Liputan6.com, Jakarta - Memiliki hobi berkebun sekaligus memelihara anjing atau kucing memerlukan perhatian ekstra terhadap jenis flora yang dipilih untuk menghiasi hunian. Pasalnya, terdapat beberapa jenis tanaman hias yang perlu dijauhkan dari hewan peliharaan karena berpotensi beracun apabila tidak sengaja tertelan, dikunyah, atau bahkan hanya bersentuhan dengan kulit hewan.
Ketidaktahuan pemilik mengenai kandungan zat kimia alami pada tumbuhan dapat berakibat fatal bagi kesehatan sahabat bulu kesayangan, mulai dari iritasi ringan hingga kegagalan organ vital. Edukasi mengenai karakteristik botani dasar menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang estetis namun tetap aman dan harmonis bagi seluruh penghuni rumah.
Melansir dari data yang dipublikasikan oleh American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), ribuan kasus keracunan hewan peliharaan dilaporkan setiap tahunnya akibat konsumsi tanaman rumah tangga yang lazim ditemui. Kewaspadaan dini serta pemilihan vegetasi yang selektif sangat diperlukan agar insiden medis yang membahayakan nyawa anabul dapat dihindari sedini mungkin.
Advertisement
Berikut tanaman hias yang perlu dijauhkan dari hewan peliharaan karena berpotensi beracun dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).
1. Sago Palm (Palem Sagu)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570645/original/025421000_1777534639-Palem_Sagu__Cycas_revoluta_.jpg)
Sago Palm atau yang sering dikenal sebagai pakis haji atau palem sagu (Cycas revoluta) adalah salah satu tanaman hias yang memberikan nuansa tropis yang kuat di halaman maupun dalam ruangan. Namun, keindahan eksotis tanaman ini menyimpan bahaya yang sangat serius. Melansir dari Pet Poison Helpline, seluruh bagian dari Sago Palm beracun, tetapi bijinya mengandung konsentrasi racun yang paling tinggi.
Zat berbahaya utama dalam tanaman ini adalah cycasin, yang merupakan agen toksik penyebab kerusakan hati berat. Sebuah studi dalam Journal of Veterinary Internal Medicine (Ferguson et al., 2011) menyebutkan bahwa tingkat kematian pada anjing yang menelan tanaman ini bisa mencapai 50% jika tidak segera mendapatkan penanganan medis agresif.
Gejala keracunan Sago Palm meliputi muntah, diare berdarah, penyakit kuning (icterus), peningkatan rasa haus, memar, dan kerusakan hati yang bisa berujung pada kematian. Karena tingkat toksisitasnya yang ekstrem, ini adalah prioritas utama tanaman hias yang perlu dijauhkan dari hewan peliharaan karena berpotensi beracun.
Advertisement
2. Bunga Lili (Lilium spp. dan Hemerocallis spp.)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4048353/original/090741500_1654825835-pexels-rodnae-productions-8865105_1_.jpg)
Bagi pecinta kucing, Bunga Lili adalah musuh nomor satu. Meskipun terlihat anggun dan harum, tanaman dari keluarga Lilium (True Lilies) dan Hemerocallis (Daylilies) sangat nefrotoksik atau beracun bagi ginjal kucing. Melansir dari situs resmi Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, bahkan menelan sedikit serbuk sari yang menempel pada bulu kucing saat mereka menjilati diri (grooming) dapat menyebabkan gagal ginjal akut yang fatal dalam waktu kurang dari 3 hari.
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua tanaman dengan nama "Lily" beracun dengan cara yang sama, namun spesies seperti Tiger Lily, Easter Lily, Daylily, dan Asiatic Lily adalah yang paling berbahaya. Gejala awal yang muncul biasanya berupa muntah, hilangnya nafsu makan, dan kelesuan. Jika Anda memelihara kucing, sangat disarankan untuk tidak membawa bunga ini ke dalam rumah sama sekali.
3. Dieffenbachia (Daun Bahagia)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1298565/original/047031000_1469520175-d2.jpg)
Tanaman ini sangat populer di Indonesia dan mudah ditemukan di pekarangan maupun perkantoran karena perawatannya yang mudah dan corak daunnya yang indah. Dieffenbachia mengandung kristal kalsium oksalat yang berbentuk seperti jarum mikroskopis (raphides).
Ketika hewan peliharaan menggigit atau mengunyah daun atau batang Dieffenbachia, kristal-kristal ini akan menembus jaringan lunak di mulut, lidah, dan tenggorokan. Hal ini menyebabkan sensasi terbakar yang hebat, iritasi mulut, air liur berlebihan (hipersalivasi), dan pembengkakan. Dalam kasus yang parah, pembengkakan bisa menyebabkan kesulitan bernapas karena saluran udara tertutup. Meskipun jarang menyebabkan kematian, efeknya sangat menyiksa bagi hewan.
Advertisement
4. Lidah Buaya (Aloe vera)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360726/original/084306700_1790663058-alexandra-tran-NVlPsi_Hmt0-unsplash.jpg)
Lidah buaya dikenal luas memiliki manfaat kesehatan bagi manusia, terutama untuk perawatan kulit dan rambut. Namun, bagi anjing dan kucing, tanaman ini mengandung senyawa yang disebut saponin dan antrakuinon. Melansir dari ASPCA, senyawa ini bertanggung jawab atas efek pencahar yang kuat pada hewan.
Jika hewan peliharaan menelan bagian tanaman lidah buaya, mereka dapat mengalami gejala seperti muntah, lesu, dan diare. Perubahan warna urine menjadi kemerahan juga bisa terjadi akibat konsumsi tanaman ini. Meskipun gel bening di dalamnya sering dianggap aman (dan kadang digunakan dalam produk hewan), lapisan luar daun yang hijau dan getah kekuningan (lateks) di bawah kulit daun adalah bagian yang toksik.
5. Philodendron
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452646/original/055196100_1766414109-pexels-asher-demon-698463437-30976087.jpg)
Serupa dengan Dieffenbachia, Philodendron adalah tanaman hias yang perlu dijauhkan dari hewan peliharaan karena berpotensi beracun akibat kandungan kristal kalsium oksalat yang tidak larut. Tanaman ini sangat populer sebagai tanaman indoor yang merambat atau menggantung.
Kucing sering kali tertarik dengan daunnya yang menjuntai dan mungkin mencoba memainkannya atau menggigitnya. Reaksi yang ditimbulkan meliputi iritasi mulut, rasa sakit dan bengkak di area mulut, lidah, dan bibir, air liur berlebihan, serta kesulitan menelan. Philodendron memiliki banyak varietas, termasuk Monstera deliciosa (yang sering disebut Philodendron pertusa), yang memiliki mekanisme pertahanan kimiawi serupa.
Advertisement
6. Oleander (Nerium oleander)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371965/original/063761000_1791860193-pexels-serabien-33518807.jpg)
Oleander adalah tanaman hias berbunga yang sering ditanam di tepi jalan atau taman karena ketahanannya terhadap cuaca panas. Namun, melansir dari buku Veterinary Toxicology: Basic and Clinical Principles (Gupta, 2018), Oleander mengandung glikosida jantung (cardiac glycosides) yang mirip dengan digoxin.
Zat ini sangat berbahaya karena dapat mengganggu aktivitas listrik jantung. Gejala keracunan pada hewan meliputi detak jantung yang tidak normal (bisa terlalu lambat atau terlalu cepat), muntah, kedinginan, pupil membesar, hingga kolaps dan kematian mendadak. Semua bagian tanaman ini, termasuk air di dalam vas bunga bekas rendaman batangnya, mengandung racun yang kuat.
7. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555381/original/025305100_1776154348-IMG-20260414-WA0050.jpg)
Dikenal juga sebagai Snake Plant, tanaman ini disukai karena kemampuannya memurnikan udara dan ketahanannya di kondisi minim cahaya. Sayangnya, Lidah Mertua juga masuk dalam kategori tanaman hias yang perlu dijauhkan dari hewan peliharaan karena berpotensi beracun.
Tanaman ini mengandung saponin yang berfungsi sebagai insektisida dan fungisida alami bagi tanaman itu sendiri, namun menyebabkan gangguan gastrointestinal pada hewan peliharaan. Gejala yang umum terjadi adalah mual, muntah, dan diare. Tingkat toksisitasnya biasanya ringan hingga sedang, tetapi tetap dapat membuat hewan peliharaan Anda merasa sangat tidak nyaman dan sakit.
Advertisement
8. Bunga Azalea dan Rhododendron
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350675/original/034182900_1789626966-c0205bce-56c8-4d1a-a0fc-3a8a466d735b.jpg)
Azalea dan Rhododendron mengandung grayanotoxins. Senyawa ini dapat mengganggu fungsi sel saraf dan otot pada hewan. Melansir dari Pet Poison Helpline, menelan beberapa daun saja sudah cukup untuk memicu masalah serius.
Gejala klinis yang muncul meliputi gangguan pencernaan (muntah, diare), kelemahan tubuh yang ekstrem, depresi sistem saraf pusat, hingga koma. Dalam kasus keracunan berat, hewan dapat mengalami hipotensi (tekanan darah rendah) dan kolaps kardiovaskular. Tanaman ini sering ditemukan sebagai tanaman pagar atau hiasan taman yang rimbun.
9. Ivy Inggris (Hedera helix)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371966/original/077722000_1791860193-pexels-magda-ehlers-pexels-7237666.jpg)
English Ivy adalah tanaman merambat yang estetik dan sering digunakan untuk menutupi dinding atau pagar. Tanaman ini mengandung triterpenoid saponins. Meskipun dedaunannya beracun, bagian buah beri dari tanaman ini memiliki konsentrasi racun yang lebih tinggi jika tertelan.
Hewan yang terpapar tanaman ini dapat mengalami muntah, sakit perut, hipersalivasi, dan diare. Laporan dari beberapa literatur kedokteran hewan juga menyebutkan bahwa kontak kulit dengan getah tanaman ini dapat menyebabkan dermatitis alergi atau ruam pada hewan yang sensitif.
Advertisement
10. Kuping Gajah (Caladium)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5801689/original/017355800_1778704585-IMG-20260513-WA0015_1_.jpg)
Caladium dikenal dengan daunnya yang lebar berbentuk hati dengan warna-warna yang mencolok. Seperti sepupunya di keluarga Araceae (termasuk Philodendron dan Dieffenbachia), Caladium mengandung kristal kalsium oksalat yang tidak larut.
Hewan yang penasaran dan menggigit daun kuping gajah akan segera merasakan sakit akibat tusukan mikroskopis kristal tersebut. Hal ini sering kali membuat hewan segera berhenti makan, namun kerusakan jaringan mulut sudah terjadi. Bengkak pada saluran napas merupakan risiko terbesar yang harus diwaspadai jika hewan menelan dalam jumlah banyak.
Langkah Pencegahan dan Pertolongan Pertama
Mengetahui daftar tanaman hias yang perlu dijauhkan dari hewan peliharaan karena berpotensi beracun adalah langkah awal. Sebagai pemilik yang bertanggung jawab, ada beberapa tindakan preventif yang bisa dilakukan:
- Identifikasi Tanaman: Cek semua tanaman yang ada di rumah Anda menggunakan aplikasi identifikasi tanaman atau buku botani, lalu silang-rujuk dengan database racun hewan seperti ASPCA.
- Penempatan Strategis: Letakkan tanaman di rak gantung yang tinggi atau ruangan yang tertutup dari akses hewan. Namun, ingat bahwa kucing adalah pemanjat ulung, sehingga memindahkan tanaman mungkin tidak selalu efektif.
- Substitusi Tanaman: Ganti tanaman beracun dengan alternatif yang aman (pet-friendly) seperti Spider Plant, Boston Fern, atau Calathea.
Jika Anda mencurigai hewan peliharaan Anda telah menelan salah satu tanaman di atas, jangan menunggu gejala muncul. Segera bawa ke dokter hewan terdekat. Bawa serta sampel tanaman yang dimakan (potongan daun atau foto tanaman) untuk membantu dokter hewan mendiagnosis dan memberikan penawar atau perawatan yang tepat. Hindari memaksa hewan untuk muntah kecuali diinstruksikan oleh profesional medis, karena beberapa racun bersifat korosif dan dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut saat dimuntahkan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Hias yang Perlu Dijauhkan dari Hewan Peliharaan
1. Apakah semua jenis lili beracun bagi kucing?
Tidak semua tanaman yang bernama "Lili" beracun bagi ginjal (seperti Peace Lily yang hanya menyebabkan iritasi mulut), namun True Lilies (genus Lilium) dan Daylilies (genus Hemerocallis) sangat mematikan dan dapat menyebabkan gagal ginjal akut pada kucing.
2. Apa yang harus dilakukan jika anjing saya memakan tanaman beracun?
Segera jauhkan sisa tanaman dari mulut hewan, bersihkan sisa-sisa di sekitar mulut, dan segera hubungi dokter hewan. Jangan mencoba mengobati sendiri atau memaksa hewan muntah tanpa instruksi dokter.
3. Apakah Lidah Buaya aman jika hanya dioleskan pada kulit hewan?
Gel murni lidah buaya mungkin aman untuk pemakaian topikal pada iritasi ringan, namun jika hewan menjilatinya, risiko keracunan saponin tetap ada. Sebaiknya gunakan produk yang diformulasikan khusus untuk hewan.
4. Mengapa anjing dan kucing suka memakan rumput atau tanaman hias?
Perilaku ini bisa didorong oleh naluri alami untuk melancarkan pencernaan, rasa bosan, kekurangan nutrisi tertentu, atau sekadar rasa penasaran terhadap tekstur dan rasa tanaman.
5. Bisakah tanaman hias beracun menyebabkan kematian pada hewan?
Ya, beberapa tanaman seperti Sago Palm, Oleander, dan Lili (pada kucing) memiliki tingkat toksisitas tinggi yang dapat menyebabkan kematian akibat kegagalan organ jika tidak segera ditangani secara medis.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371964/original/052876500_1791860193-pexels-udoka-gabriel-1914060-20131038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371929/original/073311500_1791856534-Sprei_basah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371934/original/071839600_1791856988-ilustrasi_desain_lorong_sempit_untuk_tempat_jemuran.jpg)