Sukses

5 Tips Bakar Sate agar Tidak Gosong, Pahami Bahayanya

Penggunaan lemak saat bakar sate bukan hanya untuk menambah rasa, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung agar daging tidak gosong.

Liputan6.com, Jakarta Sate adalah salah satu hidangan populer di Indonesia yang terdiri dari potongan daging yang ditusuk menggunakan bambu dan kemudian dibakar di atas bara api. Proses memasak sate yang terlihat sederhana sebenarnya memerlukan keterampilan khusus. Bakar sate dengan cara yang salah bisa mengakibatkan daging menjadi kehitaman atau bahkan gosong. Hal ini terjadi karena percikan arang yang menempel pada daging, memberikan rasa pahit yang tidak diinginkan.

Konsumsi daging yang sudah gosong tidak hanya mempengaruhi rasa, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Makanan yang dimasak pada suhu tinggi, termasuk daging sate yang gosong, dapat membentuk senyawa berbahaya seperti akrilamida. Oleh sebab itu, cara bakar sate perlu diperhatikan.

Akrilamida terbentuk melalui reaksi antara asam amino alami asparagine dan beberapa karbohidrat yang terdapat dalam bahan makanan. Kandungan akrilamida tidak ditemukan pada makanan mentah atau yang diolah dengan cara direbus. Namun, pengolahan yang salah, seperti pembakaran yang berlebihan, dapat menyebabkan pembentukan akrilamida. Berikut tips bakar sate agar tidak gosong yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

1. Gunakan Lemak

Penggunaan lemak saat bakar sate bukan hanya untuk menambah rasa, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung agar daging tidak gosong. Lemak yang terselip di antara potongan daging akan melepaskan minyak saat dipanggang, melapisi daging dan mencegah gosong. Selain itu, lemak juga membantu menjaga kelembutan daging.

Untuk sate kambing atau sapi, gunakan sedikit lemak di sela-sela potongan daging. Sedangkan untuk sate ayam, kulit ayam bisa digunakan sebagai pengganti lemak. Jika Anda tidak ingin mengonsumsi lemaknya, Anda bisa membuangnya setelah proses pembakaran selesai. Namun, pastikan untuk tidak melewatkan penggunaan lemak ini.

2. Bakar Sate dalam Keadaan Mentah

Beberapa tempat penjualan sate, memilih untuk membakar sate setengah matang terlebih dahulu dan kemudian mematangkannya saat ada pesanan. Metode ini sebaiknya dihindari karena dapat membuat sate mudah gosong dan rasanya kurang optimal.

Sebaiknya, bakar sate dalam keadaan mentah dengan ukuran potongan daging yang pas, tidak terlalu besar atau terlalu kecil, agar matang dengan sempurna. Membakar sate langsung dari keadaan mentah memastikan bahwa daging matang secara merata dan tidak ada bagian yang terlalu kering atau gosong.

3 dari 4 halaman

3. Hindari Marinasi dengan Bumbu Manis

Meskipun banyak yang percaya bahwa memarinasi daging dengan bumbu sebelum dipanggang akan meningkatkan rasa, penggunaan bumbu marinasi yang manis justru dapat menyebabkan daging cepat gosong. Bumbu yang mengandung kecap, madu, atau gula akan mengkaramelisasi saat terkena panas bara api, membuat daging mudah hangus.

Solusi yang lebih baik adalah mengoleskan atau mencelupkan daging pada bumbu marinasi setelah daging setengah matang. Dengan cara ini, bumbu akan tetap meresap dan memberikan rasa yang kaya tanpa risiko gosong.

4. Hindari Menempelkan Daging pada Arang

Salah satu kesalahan umum yang membuat sate cepat gosong adalah menempelkan daging langsung pada arang yang membara. Pastikan untuk mengatur jarak antara daging dan arang. Pada media bakaran sate, biasanya terdapat penyangga yang membuat daging tergantung dan tidak bersentuhan langsung dengan arang. Ini membantu mencegah percikan api yang bisa membakar daging.

5. Perhatikan Durasi Membakarnya

Durasi pembakaran adalah faktor penting yang mempengaruhi apakah sate akan gosong atau tidak. Estimasi waktu pembakaran sate adalah sekitar 20-30 menit sambil terus dikipasi. Mengipas sate, baik menggunakan kipas manual maupun kipas angin listrik, menjaga bara api tetap menyala dan menghindari pembakaran yang terlalu intens. Selain itu, daging harus dibolak-balik beberapa kali agar matang merata di semua sisi. Proses bakar sate memerlukan perhatian penuh dan tidak bisa disambi dengan kegiatan lain.

4 dari 4 halaman

Bahaya Konsumsi Makanan Gosong

Mengonsumsi makanan gosong, terutama daging, dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, termasuk peningkatan risiko kanker. Saat merayakan acara barbeque atau makan di restoran all you can eat, sering kali makanan menjadi terlalu matang atau gosong. 

Makanan yang dimasak dengan suhu tinggi bisa membentuk senyawa berbahaya bernama akrilamida. Akrilamida adalah bahan kimia dengan sifat toksik dan karsinogenik yang sering ditemukan dalam industri. Ketika masuk ke dalam tubuh, akrilamida dapat berubah menjadi glikidamida, senyawa yang merusak DNA. Kerusakan DNA ini bisa menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan akhirnya mengakibatkan kanker.

Akrilamida terbentuk dari reaksi antara asam amino alami asparagine dan beberapa karbohidrat. Senyawa ini tidak ditemukan pada makanan mentah atau yang diolah dengan cara direbus. Produk susu, daging, dan ikan juga memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengandung akrilamida, kecuali jika diolah dengan cara yang salah.

Selain akrilamida, ada dua bahan kimia berbahaya lainnya yang terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi: hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan amina heterosiklik (HAC). PAH terbentuk ketika lemak dan sari buah dari daging menetes ke api selama proses penggorengan, pemanggangan, atau pembakaran. Kontak langsung dengan api menghasilkan PAH yang dapat menempel pada permukaan daging.

Sedangkan, HAC terbentuk dari reaksi antara molekul, termasuk asam amino dan gula, ketika daging terkena suhu tinggi untuk jangka waktu lama. Semakin lama daging dimasak, semakin tinggi kandungan HAC-nya.

Untuk mengurangi pembentukan HAC, Anda bisa memanaskan daging sebentar di microwave sebelum dimasak dengan suhu tinggi. Hal ini mengurangi waktu memasak di atas api dan menurunkan produksi HAC.

Ahli medis menyarankan "aturan emas" dalam memasak, yaitu memasak makanan hingga berwarna kuning, bukan coklat atau hitam, untuk membatasi pembentukan akrilamida. Memasak dengan suhu rendah juga memiliki risiko karena bakteri mungkin tidak terbunuh, meningkatkan risiko keracunan makanan. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan dalam memasak.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.