Liputan6.com, Jakarta - Pernah terpikir untuk menanam kembali sayuran yang sudah dipotong setelah selesai memasak? Kalau kamu sering membeli pakcoy untuk membuat tumisan, sup, atau aneka hidangan rumahan, jangan buru-buru membuang bagian bonggolnya. Bagian pangkal pakcoy yang masih segar ternyata bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan daun baru, sehingga kamu dapat mencoba kegiatan berkebun sederhana tanpa harus langsung membeli benih.
Menariknya, cara menanam pakcoy dari sisa bonggol tidak membutuhkan banyak peralatan dan bisa dilakukan di rumah, bahkan jika kamu hanya memiliki ruang terbatas di dekat jendela atau di teras. Kamu cukup menyiapkan bonggol yang sehat, wadah berisi sedikit air, serta pot dan media tanam untuk tahap selanjutnya. Meski begitu, penting untuk memahami bahwa bonggol yang tumbuh kembali belum tentu menghasilkan tanaman utuh sebesar pakcoy yang ditanam dari benih, sehingga proses ini lebih cocok sebagai percobaan berkebun sekaligus memanfaatkan sisa sayuran.
1. Siapkan Sisa Bonggol Pakcoy
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371947/original/041698800_1791858269-ca271a3a-bcab-47a7-ad05-7ebf16b19ef6.jpg)
Langkah pertama dalam menanam pakcoy dari sisa bonggol adalah memilih bagian pangkal sayuran yang masih segar dan memiliki jaringan tanaman yang sehat. Ketika memotong pakcoy untuk dimasak, sisakan bagian bawah batang setinggi sekitar 3–5 cm, termasuk bagian tengah tempat daun-daun tumbuh, karena area tersebut berpotensi menghasilkan tunas baru apabila kondisi air, cahaya, dan lingkungannya mendukung.
Sebaiknya, gunakan bonggol yang tidak berbau, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan agar peluang tumbuhnya lebih baik. Hindari memakai bonggol yang sudah terlalu lama disimpan hingga mengering atau bagian tengahnya rusak, sebab kondisi tersebut dapat menghambat pembentukan daun baru dan membuat usaha menanam kembali menjadi kurang berhasil.
Advertisement
2. Rendam Bonggol dalam Wadah Berisi Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371949/original/079885400_1791858522-53f9be49-39a1-47e3-acd3-e4a4202cb6c5.jpg)
Setelah bonggol siap, ambil mangkuk kecil atau wadah dangkal yang bersih untuk menampung air sebagai media awal pertumbuhan. Letakkan bonggol dengan posisi pangkal menghadap ke bawah, kemudian tambahkan air secukupnya hingga bagian dasar batang terendam, sementara bagian tengah tempat calon tunas muncul tetap berada di atas permukaan air agar tidak terlalu basah dan mengurangi risiko pembusukan.
Pada tahap ini, kamu tidak perlu menggunakan wadah yang besar atau mengisi air sampai menutupi seluruh bonggol karena bagian tanaman yang terus-menerus terendam justru lebih rentan mengalami kerusakan. Gunakan air bersih dan periksa kondisinya secara rutin, sebab air yang keruh atau berbau perlu segera diganti agar lingkungan di sekitar pangkal batang tetap bersih selama proses pertumbuhan berlangsung.
3. Letakkan Bonggol di Tempat Terang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371950/original/089375700_1791858522-98b4fa62-a40a-4a5b-88b2-49e3fa855a3e.jpg)
Bonggol pakcoy yang sudah direndam sebaiknya diletakkan di tempat terang dengan sirkulasi udara yang baik, misalnya di dekat jendela atau di teras yang memperoleh cahaya matahari tidak langsung. Cahaya diperlukan untuk mendukung proses pertumbuhan tanaman, tetapi kamu tidak perlu langsung menempatkannya di bawah terik matahari sepanjang hari, terutama ketika bonggol masih berada dalam tahap awal pertumbuhan dan belum menunjukkan tunas yang kuat.
Selain memperhatikan pencahayaan, pastikan wadah tidak berada di lokasi yang terlalu panas atau mudah terkena kotoran, serta ganti air setiap hari atau ketika kondisinya mulai keruh. Amati bagian tengah bonggol secara berkala untuk melihat apakah ada perubahan warna, pertumbuhan daun kecil, atau tanda kerusakan, karena pengamatan sederhana ini membantu kamu menentukan apakah bonggol masih sehat dan layak dilanjutkan ke tahap penanaman berikutnya.
Advertisement
4. Tunggu hingga Tunas dan Akar Mulai Tumbuh
Setelah beberapa hari berada di dalam air, bonggol pakcoy berpotensi menunjukkan pertumbuhan baru berupa daun kecil dari bagian tengahnya, sedangkan akar dapat mulai terbentuk di area pangkal yang bersentuhan dengan air. Waktu kemunculan tunas tidak selalu sama pada setiap bonggol karena dipengaruhi oleh kesegaran sayuran, kondisi lingkungan, dan kemampuan jaringan tanaman untuk melanjutkan pertumbuhan setelah dipotong.
Kamu dapat mengamati perkembangannya selama sekitar 5–10 hari sebagai perkiraan awal, bukan batas waktu yang pasti, sambil memastikan air tetap bersih dan bonggol tidak menunjukkan tanda pembusukan. Apabila daun baru terus berkembang dan akar mulai terlihat, bonggol bisa dipertimbangkan untuk dipindahkan ke media tanam, tetapi jika hanya muncul sedikit daun tanpa perkembangan akar yang memadai, berikan waktu tambahan sambil tetap memantau kondisinya.
5. Pindahkan ke Pot Berisi Media Tanam
Ketika bonggol sudah menunjukkan pertumbuhan baru dan akar mulai terbentuk, siapkan pot yang memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar dengan baik. Isi pot menggunakan media tanam yang gembur, misalnya campuran tanah dan kompos matang, lalu buat lubang kecil untuk meletakkan bonggol beserta akarnya tanpa merusak bagian tanaman yang sudah tumbuh selama proses perendaman.
Tempatkan akar di dalam media tanam dan tutupi secukupnya, tetapi jangan sampai bagian tengah tempat tunas daun muncul tertimbun tanah karena area tersebut perlu tetap terbuka untuk mendukung pertumbuhan daun. Setelah selesai, siram media secara perlahan hingga lembap dan letakkan pot di lokasi yang memperoleh cahaya cukup, kemudian perhatikan respons tanaman selama beberapa hari pertama untuk memastikan bonggol dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Advertisement
6. Rawat Pakcoy hingga Daun Tumbuh Lebih Banyak
Perawatan setelah pemindahan ke pot berperan penting dalam menjaga tunas pakcoy tetap sehat dan memberi kesempatan bagi daun baru untuk berkembang. Siram tanaman sesuai kebutuhan agar media tanam tetap lembap, tetapi jangan membiarkan air menggenang di dalam pot, sebab kondisi yang terlalu basah dapat mengganggu kesehatan akar dan meningkatkan risiko pembusukan pada bagian pangkal batang.
Selain penyiraman, berikan pencahayaan yang cukup dan pastikan tanaman memperoleh sirkulasi udara yang baik agar pertumbuhan daun tidak lemah atau mudah mengalami gangguan. Jika daun baru terus berkembang, kamu dapat memanen beberapa helai yang sudah cukup besar sesuai kebutuhan, tetapi tetap sisakan bagian tengah dan daun yang sehat agar tanaman memiliki kesempatan untuk melanjutkan pertumbuhannya selama kondisi bonggol masih mendukung.
Tips agar Pakcoy dari Bonggol Tumbuh Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287438/original/029829700_1783227176-Screenshot_2026-07-05_114725.jpg)
Agar proses menanam pakcoy dari bonggol berjalan lebih baik, coba terapkan tips berikut ini:
- Pilih bonggol yang masih segar. Bonggol yang terlalu lama disimpan, mengering, atau membusuk memiliki peluang tumbuh lebih rendah.
- Jangan merendam seluruh bonggol. Air yang terlalu tinggi dapat membuat jaringan batang membusuk.
- Gunakan wadah yang bersih. Air dan wadah yang kotor dapat meningkatkan risiko pembusukan.
- Jangan langsung memberikan pupuk pekat. Setelah dipindahkan ke tanah, tunggu hingga tanaman menunjukkan pertumbuhan baru sebelum memberikan pupuk sesuai dosis.
- Perhatikan kebutuhan cahaya. Tanaman membutuhkan cahaya yang cukup agar daun tumbuh sehat dan tidak memanjang secara lemah.
Advertisement
Berapa Lama Pakcoy dari Bonggol Bisa Dipanen?
Pakcoy yang ditumbuhkan kembali dari bonggol dapat mulai memperlihatkan daun baru dalam beberapa hari hingga sekitar satu minggu apabila kondisi tanaman mendukung, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan daun berukuran layak panen bisa jauh lebih lama. Kecepatan pertumbuhan dipengaruhi oleh kesehatan bonggol, pembentukan akar, ketersediaan cahaya, kelembapan media, serta nutrisi yang dapat diserap tanaman setelah dipindahkan ke pot.
Perlu dipahami bahwa munculnya daun baru tidak selalu berarti tanaman akan berkembang menjadi pakcoy utuh dengan ukuran besar seperti sayuran yang ditanam dari benih. Bonggol yang tersisa setelah dipanen biasanya memiliki kemampuan pertumbuhan terbatas, sehingga hasilnya dapat berbeda-beda, mulai dari sekadar menghasilkan beberapa daun hingga menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik; jika kamu menginginkan panen yang lebih konsisten, menanam pakcoy dari benih tetap menjadi pilihan yang lebih dapat diandalkan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Pakcoy dari Sisa Bonggol
1. Apakah pakcoy bisa tumbuh kembali dari bonggol?
Ya, bonggol pakcoy yang masih segar dapat menumbuhkan daun baru apabila bagian tengah tanaman masih sehat dan kondisi pertumbuhannya mendukung, meskipun hasilnya tidak selalu berupa tanaman utuh berukuran besar.
2. Berapa lama bonggol pakcoy mulai bertunas?
Tunas baru dapat terlihat dalam beberapa hari hingga sekitar satu minggu, tetapi waktunya bergantung pada kesegaran bonggol, pencahayaan, suhu lingkungan, dan kondisi air yang digunakan selama perendaman.
3. Apakah bonggol pakcoy harus direndam dalam air?
Perendaman dengan sedikit air merupakan salah satu cara untuk merangsang pertumbuhan awal, tetapi bagian tengah bonggol sebaiknya tidak terendam seluruhnya agar risiko pembusukan dapat dikurangi.
4. Kapan bonggol pakcoy bisa dipindahkan ke pot?
Bonggol dapat dipindahkan ketika sudah menunjukkan pertumbuhan daun baru dan akar mulai terbentuk, sehingga tanaman memiliki peluang lebih baik untuk beradaptasi dengan media tanam.
5. Apakah pakcoy dari bonggol bisa menghasilkan panen besar?
Belum tentu, karena bonggol sisa panen lebih sering dimanfaatkan untuk menumbuhkan kembali daun dan pertumbuhannya bisa terbatas, sedangkan penanaman dari benih umumnya lebih dapat diandalkan untuk menghasilkan pakcoy berukuran utuh.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371943/original/060230300_1791857736-d38229a8-b07a-4907-b9c5-14567e379c3e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368365/original/006986400_1791430629-Gemini_Generated_Image_yr550iyr550iyr55.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362191/original/087793300_1790761070-HL_pandan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349709/original/083157100_1789541070-d11281c2-0817-4159-a05f-7a7d123493e4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4330609/original/061925900_1676890386-budi_daya_pepaya_california-HERMAN_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329585/original/003753300_1787285436-YGgof2ydHJUP8DOTGz6uLyo4L7UtFKsnpl8BT7VW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346810/original/003884700_1789206379-rambutan.jpg)