Liputan6.com, Jakarta Doa Nurbuat adalah doa ketika umat Islam mencari perlindungan, berkah, dan bimbingan Allah. Meskipun tidak ada penyebutan khusus tentang Doa Nurbuat dalam hadits atau Al-Qur'an, membaca doa ini telah menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Doa ini diyakini memiliki keutamaan khusus karena isinya dan niat baik di baliknya, terutama jika diamalkan sebanyak 7x secara rutin.
Khasiat Doa Nurbuat 7x salah satunya adalah untuk melindungi individu dari berbagai kesulitan. Khasiat doa Nurbuat 7x dianggap sebagai sarana untuk mencari perlindungan Allah dari segala macam bahaya, termasuk bahaya fisik dan spiritual. Tindakan memohon bimbingan dan rahmat Allah diyakini menciptakan perisai terhadap pengaruh negatif dan kemalangan yang dapat menimpa kita.
Advertisement
Khasiat Doa Nurbuat 7x juga dikaitkan dengan mencari. Dimana Umat Muslim percaya bahwa doa ini dapat berfungsi sebagai jalan untuk mendapat rahmat ilahi, membuka pintu menuju berkah dan rejeki yang melimpah. Selain itu, terdapat banyak khasiat Doa Nurbuat 7x lainnya yang dipercara bisa di dapatkan dnegan mengamalkan doa ini secara rutin dan teratur dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lengkapnya, berikut ini telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber khasiat-khasiat Doa Nurbuat 7x, beserta dengan bacaan lengkap dengan cara mengamalkannya, Rabu (18/6/2025).
Ini Dia Khasiat Doa Nurbuat 7x
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
Doa Nurbuat adalah doa yang terkenal dalam tradisi Islam. Doa Nurbuat adalah salah satu doa yang sering dibaca oleh umat Islam untuk memohon perlindungan, berkah, dan keberkahan dari Allah SWT. Doa ini juga diyakini memiliki khasiat dan keutamaan tertentu. Namun, penting untuk diingat bahwa doa adalah bentuk komunikasi dan ibadah pribadi dengan Allah, dan manfaatnya mungkin bervariasi bagi setiap individu.
Membaca Doa Nurbuat sebanyak tujuh kali secara rutin diyakini dapat membawa keberkahan dan mendatangkan manfaat tertentu bagi pelakunya. Beberapa keutamaan yang dikaitkan dengan Doa Nurbuat antara lain:
- Perlindungan dan keselamatan: Dalam Islam, Doa Nurbuat diyakini dapat menjadi perlindungan dari berbagai bahaya dan musibah.
- Pembukaan pintu rezeki: Banyak orang meyakini bahwa membaca Doa Nurbuat secara rutin dapat membantu dalam membuka pintu rezeki dan memperoleh keberkahan dalam aspek materi.
- Ketenangan hati dan kebahagiaan: Doa Nurbuat juga dikaitkan dengan membantu seseorang meraih ketenangan hati, kebahagiaan, dan keberkahan dalam hidupnya.
- Perlindungan dari gangguan makhluk halus: Beberapa orang meyakini bahwa membaca Doa Nurbuat dapat melindungi dari gangguan makhluk halus atau jin jahat.
Namun, kembali lagi bahwa keutamaan dan manfaat yang diyakini terkait dengan membaca Doa Nurbuat dapat berbeda-beda dalam tradisi dan keyakinan masing-masing individu. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang keutamaan atau manfaat khusus yang diyakini dalam tradisi agama tertentu, disarankan untuk mencari panduan dari ahli agama atau sumber-sumber yang terpercaya.
Advertisement
Bacaan doa nurbuat arab latin dan artinya, beserta dengan cara mengamalkannya
Berikut ini adalah bacaan Doa Nurbuat dalam bahasa Arab, dilengkapi dengan transliterasi Latin dan artinya dalam bahasa Indonesia:
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ وَأَنَّكَ أَنْتَ الْوَاحِدُ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ تُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَكَ كُفُوًا أَحَدٌ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الَّذِي يُسَيِّرُ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَالْأَرْضَيْنِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَيَسْبِحُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَيْنِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنَّهُ لَا يُخَافُ عَلَيْهِ مِنْ ضَيْعَةٍ وَلَا هَوَانٍ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ الَّذِي تُحِبُّ اللَّطَفَ فِي الْخَلْقِ فَاجْعَلْنِي خَفِيفَ الْوَجْهِ عَلَى الْخَلْقِ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ الَّذِي تُحِبُّ اللَّطَفَ فِي الْخَلْقِ فَاجْعَلْنِي خَفِيفَ الْوَجْهِ عَلَى الْخَلْقِ وَحَبِّبْنِي إِلَى خَلْقِكَ
Latin:
Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma inni as-aluka bi-anna laka al-hamd wa-annaka anta al-wahidu al-ahadu al-samadu alladhi lam yalid wa-lam yulad wa-lam yakun laka kufuwan ahad.
Allahumma inni as-aluka bi-annaka rabbu al-samawati al-sab'i wa-rabbu al-'arshi al-'azhim.
Allahumma inni as-aluka bi-annaka rabbu al-'arshi al-'azhim alladhi yusayyiru al-samawati al-sab'a wa-al-ardayni wa-man fi hinna wa-yasbihu al-samawati wa-al-ardayni wa-man fi hinna wa-innahu la yukhafu 'alayhi min day'atin wa-la hawan.
Allahumma inni as-aluka bi-annaka anta al-latif al-khabir.
Allahumma inni as-aluka bi-annaka anta al-latif al-khabir alladhi tuhibbu al-latafa fi al-khalqi faj'alni khaif al-wajhi 'ala al-khalq.
Allahumma inni as-aluka bi-annaka anta al-latif al-khabir alladhi tuhibbu al-latafa fi al-khalqi faj'alni khaif al-wajhi 'ala al-khalq wa-habbibni ila khalqik.
Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu bahwa bagi-Mu-lah segala puji dan sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Esa, Maha Tunggal, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Mu.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu sebagai Tuhan yang menguasai tujuh langit dan Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu sebagai Tuhan yang menguasai 'Arsy yang agung, yang mengatur tujuh langit dan dua bumi, dan yang disaksikan oleh langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Dan sesungguhnya Dia tidak takut terhadap kerugian atau kehancuran apa pun.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu sebagai Yang Maha Lembut, Maha Mengetahui.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu sebagai Yang Maha Lembut, Maha Mengetahui, yang menyukai kelembutan dalam menciptakan. Jadikanlah aku lemah lembut dalam berinteraksi dengan makhluk-Mu.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu sebagai Yang Maha Lembut, Maha Mengetahui, yang menyukai kelembutan dalam menciptakan. Jadikanlah aku lemah lembut dalam berinteraksi dengan makhluk-Mu dan cintailah aku oleh makhluk-Mu."
Cara mengamalkan Doa Nurbuat adalah dengan membacanya secara rutin, idealnya sebanyak tujuh kali setelah shalat tahajud atau shalat sunnah lainnya. Anda dapat mengamalkannya sebagai doa pribadi untuk memohon perlindungan, berkah, dan keberkahan dari Allah SWT. Selain itu, menjaga keikhlasan dan konsistensi dalam membaca doa tersebut juga merupakan faktor penting dalam mengamalkannya. Jika Anda memiliki niat dan keyakinan yang tulus, diyakini bahwa doa ini akan membawa manfaat bagi Anda.
Asal-Usul Doa Nurbuat: Dari Malaikat Jibril untuk Hasan dan Husain
Asal-usul Doa Nurbuat diyakini berasal dari kisah yang diriwayatkan oleh Imam Ibn 'Asakir dan dikutip dalam Tafsir Ibn Katsir (Dar al-Thayyibah, 1999, jilid VIII, hlm. 207). Dalam kisah tersebut, Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW yang sedang bersedih karena kedua cucunya, Hasan dan Husain, terkena penyakit ‘ayn (pengaruh mata hasad). Jibril kemudian mengajarkan Rasulullah doa untuk melindungi keduanya:
"Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang qadim, memiliki wajah yang mulia, pemilik kalimat-kalimat sempurna dan doa-doa yang mustajab, lindungilah Hasan dan Husain dari jin dan dari mata manusia."
Setelah Rasulullah membacakan doa tersebut, Hasan dan Husain dikisahkan langsung sembuh dan bermain di hadapan beliau. Dari sinilah doa ini diyakini berasal dan menjadi dasar spiritual pengamalan Doa Nurbuat.
Secara historis dan budaya, Doa Nurbuat banyak dijumpai dalam kitab-kitab doa populer di kalangan pesantren, seperti Majmuk Syarif, Kitab Mujarrobat Jawa dan Sunda. Para santri mengamalkannya karena diyakini memiliki keutamaan perlindungan dari gangguan gaib dan kejahatan manusia, serta untuk kemuliaan batin dan kejernihan spiritual. Di beberapa lingkungan pesantren, doa ini juga sering diberikan melalui ijazah (izin pengamalan dari guru), meski dalam praktiknya, tidak mutlak diperlukan ijazah untuk membacanya.
Pro dan Kontra: Antara Tradisi dan Tekstualitas
Pengamalan Doa Nurbuat memang menuai perbedaan pendapat di kalangan ulama dan umat Islam. Berikut dua sudut pandang yang mencerminkan dinamika ini.
Pendapat yang Membolehkan
Menurut ulama seperti Al-Manawi dalam kitab Faidhul Qadir, hukum membaca doa yang tidak berasal langsung dari Nabi Muhammad tetap diperbolehkan, selama isinya tidak bertentangan dengan syariat:
"Boleh membaca doa yang bukan berasal dari Nabi, selama tujuannya tidak menyimpang dari syariat. Doa dari Nabi lebih utama, tapi doa lain tetap boleh." (Faidhul Qadir, Al-Manawi)
Pandangan ini didukung oleh kaidah bahwa doa adalah bentuk permohonan, dan selama lafaznya baik serta tidak mengandung kesyirikan, maka dibolehkan mengamalkannya. Ini juga sejalan dengan prinsip umum dalam Islam bahwa doa bisa berasal dari siapa saja, selama isinya sesuai dengan nilai-nilai tauhid.
Pendapat yang Melarang atau Meragukan
Di sisi lain, sebagian kelompok yang lebih berorientasi pada tekstualitas (nash) menilai bahwa Doa Nurbuat tidak memiliki sanad kuat yang dapat dikategorikan sebagai hadits sahih, sehingga mereka memilih tidak mengamalkannya. Mereka berargumen bahwa mengamalkan doa yang tidak bersumber dari Rasulullah dengan keyakinan khusus bisa menimbulkan bid’ah atau pengkhususan tanpa dasar syariat.
Namun perlu dicatat, pandangan ini tidak serta-merta menyatakan dosa bagi pengamalnya, melainkan hanya menyerukan kehati-hatian dalam menetapkan nilai ibadah pada doa yang tidak ma’tsur (tidak berasal dari Nabi secara eksplisit dalam hadits sahih).
Advertisement
FAQ Seputar Doa Nurbuat
1. Apa itu Doa Nurbuat dan dari mana asal-usulnya?
Doa Nurbuat berasal dari gabungan dua kata Arab, "nur" (cahaya) dan "nubuwwah" (kenabian), yang secara makna berarti "cahaya kenabian". Doa ini dikenal luas di kalangan umat Islam, terutama di Indonesia, dan sering ditemukan dalam kitab-kitab mujarabat seperti Majmuk Syarif. Salah satu bagian awal doa ini diyakini berasal dari hadits riwayat Ibnu Asakir yang mengisahkan Jibril mengajarkan doa tersebut kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyembuhkan cucunya, Hasan dan Husain, dari penyakit 'ayn (penyakit akibat pandangan hasad).
2. Apa hukum membaca Doa Nurbuat menurut pandangan ulama?
Secara umum, hukum membaca Doa Nurbuat adalah boleh, selama isinya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Menurut Al-Manawi dalam Faidhul Qadir, doa yang tidak berasal dari Nabi tetap diperbolehkan, meskipun doa yang ma’tsur (yang bersumber dari al-Qur'an atau Hadits) lebih utama. Penting untuk tidak meyakini bahwa Doa Nurbuat berasal dari Nabi SAW jika tidak ada sanad yang sahih, tetapi mengamalkannya sebagai doa biasa tetap diperbolehkan.
3. Kapan waktu terbaik untuk membaca Doa Nurbuat?
Doa Nurbuat bisa dibaca setelah salat fardhu atau di waktu-waktu lain sesuai kebutuhan, seperti saat memohon perlindungan, kesehatan, atau keselamatan. Tidak ada ketentuan waktu khusus yang mengikat, sehingga fleksibel untuk diamalkan kapan saja sesuai situasi dan niat pribadi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4213839/original/041049300_1667478381-055296900_1664954097-064843300_1649264825-man-praying-alone-divinity-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262510/original/043477700_1781827837-AP26169828495121-Kanada_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542959/original/069384900_1775008055-Italia_vs_Bosnia-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263474/original/094364200_1781931705-paraguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415599/original/012053300_1782300444-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263847/original/059626700_1782021744-000_B7RA6W8.jpg)