Sukses

Simba, Domba Telinga Panjang dari Pakistan yang Viral pada 2022

Domba telinga panjang ini menarik perhatian internasional dan menjadi topik perbincangan di kalangan pecinta hewan dan ilmuwan.

Liputan6.com, Jakarta Mutasi genetik adalah perubahan yang terjadi pada urutan DNA suatu organisme, yang dapat mempengaruhinya. Domba telinga panjang ini menarik perhatian internasional dan menjadi topik perbincangan di kalangan pecinta hewan dan ilmuwan.i berbagai aspek fisik dan fungsional. Pada beberapa kasus, mutasi ini dapat menghasilkan bentuk tubuh yang tidak biasa atau ciri fisik yang unik. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian para ilmuwan, tetapi juga masyarakat umum karena sering kali menghasilkan penampilan yang tidak biasa pada hewan. Termasuk yang terjadi pada domba telinga panjang asal Pakistan

Mutasi genetik bisa terjadi secara alami atau sebagai hasil dari intervensi manusia melalui pembiakan selektif. Pada dasarnya, setiap organisme memiliki mekanisme perbaikan DNA untuk meminimalisir efek dari mutasi yang merugikan. Namun, tidak semua mutasi bersifat merugikan; beberapa justru memberikan kelebihan adaptif atau fitur yang menonjol. 

Contoh yang menarik adalah mutasi pada Simba, domba telinga panjang asal Pakistan. Simba lahir dengan telinga yang sangat panjang, menyerupai tokoh kartun bugs bunny.   Berikut kisah domba telinga panjang asal Pakistan yang Liputan6.com lansir dari laman arabnews.pk, Selasa (18/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Tidak Berumur Panjang

Seekor kambing di Pakistan menjadi viral pada tahun 2022 karena penampilannya yang sangat unik. Kambing yang diberi nama Simba tersebut memiliki telinga yang panjangnya mencapai 46 cm. Penampilan Simba yang tak biasa ini telah menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia.

Simba lahir pada 4 Juni 2022 di Karachi dan menghembuskan nafas terakhirnya pada 11 April 2023. Meskipun hidupnya singkat hanya selama 10 bulan dan 11 hari, Simba berhasil membuat berita global karena telinga panjangnya yang luar biasa.

Pemilik Simba, Muhammad Hasan Narejo, berencana untuk mengajukan rekor dunia yang sama untuk adik Simba, Simbi, yang baru lahir dengan telinga panjang dan menjuntai. "Kesedihan atas kematian Simba sangat besar, tetapi begitu juga dengan kegembiraan atas kelahiran Simbi," kata Narejo yang berusia 31 tahun kepada Arab News. 

"Penyebab kematian Simba tidak diketahui. Pada 11 April, dia tiba-tiba merasakan sakit di perutnya, dan dia meninggal beberapa jam kemudian."

3 dari 3 halaman

Gagal Dicatatkan pada Guinness Book of World Records

Tahun lalu, Narejo telah mengajukan permohonan ke Guinness Book of World Records, tetapi tim mereka belum datang untuk mengukur telinga Simba. "Pihak Guinness Book of World Records menerima jutaan pengajuan dan memprioritaskan pengajuan berbayar daripada yang biasa," jelasnya. 

"Prosesnya memakan waktu yang lama, bisa sampai setahun atau lebih. Pengajuan Simba sedang dalam proses, tetapi tidak bisa mencapai tim Guinness Book of World Records."

Pada 4 April, hanya beberapa hari sebelum kematian Simba, induk kambingnya melahirkan anak perempuan yang diberi nama Simbi. "Simba lahir dengan telinga sepanjang 48 sentimeter, yang tumbuh hingga 82 sentimeter pada saat kematiannya," kata Narejo. "Simbi juga lahir dengan telinga sepanjang 45 sentimeter."

Seperti kakaknya yang telah meninggal, Simbi memiliki kulit berwarna cokelat muda dengan bercak putih. Pemiliknya mengizinkan peliputan berita tentang kedua saudara tersebut, tetapi tidak mengizinkan peliputan tentang induknya karena takut akan "mata jahat."

Induk dari kedua domba tersebut berasal dari ras Lady, yang umumnya memiliki telinga panjang, meskipun tidak sepanjang telinga Simba dan Simbi. "Induk kambingnya tinggal di peternakan saya di suatu tempat," kata Narejo. "Namun, Simbi ada di Karachi. Saya tidak bisa membawa induknya ke sini karena takut akan mata jahat."

Narejo menerima banyak tawaran dari berbagai penjuru dunia dari orang-orang yang ingin membeli Simba. "Tawaran tertinggi datang dari seseorang di Arab Saudi yang memberikan cek kosong, yang saya tolak," katanya, menambahkan bahwa dia tidak menyesali keputusannya. "Saya masih bahagia karena ini adalah passion saya [memelihara kambing], bukan bisnis," tambahnya. "Simba meninggalkan dunia ini saat saya memeluknya. Jadi, saya puas."

Narejo menamai Simba setelah menonton film animasi Disney "The Lion King." "Simba berarti singa," katanya. "Namun kami memberi nama adik Simba, Simbi untuk menghormati kakaknya. Itulah sebabnya kami menamainya Simbi agar kami selalu mengingat Simba."

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.