Sukses

Fiberglass Adalah Bahan Lunak dari Serat Kaca, Perhatikan Cirinya

Fiberglass adalah bahan lunak yang terbuat dari serat kaca yang ditarik menjadi serat tipis dengan garis tengah sekitar 0.005 mm - 0.01 mm.

Liputan6.com, Jakarta - Fiberglass adalah bahan lunak yang terbuat dari serat kaca yang ditarik menjadi serat tipis dengan garis tengah sekitar 0.005 mm - 0.01 mm. Bahan ini memiliki struktur cair yang mengeras ketika terpapar udara atau panas. Kelebihan utama fiberglass adalah kekuatan, tahan lama, dan tahan korosi. Fleksibilitasnya memungkinkan pembentukan berbagai macam perabotan rumah tangga dan industri.

Proses pembuatan kerajinan fiberglass adalah melibatkan pencampuran serat fiberglass dengan resin dan menggunakan katalis untuk menginisiasi pengerasan. Bahan ini dapat dibentuk dan diatur bentuknya bahkan ketika masih setengah mengeras. Pewarnaan fiberglass bisa dilakukan saat masih cair maupun saat bahan mengering, sehingga memberikan fleksibilitas dalam mendapatkan warna yang diinginkan.

Fiberglass adalah bahan yang memiliki penampilan bening seperti kaca atau air, sehingga dapat digunakan untuk menciptakan kerajinan dengan tampilan menyerupai air atau benda transparan lainnya. Kekuatan dan ketahanannya terhadap benturan, korosi, dan sinar UV menjadikannya pilihan yang populer dalam industri penerbangan, kedirgantaraan, otomotif, serta berbagai aplikasi elektronik dan medis.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang fiberglass, campuran fiberglass, contoh kerajinan dari fiberglass, hingga ciri-ciri fiberglass, Jumat (14/7/2023).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Berupa Bahan Lunak

Secara bahasa, fiberglass istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya serat kaca. Bahan fiberglass adalah terbuat dari kaca cair yang kemudian ditarik hingga membentuk serat tipis dengan garis tengah sekitar 0.005 mm hingga 0.01 mm. Proses ini melibatkan pemanasan kaca hingga meleleh, lalu menariknya secara perlahan sehingga serat-serat tipis dapat terbentuk.

Dalam buku berjudul "Prakarya" yang ditulis oleh Suci Paresti, Dewi Sri Handayani Nuswantari, Sukri, dan Ichda Chaerudin, dijelaskan serat fiberglass adalah dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain. Kain fiberglass kemudian diresapi dengan resin untuk menghasilkan bahan yang kuat dan tahan korosi.

Inilah sebabnya mengapa fiberglass sering digunakan sebagai bahan pembuatan badan mobil dan bangunan kapal. Kekuatan dan ketahanan fiberglass terhadap korosi membuatnya menjadi pilihan yang baik dalam lingkungan yang penuh dengan kelembapan dan air.

Selain sebagai bahan pembuatan badan mobil dan bangunan kapal, fiberglass juga sering digunakan sebagai agen penguat dalam berbagai produk plastik. Bahan ini memiliki keunggulan dalam hal ringan, tahan lama, dan kuat. Kelebihan tersebut menjadikan fiberglass sebagai pilihan yang baik untuk digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam pembuatan perabotan rumah tangga dan barang-barang industri. Fleksibilitasnya memungkinkan fiberglass untuk dibentuk menjadi berbagai macam perabotan dengan beragam desain dan bentuk.

Keunggulan Lainnya

Keunggulan lain dari fiberglass adalah kemampuannya sebagai bahan isolasi suhu tinggi. Bahan ini dapat berperan sebagai penghalang panas yang efektif, sehingga sering digunakan dalam industri yang melibatkan suhu tinggi. Selain itu, fiberglass juga memiliki nilai yang tinggi dalam hal keamanan dan serba guna.

Sifatnya yang tahan lama dan kuat membuatnya menjadi bahan yang populer dalam berbagai aplikasi industri seperti penerbangan dan kedirgantaraan, properti untuk pembuatan kapal, otomotif, serta perangkat elektronik seperti TV, radio, komputer, dan ponsel.

Dalam proses pembuatan fiberglass, terdapat campuran bahan-bahan tertentu. Masih mengutip dari sumber buku yang sama, campuran fiberglass adalah berupa cairan resin (yang bahan dasarnya berasal dari minyak bumi dan residu), katalis, matt atau serat fiber, polish atau sabun krim, silikon untuk pembuatan cetakan, serta talk sebagai bahan pengental warna.

Pada proses produksi, perbandingan yang tepat antara bahan-bahan ini sangat penting untuk menghasilkan produk fiberglass yang berkualitas. Ketika zat cair seperti resin dan katalis dicampur, mereka akan bereaksi dan mengeras menjadi bahan padat yang kokoh.

Sementara itu, untuk membuat kerajinan fiberglass, diperlukan bahan-bahan seperti resin, katalis, matt fiber, cat, dan silikon resin sebagai alat cetak. Selain itu, beberapa alat seperti sendok, wadah mangkuk, cetakan silikon, dan gunting juga diperlukan. Dengan menggunakan bahan-bahan dan alat-alat tersebut, kerajinan fiberglass dapat dibuat dengan berbagai variasi desain dan aplikasi yang kreatif.

 

3 dari 3 halaman

Ciri-Ciri Fiberglass

Dalam modul berjudul PJJ Prakarya Kerajinan, terdapat beberapa ciri-ciri fiberglass yang perlu diketahui. Di antaranya:

1. Fiberglass memiliki struktur cair dan jika mengering akan mengeras:

Fiberglass pada awalnya berbentuk cair karena terbuat dari kaca yang dilelehkan. Namun, ketika terpapar udara atau paparan panas tertentu, fiberglass akan mengeras dan membentuk struktur yang padat.

2. Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras:

Salah satu keunggulan fiberglass adalah kemampuannya untuk dibentuk dan diatur bentuknya bahkan ketika masih dalam proses pengerasan. Hal ini memungkinkan pengrajin fiberglass untuk mengatur dan membentuk bahan sesuai dengan desain yang diinginkan.

3. Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak atau dicor:

Untuk membuat kerajinan fiberglass, metode yang umum digunakan adalah proses cetakan atau pengecoran. Serat fiberglass dicampur dengan resin dan kemudian dituangkan ke dalam cetakan atau cor. Proses ini memungkinkan pembuatan kerajinan fiberglass dengan bentuk yang kompleks dan detail yang tinggi.

4. Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat fiberglass dapat cepat mengeras:

Dalam proses pembuatan fiberglass, katalis digunakan sebagai bahan yang menginisiasi reaksi kimia antara serat fiberglass dan resin. Katalis ini memicu proses pengerasan yang cepat, sehingga fiberglass dapat mengeras dengan cepat menjadi bahan yang kuat dan padat.

5. Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih dalam keadaan cair maupun saat bahan mengering:

Fiberglass dapat diwarnai saat masih dalam keadaan cair atau saat proses pengerasan berlangsung. Pewarna ditambahkan ke dalam campuran resin dan serat fiberglass untuk memberikan warna yang diinginkan. Alternatifnya, pewarna juga dapat diterapkan pada permukaan fiberglass yang telah mengeras menggunakan metode pencatuan atau pengecatan.

6. Fiberglass tahan lama dan kuat:

Salah satu keunggulan utama fiberglass adalah kekuatan dan ketahanannya. Fiberglass memiliki kekuatan yang tinggi dan tahan lama terhadap berbagai kondisi, seperti benturan, korosi, dan paparan sinar UV. Sifat ini menjadikan fiberglass sebagai bahan yang ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan jangka panjang.

7. Wujud fiberglass bening seperti kaca atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air:

Fiberglass memiliki penampilan yang transparan atau bening seperti kaca atau air. Hal ini memungkinkan pembuatan kerajinan fiberglass dengan tampilan yang menyerupai air atau benda transparan lainnya. Keistimewaan ini memungkinkan para pengrajin untuk menciptakan desain yang menarik dan unik dengan menggunakan fiberglass sebagai bahan utama.

Ciri-ciri di atas memperlihatkan bahwa fiberglass adalah bahan lunak yang serbaguna dan memiliki sifat yang unik. Kelebihan seperti kemampuan membentuk, tahan lama, kekuatan, dan penampilan yang menyerupai kaca atau air menjadikan fiberglass sebagai pilihan yang populer dalam industri kerajinan dan berbagai bidang aplikasi lainnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini