Mengapa Ada Orang yang Hanya Membaca Chat Grup tanpa Pernah Ikut Berkomentar? Ketahui Alasannya

Mengapa orang hanya membaca chat grup tanpa berkomentar? Kenali alasan, kepribadian, dan faktor psikologisnya.

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 09:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chat grup menjadi sarana komunikasi untuk bertukar kabar, membagikan informasi, hingga membahas pekerjaan dan urusan sehari-hari. Namun, ada anggota yang memilih membaca pesan tanpa pernah ikut berkomentar. Perilaku yang dikenal sebagai silent reader atau lurking ini membuat seseorang tetap mengikuti percakapan tanpa banyak terlibat secara langsung.

Fenomena tersebut sempat dibahas dalam studi di situs Frontiers in Psychology berjudul “‘Left on read’ examining social media users’ lurking behavior: an integration of anxiety and social media fatigue”. Penelitian terhadap 836 responden itu mengkaji hubungan perilaku mengamati tanpa berinteraksi. Temuan tersebut membantu menjelaskan bahwa kebiasaan membaca tanpa menanggapi pesan dapat berkaitan dengan sejumlah faktor psikologis dan sosial.

Lantas, apa saja alasan seseorang memilih diam, dan bagaimana kepribadian serta kondisi psikologis memengaruhi kebiasaan tersebut? Masih simak selengkapnya seperti dirangkum Liputan6.com, Rabu (14/10).

1. Ingin Mengetahui Informasi tanpa Harus Ikut Berbicara

Berdasarkan uraian di studi tersebut, salah satu alasan seseorang menjadi silent reader adalah kebutuhan untuk memperoleh informasi. Dalam grup keluarga, misalnya, anggota bisa membaca kabar mengenai acara, jadwal pertemuan, atau kondisi kerabat tanpa harus menanggapi setiap pesan yang masuk.

Kebiasaan tersebut juga bisa muncul dalam grup kantor atau komunitas. Seseorang mungkin bergabung untuk mengetahui pembagian tugas, jadwal kegiatan, atau pengumuman yang berkaitan dengan kepentingannya. Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, ia merasa tidak perlu menambahkan komentar.

Membaca dan menulis pesan merupakan dua bentuk keterlibatan yang berbeda. Seseorang tetap bisa mengikuti perkembangan percakapan meskipun tidak menyampaikan pendapat secara langsung. Karena itu, jumlah komentar belum tentu menggambarkan seberapa besar perhatian seseorang terhadap informasi di dalam grup.

2. Takut Salah Bicara atau Mendapat Penilaian Orang Lain

Kemudian, sebagian orang memilih diam karena memikirkan dampak dari pesan yang akan dikirim. Mereka mungkin khawatir pendapatnya disalahartikan, dianggap tidak sesuai dengan pembahasan, atau memicu perdebatan dengan anggota lain.

Kekhawatiran tersebut bisa muncul ketika seseorang belum mengenal anggota grup dengan baik atau pernah mengalami kesalahpahaman dalam percakapan sebelumnya. Akibatnya, ia lebih memilih membaca dan mempertimbangkan situasi sebelum menyampaikan pendapat.

Meski demikian, kebiasaan tersebut tidak selalu menandakan seseorang mengalami kecemasan. Keputusan untuk tidak berkomentar juga bisa menjadi pilihan untuk menghindari perdebatan yang tidak diperlukan. Oleh karena itu, alasan seseorang diam perlu dipahami berdasarkan situasi, bukan hanya dari perilakunya di ruang percakapan.

3. Kepribadian Introver dan Cara Berkomunikasi

Kepribadian dapat memengaruhi cara seseorang berinteraksi di ruang digital. Orang yang cenderung introver mungkin lebih nyaman menyimak percakapan daripada ikut berbicara di tengah banyak orang. Mereka juga bisa memilih waktu tertentu untuk menyampaikan pendapat ketika merasa perlu.

Namun, introver tidak berarti selalu menghindari komunikasi. Seseorang dengan kecenderungan ini tetap bisa aktif ketika memiliki informasi yang dibutuhkan anggota lain atau merasa perlu memberikan tanggapan. Cara berkomunikasi juga dipengaruhi topik pembicaraan dan hubungannya dengan orang-orang di dalam grup.

Karena itu, kebiasaan membaca tanpa berkomentar tidak cukup untuk menentukan kepribadian seseorang. Orang yang aktif berbicara di kehidupan sehari-hari pun bisa memilih diam dalam grup tertentu, terutama ketika tidak memiliki hal yang perlu disampaikan atau merasa pembicaraan tidak berkaitan dengan dirinya.

4. Lelah Mengikuti Percakapan dan Ingin Menjaga Privasi

Banyaknya pesan yang masuk dalam satu hari bisa membuat seseorang mengurangi keterlibatan di ruang digital. Ketika harus mengikuti beberapa grup sekaligus, ia mungkin memilih membaca pesan yang berkaitan dengan kebutuhannya dan melewatkan percakapan yang tidak memerlukan tanggapan.

Kebiasaan ini juga dapat berkaitan dengan keinginan untuk mengurangi penggunaan ponsel. Seseorang mungkin tetap membuka grup untuk mengetahui informasi penting, tetapi tidak ingin menghabiskan waktu untuk membalas pesan yang terus berdatangan.

Selain itu, sebagian orang ingin membatasi informasi pribadi yang dibagikan kepada anggota grup. Mereka mungkin bersedia membaca pengalaman orang lain, tetapi tidak ingin menceritakan urusan pribadi atau menyampaikan pendapat di ruang yang bisa diakses banyak orang. Pilihan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengatur batas komunikasi sesuai kebutuhan masing-masing.

5. Diam Bukan Berarti Tidak Peduli terhadap Anggota Grup

Anggapan bahwa orang yang tidak pernah berkomentar pasti tidak peduli bisa menimbulkan kesalahpahaman. Seseorang mungkin membaca pengumuman, memahami informasi yang dibagikan, dan tetap membantu ketika dibutuhkan meskipun tidak menunjukkan keterlibatan melalui pesan.

Namun, ada situasi ketika tanggapan memang diperlukan, misalnya saat grup membahas pembagian tugas, meminta konfirmasi kehadiran, atau membutuhkan keputusan bersama. Dalam kondisi tersebut, anggota perlu menyampaikan jawaban agar komunikasi tidak terhambat.

Cara menyikapi pembaca diam sebaiknya disesuaikan dengan tujuan grup. Jika percakapan hanya bertujuan membagikan informasi, anggota tidak harus selalu diminta berkomentar. Sebaliknya, jika diperlukan keputusan atau tindakan, pertanyaan langsung yang disampaikan dengan sopan bisa membantu memastikan semua pihak memahami hal yang perlu dilakukan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengapa Ada Orang yang Hanya Membaca Chat Grup tanpa Pernah Ikut Berkomentar

1. Apa yang dimaksud dengan silent reader?

Silent reader adalah orang yang membaca pesan atau mengamati percakapan di grup tanpa banyak memberikan tanggapan. Dalam kajian komunikasi digital, perilaku ini juga dikenal sebagai lurking.

2. Mengapa seseorang hanya membaca chat grup tanpa membalas?

Alasannya bisa berupa kebutuhan memperoleh informasi, kekhawatiran terhadap penilaian orang lain, keinginan menjaga privasi, atau kelelahan mengikuti percakapan.

3. Apakah silent reader termasuk orang introver?

Tidak selalu. Orang introver mungkin lebih nyaman menyimak, tetapi orang dengan berbagai tipe kepribadian juga bisa memilih diam karena situasi dan kebutuhan komunikasi.

4. Apakah silent reader memiliki masalah psikologis?

Tidak. Kebiasaan membaca tanpa berkomentar bukan tanda pasti adanya masalah psikologis. Kondisi seseorang tidak bisa disimpulkan hanya dari perilakunya di grup.

5. Apakah silent reader berarti tidak peduli?

Tidak selalu. Seseorang bisa tetap memperhatikan informasi tanpa menulis tanggapan. Namun, ia tetap perlu menjawab ketika grup membutuhkan konfirmasi atau keputusan bersama.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6