanger pada palang. Pastikan cara pemasangannya tidak merusak pakaian dan tidak membuat rak kehilangan keseimbangan.

10. Pindahkan Jemuran Saat Angin Kencang atau Hujan Mendekat

Cuaca perlu menjadi pertimbangan sebelum jemuran diletakkan di teras. Saat angin mulai bertiup kencang, hujan disertai petir mendekat, atau peringatan cuaca ekstrem dikeluarkan, sebaiknya pindahkan pakaian ke bagian dalam rumah yang aman.

Melansir dari National Weather Service dalam Strong Wind Safety (tanpa tahun publikasi yang tercantum pada laman), benda-benda yang berada di luar ruangan perlu diamankan ketika angin kencang berpotensi terjadi. Imbauan ini menegaskan pentingnya tidak membiarkan barang ringan berada di tempat terbuka saat cuaca memburuk.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai benda yang dapat roboh atau terbawa angin ketika cuaca ekstrem terjadi. Karena itu, jangan hanya mengamankan pakaian, tetapi periksa pula apakah rak jemuran, pot, dan barang lain di teras berpotensi bergeser atau jatuh.

Jika tidak memungkinkan memindahkan seluruh rak, lepaskan pakaian yang paling ringan dan mudah terbang terlebih dahulu. Akan tetapi, saat angin sangat kencang atau petir mulai terdengar, utamakan keselamatan dan jangan bertahan di teras hanya untuk menyelamatkan jemuran.

Kesalahan yang Membuat Pakaian Mudah Jatuh dari Jemuran

Selain salah memilih posisi, beberapa kebiasaan berikut juga dapat meningkatkan risiko pakaian terjatuh saat dijemur di teras.

  • Menggantung pakaian tanpa penjepit. Hanger dan kain yang tidak terkunci lebih mudah bergeser ketika terkena angin.
  • Menumpuk pakaian pada satu sisi rak. Beban yang tidak seimbang dapat membuat rak miring atau bergeser.
  • Meletakkan jemuran di lantai licin. Kaki rak berisiko berpindah ketika terdorong atau terkena beban.
  • Menggunakan rak yang sudah rusak. Kaki bengkok dan sambungan longgar membuat jemuran kurang stabil.
  • Membiarkan jemuran di luar saat cuaca memburuk. Angin kencang dapat menerbangkan pakaian dan menggeser barang lain di teras.
  • Mengabaikan kapasitas jemuran. Rak yang terlalu penuh menyulitkan pakaian mendapat aliran udara dan meningkatkan risiko beban tidak merata.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat diperbaiki tanpa harus membeli peralatan baru. Mulailah dengan memindahkan rak ke area yang lebih terlindung, menggunakan penjepit yang masih kuat, dan memastikan seluruh pakaian tergantung dengan seimbang.

Tips Tambahan agar Jemuran di Teras Lebih Aman dan Praktis

Ada beberapa langkah tambahan yang bisa dilakukan agar kegiatan menjemur pakaian tetap nyaman, terutama pada rumah dengan teras sempit.

Pertama, pilih rak lipat yang ukurannya sesuai dengan luas teras. Rak yang ringkas lebih mudah dipindahkan ke dalam rumah ketika hujan turun atau angin bertambah kencang.

Kedua, periksa kondisi cuaca sebelum mulai menjemur. Jika langit mulai gelap, angin berubah kencang, atau terdapat peringatan cuaca dari BMKG, pertimbangkan untuk mengeringkan pakaian di dalam rumah dengan sirkulasi udara yang baik.

Ketiga, biasakan mengambil pakaian setelah kering. Cara ini mengurangi waktu pakaian terpapar perubahan cuaca dan menghindari risiko pakaian kembali basah karena hujan.

Keempat, jangan menggantung jemuran di pagar yang tidak dirancang untuk menopang beban. Hindari pula memasang tali atau pengait di tempat yang tidak kokoh, khususnya pada teras bertingkat.

Terakhir, pastikan area berjalan tetap lapang. Jemuran yang menghalangi pintu atau jalur keluar rumah bukan hanya mengganggu kegiatan sehari-hari, tetapi juga dapat menimbulkan risiko tersandung.

Menentukan posisi jemuran di teras tidak cukup hanya dengan mencari tempat yang terkena sinar matahari. Keamanan rak, arah angin, jarak dari tepi teras, kekuatan penjepit, dan pemerataan beban juga perlu diperhatikan agar pakaian tidak mudah berjatuhan.

Posisi yang paling disarankan adalah bagian dalam teras yang terlindung dari angin kencang, memiliki lantai rata, dan tetap mendapatkan sirkulasi udara. Lengkapi dengan penjepit yang kuat serta pindahkan jemuran ketika cuaca memburuk agar pakaian dan penghuni rumah tetap aman.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Posisi Jemuran

1. Di mana posisi paling aman untuk meletakkan jemuran di teras?

Letakkan jemuran di bagian dalam teras yang terlindung dari angin kencang, jauh dari tepi, dan memiliki lantai rata.

2. Apakah jemuran sebaiknya diletakkan dekat dinding?

Ya, jika dinding dapat melindungi jemuran dari angin samping. Berikan jarak yang cukup agar pakaian tidak bergesekan dengan dinding dan tetap mendapatkan aliran udara.

3. Bagaimana cara agar baju tidak jatuh saat angin kencang?

Gunakan penjepit yang kuat, pastikan hanger tidak mudah bergeser, dan pindahkan jemuran ke tempat aman ketika angin mulai kencang.

4. Apakah jemuran boleh diletakkan di dekat pagar balkon?

Sebaiknya jemuran diletakkan di bagian dalam balkon. Hindari posisi terlalu dekat dengan tepi atau menggantung pakaian hingga menjulur keluar pagar.

5. Apa jenis jemuran yang cocok untuk teras sempit?

Rak jemuran lipat dapat menjadi pilihan karena mudah dipindahkan dan disimpan. Pilih ukuran yang sesuai dengan luas teras serta memiliki kaki dan pengunci yang stabil.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6