Hukum Potong Kuku Hari Senin Menurut Islam, Lengkap dengan Doa dan Adabnya

Hukum potong kuku hari Senin menurut Islam adalah diperbolehkan dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Diperbarui 17 Juni 2025, 12:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Potong kuku hari Senin menurut Islam merupakan hal yang perlu diketahui oleh setiap umat Muslim. Memotong kuku merupakan kegiatan yang sunnah untuk dilakukan. Hal ini sejalan dengan menjaga kebersihan sebagian dari iman.

Islam dikenal sebagai agama yang mengatur segala lini kehidupan, termasuk potong kuku hari Senin. Selain itu, dalam Islam juga dianjurkan untuk setiap umat Muslim menjaga kebersihan diri sendiri. 

Dengan mengetahui hukum potong kuku hari Senin menurut Islam, maka anda akan lebih sering melakukan amal tersebut untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Selain hari baik potong kuku, anda juga perlu mengetahui bacaan doa dan adabnya sesuai dengan ajaran agama Islam.

Melansir dari artikel yang diunggah di situs Fakultas Kedokteran UII, memotong kuku yang merupakan salah satu sunah fitrah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, sangat penting dilakukan dalam menjaga tubuh agar tetap sehat. 

Kebersihan kuku termasuk personal hygiene. Menurut Laily (2012) dikutip dari jurnal yang dipublikasikan di Humanism Journal Of Community Empowerment Vol 1 No 1 Oktober 2019 hal 18-23, personal hygiene diartikan sebagai higiene perseorangan yang mencakup semua aktivitas yang bertujuan untuk mencapai kebersihan tubuh, meliputi membasuh, mandi, merawat rambut, mata, kaki, tangan, kuku, gigi, mulut dan membersihkan daerah genital.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai hukum potong kuku hari Senin beserta bacaan doa dan adabnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/6/2025).

Hukum Potong Kuku Hari Senin Menurut Islam

Memotong kuku merupakan salah satu hal yang sunnah dalam Islam. Hal ini juga termasuk dalam menjaga kebersihan tubuh yang menjadi sebagian dari iman. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjaga kebersihan dalam Islam. Karena dengan kebersihan, lebih mendekatkan seseorang pada kesehatan dan mencegah timbulnya berbagai penyakit.

Abu Malik Al-Ash'ari mengungkap bahwa Rasulullah pernah bersabda "Kesucian itu separuh dari iman".

Ada hadits yang menjelaskan secara gamblang bahwa memotong kuku merupakan fitrah manusia. Hal ini juga dijelaskan oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najwi Hafizhahullah di dalam kitabnya Ta’sisul Ahkam ‘ala maa Shahha ‘an Khabaril Anam bisyarhi Ahaditsi ‘Umdatil Ahkam menjelaskan hadits, yang berbunyi:

“Fitrah itu ada lima: Khitan, mencukur habis rambut kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak,” (H.R. Muslim).

Dalam Islam, ada hukum potong kuku hari Senin yakni memperbolehkan dan mengandungan keutamaan hingga mendatangkan keberkahan. Selain itu, terdapat hari-hari baik yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk memotong kuku, yakni:

  1. Menurut Islam potong kuku hari Selasa mendatangkan keburukan berupa kerusakan dan kehancuran.
  2. Potong kuku hari Rabu membuat akhlak menjadi buruk atau tidak baik.
  3. Menurut Islam potong kuku hari Kamis akan mendatangkan kekayaan.
  4. Menurut Islam potong kuku hari Jumat akan mendatangkan kebaikan, yakni menambah ilmu dan pertanda sifat santun.
  5. Potong kuku hari Sabtu akan membuat seseorang tertimpa sakit.
  6. Menurut Islam potong kuku hari Minggu mendatangkan hal buruk yakni berupa tidak mendapatkan barokah.

Terlepas dari hal ini, sebagaimana dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, hari-hari yang baik untuk memotong kuku adalah pada hari Jumat sebelum berangkat shalat Jumat, dan pada hari Kamis dan Senin.

وَيُسَنُّ غَسْلُ رُءُوسِ الْأَصَابِعِ بَعْدَ قَصِّ الْأَظْفَارِ لِمَا قِيلَ إنَّ الْحَكَّ بِهِ قَبْلَ الْغُسْلِ يُورِثُ الْبَرَصَ وَالْأَوْلَى فِي قَصِّهَا أَنْ يَكُونَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ الْخَمِيسِ أَوْ الِاثْنَيْنِ

Artinya: "Yang utama memotong kuku dilakukan pada hari Jumat, Kamis atau Senin," (Lihat Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, Beirut-Dar al-Fikr, juz III, halaman 361).

Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan di Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan September 2023, Volume 3, Nomor 2, 22-26 dijelaskan ulama tertentu dari mazhab Hanbali dan Syafi'iyah menyarankan untuk memotong kuku di hari Jumat. Menurut Imam An Nawawi, "Imam Asy-Syafi’i dan para ulama Mazhab Syafi’iyah rahimahumullah menegaskan dianjurkannya memotong kuku dan mencukur rambut-rambut di badan (kumis dan bulu kemaluan) pada hari Jumat." (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 1:287).

Masih dari sumber yang sama, "Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang memotong kuku," menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar. "Sebaiknya dilakukan pada hari Jumat, sebelum matahari terbenam," jawabnya. Selain itu, ia menyatakan bahwa "disarankan pada hari Kamis." "Masyarakat bisa memilih waktu untuk memotong kukunya," imbuhnya. Menyusul penyampaian pandangan Imam Ahmad, Al-Hafizh memberikan komentarnya “(Pendapat terakhir) adalah pendapat yang dijadikan pegangan, bahwa memotong kuku itu disesuaikan dengan kebutuhan.” (Dinukil dari Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Turmudzi, 8:33) (Analisis et al., 2022).

Adab Memotong Kuku

Kebersihan kuku termasuk dalam konsep thaharah (bersuci) dalam Islam. Islam mempunyai perhatian yang sangat tinggi terhadap kebersihan dan kesucian (thaharah). Mengutip buku berjudl Fiqih Thaharah Panduan Praktis Bersuci (2018) karya Ibnu Abdillah dijelaskan dari segi bahasa thaharah berarti bersih dan suci dari segala yang kotor, baik yang bersifat hissiy (dapat diindera) atau yang bersifat ma'nawiyy (abstrak). Sedangkan menurut syara' thaharah adalah menghilangkan hadats dan najis. 

Memotong kuku dalam Islam juga memiliki beberapa adab yang bisa diikuti oleh umat Muslim. Hukum memotong kuku yang mengikuti cara dalam kitab Al-Majmu adalah sunnah, yang berbunyi:

“Disunahkan untuk memulai dari tangan kanan kemudian tangan kiri, dari kaki kanan kemudian kaki kiri.”

Menurut Imam Nawawi urutan memotong kuku dimulai dari tangan kanan adalah sebagai berikut:

  1. Dimulai dari telunjuk
  2. Jari tengah
  3. Jari manis
  4. Jari kelingking
  5. Terakhir jempol.

Sementara untuk tangan kiri, urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Dimulai dari jari kelingking
  2. Jari manis
  3. Jari tengah
  4. Jari telunjuk
  5. Terakhir jari jempol.

Sedangkan untuk kuku kaki kanan dimulai dari kelingking hingga ke jempol dan kaki kiri dimulai dari jempol hingga kelingking.

Imam Ibnu Hajar mengatakan dalam Kitab Fathul Bari, “Tidak ada satu pun hadits yang menjelaskan tentang tertib memotong kuku. Akan tetapi Imam Nawawi menegaskan dalam kitab Syarh Muslim, bahwa disunahkan untuk memulai dari jari telunjuk tangan kanan, tengah, manis, kelingking, dan jempol. Untuk jari tangan sebelah kiri dimulai dari jari kelingking, manis, sampai jempol. Untuk kaki dimulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol, dan kaki sebelah kiri dimulai dari jempol sampai jari kelingking.”

Dalam Islam, tidak boleh seorang muslim memelihara kuku, atau membiarkan kukunya panjang hingga lebih dari 40 hari. Dalam sebuah hadits, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

"Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam." (HR. Muslim no. 258).

Yang dimaksud hadits ini adalah jangan sampai kuku dan rambut-rambut atau bulu-bulu yang disebut dalam hadits dibiarkan panjang lebih dari 40 hari (Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 133). Sementara untuk pria muslim, disunahkan untuk memotong kuku sebelum mengerjakan sholat Jumat seperti yang dikerjakan oleh Rasulullah. Dalam sebuah hadits dijelaskan sebagai berikut:

"Adapun menurut Imam asy-Syafi’i dan ulama-ulama asy-Syafi’iyah, sunah memotong kuku itu sebelum mengerjakan sembahyang Jumat, sebagaimana disunatkan mandi, bersiwak, memakai wewangian, berpakaian rapi sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan sholat Jumat." (HR. Muslim)

Bacaan Doa Sebelum Memotong Kuku

Selain mengetahui hukum potong kuku hari Senin dan adabnya, anda juga perlu mengetahui bacaan doa memotong kuku yang dianjurkan untuk diamalkan sebelum memotong kuku. Berikut bacaannya:

بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ، وَ عَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Arab latin: Bismillaah wa billaah, wa 'alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya."

QNA: Potong Kuku Hari Senin Menurut Islam

Q: Apakah potong kuku hari Senin dianjurkan dalam Islam?

A: Ya, potong kuku pada hari Senin termasuk yang dianjurkan. Hal ini disebut dalam berbagai literatur fikih sebagai salah satu hari yang utama, selain hari Kamis dan Jumat.

Q: Apa keutamaan memotong kuku hari Senin?

A: Dalam beberapa riwayat, potong kuku di hari Senin dipercaya membawa berkah dan perlindungan dari penyakit. Meski keutamaannya tidak sebesar hari Jumat, hari Senin tetap termasuk dalam hari yang disunnahkan.

Q: Apakah ada dalil khusus tentang potong kuku hari Senin?

A: Tidak ada hadits shahih yang secara eksplisit menyebutkan keutamaan hari Senin untuk memotong kuku. Namun, dalam beberapa kitab fikih seperti Hasyiyatul Jamal, disebutkan bahwa yang utama adalah hari Jumat, Kamis, dan Senin.

Q: Bagaimana jika tidak sempat memotong kuku di hari Jumat, apakah hari Senin bisa jadi pengganti terbaik?

A: Ya, jika tidak memungkinkan melakukannya pada hari Jumat, maka hari Senin bisa menjadi pilihan yang baik dan tetap termasuk dalam hari yang disunnahkan menurut ulama fikih.

Q: Apakah memotong kuku hari Senin memiliki pengaruh terhadap kesehatan menurut pandangan Islam?

A: Dalam Islam, menjaga kebersihan adalah bagian dari iman, dan memotong kuku termasuk bagian dari fitrah manusia yang menjaga kebersihan tubuh. Hari Senin, sebagai hari yang disunnahkan, diyakini membawa manfaat lahir dan batin, termasuk untuk menjaga kesehatan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6