Liputan6.com, Jakarta - El Niño merupakan fenomena iklim yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Fenomena ini dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia yang umumnya mengalami penurunan curah hujan ketika El Niño berlangsung.
Perubahan pola cuaca tersebut dapat memengaruhi ketersediaan air, kondisi lingkungan, hingga aktivitas masyarakat. Karena itu, memahami fenomena El Niño, penyebab terjadinya, serta dampaknya menjadi hal penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi iklim.
Penjelasan mengenai fenomena El Niño berikut telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (13/10).
Advertisement
Apa Itu Fenomena El Niño?
El Niño adalah fenomena iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, terutama di sekitar wilayah khatulistiwa. Perubahan suhu laut ini berkaitan dengan perubahan pola sirkulasi atmosfer yang turut memengaruhi distribusi hujan di berbagai belahan dunia.
Fenomena ini merupakan bagian dari pola iklim alami yang dikenal sebagai El Niño–Southern Oscillation (ENSO). ENSO memiliki tiga fase utama, yaitu El Niño, La Niña, dan kondisi netral. El Niño ditandai oleh pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis bagian tengah hingga timur, sedangkan La Niña berkaitan dengan pendinginan suhu laut di wilayah tersebut.
Dampak El Niño tidak sama di setiap negara. Sejumlah wilayah dapat mengalami penurunan curah hujan, sementara wilayah lain justru berpotensi mengalami peningkatan hujan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh letak geografis dan pola atmosfer yang terbentuk selama fenomena berlangsung.
Advertisement
Penyebab Terjadinya Fenomena El Niño
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4485402/original/038851500_1688002280-heat-g9c4f34d61_1280.jpg)
El Niño terjadi akibat perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis yang memengaruhi interaksi antara laut dan atmosfer. Dalam kondisi ini, suhu permukaan laut di wilayah Pasifik bagian tengah hingga timur menjadi lebih hangat dibandingkan rata-rata normalnya. Perubahan tersebut kemudian memengaruhi pola angin dan persebaran pembentukan awan hujan.
Pada kondisi normal, angin pasat membantu mendorong air laut hangat ke arah Pasifik bagian barat, termasuk kawasan Indonesia. Ketika El Niño berkembang, pola angin tersebut cenderung melemah sehingga distribusi air hangat dan pembentukan awan mengalami perubahan.
Akibatnya, aktivitas pembentukan awan hujan dapat bergeser ke arah Pasifik bagian tengah dan timur. Indonesia pun berpotensi menerima lebih sedikit hujan, terutama di wilayah yang terdampak oleh perubahan pola atmosfer tersebut. Meski demikian, tingkat pengaruh El Niño dapat berbeda-beda, bergantung pada kekuatan fenomena dan kondisi iklim lainnya.
Dampak Fenomena El Niño bagi Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332120/original/093938300_1787635708-ker4.jpg)
Fenomena El Niño dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan air dan kondisi lingkungan. Dampaknya tidak selalu sama di seluruh wilayah Indonesia, tetapi beberapa hal berikut perlu diperhatikan.
Fenomena El Niño dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan air dan kondisi lingkungan. Dampaknya tidak selalu sama di seluruh wilayah Indonesia, tetapi beberapa hal berikut perlu diperhatikan.
1. Penurunan Curah Hujan
Salah satu dampak El Niño yang umum terjadi di Indonesia adalah berkurangnya curah hujan. Perubahan pola atmosfer dapat menyebabkan pembentukan awan hujan berkurang sehingga sejumlah wilayah mengalami kondisi yang lebih kering dibandingkan biasanya.
Penurunan curah hujan tersebut dapat memengaruhi pola musim dan meningkatkan kemungkinan berlangsungnya periode kering yang lebih panjang. Namun, besarnya pengaruh tetap bergantung pada intensitas El Niño dan kondisi iklim di masing-masing daerah.
2. Meningkatnya Risiko Kekeringan
Berkurangnya hujan dalam waktu lama dapat menyebabkan cadangan air di sungai, waduk, dan sumber air lainnya menurun. Apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, beberapa wilayah berpotensi mengalami kekeringan yang memengaruhi pemenuhan kebutuhan air sehari-hari.
Kondisi ini membuat pengelolaan sumber daya air menjadi semakin penting. Penggunaan air secara bijak dan pemantauan ketersediaan air diperlukan untuk membantu mengurangi risiko kekurangan air selama periode kering.
3. Gangguan terhadap Sektor Pertanian
Sektor pertanian juga dapat terdampak oleh fenomena El Niño, terutama ketika penurunan curah hujan mengganggu ketersediaan air untuk irigasi. Tanaman membutuhkan pasokan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan, sehingga kondisi kering berkepanjangan dapat memengaruhi proses budidaya.
Apabila air untuk irigasi semakin terbatas, petani mungkin perlu menyesuaikan jadwal tanam dan pengelolaan lahan dengan kondisi cuaca. Karena itu, informasi prakiraan iklim dapat membantu mendukung perencanaan kegiatan pertanian agar lebih sesuai dengan ketersediaan air.
4. Meningkatnya Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan
Kondisi lingkungan yang kering dapat membuat vegetasi dan material organik lebih mudah terbakar. Ketika curah hujan menurun dan kelembapan berkurang, risiko kebakaran hutan dan lahan dapat meningkat, terutama di wilayah yang memiliki bahan bakar kering dan rentan terbakar.
Meski demikian, El Niño bukan satu-satunya penyebab kebakaran. Aktivitas manusia, kondisi tutupan lahan, serta faktor lingkungan lainnya turut memengaruhi terjadinya kebakaran dan tingkat kesulitannya untuk dikendalikan.
Advertisement
Cara Mengantisipasi Dampak El Niño
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4493110/original/085915400_1688633458-Waduk-Lebak-Bulus-Johan-8.jpg)
Meskipun El Niño merupakan fenomena iklim alami, dampaknya dapat diantisipasi melalui perencanaan dan pengelolaan sumber daya yang tepat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
-
Menghemat penggunaan air. Gunakan air sesuai kebutuhan dan hindari pemborosan agar persediaan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien.
-
Memantau informasi iklim. Perhatikan informasi dan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui perkembangan kondisi iklim.
-
Menyesuaikan kegiatan pertanian. Petani dapat mempertimbangkan informasi curah hujan dan ketersediaan air saat menentukan jadwal tanam serta kebutuhan irigasi.
-
Mencegah kebakaran hutan dan lahan. Hindari pembakaran terbuka, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering, serta segera laporkan jika menemukan indikasi kebakaran.
-
Menjaga sumber air. Pengelolaan waduk, sungai, dan sumber air lainnya secara berkelanjutan diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode kering.
Upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat maupun pihak terkait. Dengan pemantauan iklim dan pengelolaan sumber daya air yang baik, risiko yang berkaitan dengan kondisi kering akibat El Niño dapat diantisipasi dengan lebih terencana.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Fenomena El Niño
Apa yang dimaksud dengan fenomena El Niño?
El Niño adalah fenomena iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Fenomena ini memengaruhi pola sirkulasi atmosfer dan curah hujan di berbagai wilayah dunia.
Apa penyebab terjadinya El Niño?
El Niño terjadi akibat perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis yang berkaitan dengan perubahan pola angin dan interaksi antara laut dan atmosfer. Perubahan tersebut memengaruhi persebaran awan hujan di berbagai wilayah.
Apa saja dampak El Niño bagi Indonesia?
El Niño dapat menyebabkan penurunan curah hujan, meningkatkan risiko kekeringan, mengganggu kegiatan pertanian akibat keterbatasan air, serta meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rentan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372199/original/025007600_1791871347-HOAX__33_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332119/original/086247500_1787635576-ker7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371948/original/088475700_1791858298-Sanjaya-Hutagaol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2287781/original/070814500_1532261833-Ethiopian_Airlines.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372004/original/019967400_1791862580-IMG_7783.jpg)