Sukses

Penyebab Bintitan Beserta Gejala dan Cara Pengobatannya yang Tepat

Liputan6.com, Jakarta Bintitan dalam bahasa medis dikenal sebagai hordeolum atau stye  adalah kondisi ketika bintil menyakitkan mirip jerawat atau bisul tumbuh di tepi kelopak mata. Penyebab bintitan umumnya dikarenakan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang menyerang kelenjar dalam mata.

Akibatnya, timbul benjolan di kelopak mata. Meskipun tidak berbahaya, mata bintitan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda karena rasa nyerinya, serta merusak keindahan mata Anda.

Mata bintitan sering kali terjadi di kelopak mata bagian luar, tetapi terkadang juga bisa muncul di bagian dalam kelopak mata. Bintil yang tumbuh di bagian dalam lebih menyakitkan daripada yang tumbuh di luar.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab bintitan, berikut Liputan6.com rangkum penyebab bintitan beserta dengan gejala dan cara mengobatinya yang telah dilansir dari berbagai sumber, Selasa (6/7/2021).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini

2 dari 4 halaman

Gejala Mata Bintitan

Biasanya, gejala umum dan paling utama pada saat mengalami mata bintitan adalah tumbuhnya bintil merah yang mirip dengan bisul kecil pada kelopak mata, baik di dalam ataupun di luar kelopak mata. Gejala mata bintitan lain yang dapat menyertai seperti:

1. Timbulnya benjolan kecil di kelopak mata atas atau bawah.

2. Mata merah.

3. Mata berair.

4. Kelopak mata bengkak dan nyeri.

5. Mata terasa gatal.

3 dari 4 halaman

Penyebab Mata Bintitan

Ada beberapa penyebab bintitan yang perlu Anda ketahui, diantaranya:

1. Kebiasaan Menyentuh Mata dengan Tangan Kotor

Penyebab bintitan pertama adalah kebiasaan menyentuh mata dengan tangan kotor. Penyebab bintitan sebenarnya berkaitan dengan kebersihan pada area mata. Saat Anda berolahraga seperti futsal ataupun basket, sebaiknya jangan langsung memegang atau mengucek mata sebelum membersihkan tangan terlebih dahulu. Hal tersebut disebabkan karena tangan yang kotor dapat menularkan bakteri ke mata dan akhirnya akan membuat munculnya bintitan. Tangan yang tak ternoda bukan berarti sudah terbebas dari adanya kuman. Jadi, untuk menghindari penyebab bintitan, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun terlebih dahulu sebelum menyentuh mata. Jika tidak ada air dan sabun, gunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan.

2. Kebiasaan Tidur Menggunakan Make Up

Penyebab bintitan selanjutnya adalah kebiasaan tidur menggunakan make up. Penyebab bintitan ini lebih sering ditemui pada wanita yang biasanya memiliki kebiasaan tidur tanpa menghapus make up terlebih dahulu. Bekerja hampir seharian kadang akan membuat tubuh malas untuk melakukan banyak hal ketika sampai di rumah. Tetapi, untuk urusan membersihkan diri, terutama untuk membersihkan riasan atau make up sebelum tidur merupakan hal wajib yang harus Anda lakukan,

Sebab dapat menjadi penyebab bintitan. Tidur dengan wajah yang masih memakai riasan akan membuat pori-pori wajah tersumbat oleh bahan kimia, debu, serta bakteri. Kalau sudah begitu, bukan hanya menjadi penyebab bintitan, wajah juga akan berisiko ditumbuhi jerawat.

Oleh karena itu, Anda wajib membersihkan wajah hingga bersih saat akan tidur. Setelah selesai membersihkan wajah, keringkan seluruh wajah dengan handuk bersih. Kemudian, Anda baru boleh tidur dengan tenang dan terhindar dari penyakit bintitan.

3. Menggunakan Produk Kedaluwarsa

Penyebab bintitan yang selanjutnya masih berkaitan dengan penggunaan kosmetik. Jika Anda masih menggunakan kosmetik yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa atau masa layak pakai, hal tersebut dapat menjadi salah satu penyebab bintitan. Kosmetik yang telah kedaluwarsa merupakan media bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang sehingga nantinya akan sangat mungkin menimbulkan berbagai masalah pada kulit, termasuk jerawat dan mata bintitan.

Untuk itu, Anda harus tahu tentang berbagai kosmetik yang digunakan tahan atau layak pakai berapa lama. Misalnya, maskara hanya dapat digunakan selama 3-6 bulan. Jika maskara sudah mulai menggumpal atau menyebabkan gatal saat dipakai, Anda harus menggantinya dengan yang baru. Sedangkan, eyeliner dapat dipakai selama 6 bulan hingga 1 tahun. Jika sudah menggumpal dan menimbulkan rasa gatal, jangan dipakai kembali dan segera ganti dengan yang baru.

4 dari 4 halaman

Cara Mengobati Mata Bintitan yang Tepat

Ada beberapa cara mengobati mata bintitan yang perlu Anda ketahui, berikut ini caranya:

1. Gunakan Kompres Hangat

Kompres hangat adalah cara menghilangkan bintitan pada mata paling efektif. Suhu hangat bisa membantu mendorong nanah ke permukaan, melarutkan nanah, dan minyak sehingga cairan bisa lekas keluar secara alami. Caranya, basahi handuk kecil bersih dengan air hangat. Pastikan airnya tidak terlalu panas. Peras kainnya agar lembab tak menetes. Baru letakkan di mata selama lima sampai sepuluh menit. Hindari memencet benjolan untuk mencegah infeksi. Gunakan kompres hangat tiga hingga empat kali sehari sampai mata timbilan kempes.

2. Bersihkan Kelopak Mata dengan Sabun yang Ringan

Hindari membersihkan area mata dengan sabun berbahan kimia sintetis yang keras. Gunakan jenis sabun jenis hipoalergenik dan tidak menimbulkan efek samping iritasi. Kulit di sekitar area mata jauh lebih tipis ketimbang bagian wajah lainnya. Untuk itu, Anda perlu berhati-hati memilih produk perawatan untuk area mata.

3. Gunakan Kantong Teh

Jika Anda kurang nyaman menggunakan kompres hangat biasa sebagai cara mengobati mata bintitan dengan cepat, opsi lain bisa menggunakan kantong teh. Teh hitam paling baik digunakan karena bisa membantu mengurangi pembengkakan dan memiliki sifat antibakteri. Cara mengatasi mata bintitan dengan kantong teh cukup praktis. Anda hanya menyeduh teh celup dengan air panas, lalu diamkan sekitar satu menit. Baru gunakan untuk mengompres mata. Biarkan kompres dengan kantong teh dingin selama 5 sampai 10 menit. Kompres bintitan dengan kantong teh dua kali sehari dan masing-masing gunakan kantong teh baru.

4. Minum Obat Penghilang Rasa Sakit

Salah satu obat bintitan mata adalah obat penghilang rasa sakit. Jenis obat ini bisa menghilangkan ketidaknyaman di mata karena mata bintitan. Pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan obat dengan benar untuk memastikan dosis yang tepat. Jika bintitan menyebabkan rasa sangat sakit dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera kunjungi dokter.

5. Hindari Memakai Riasan dan Lensa Kontak

Selama bintitan, hindari menggunakan riasan berpewarna terutama untuk area sekitar mata. Riasan dapat membuat mata semakin iritasi dan menghambat proses penyembuhan. Selain itu, riasan juga rentan memindahkan bakteri dari mata ke alat rias dan sebaliknya sehingga infeksi bisa menyebar. Jika Anda menggunakan lensa kontak, untuk sementara istirahatkan menggunakan produk ini sampai bintitan sembuh. Bakteri dari bintil dapat menempel di lensa kontak dan menyebarkan infeksi.

6. Gunakan Antibiotik dari Dokter

Saat bintitan terasa menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter biasa merekomedasikan obat bintitan mata yang mengandung antibiotik. Jenis obat ini bisa beragam, tergantung lokasinya. Ada jenis obat tetes dan salep untuk menghilangkan bintitan pada mata. Dokter juga bisa memberikan suntikan steroid untuk mengurangi pembengkakan di mata.

7. Pijat Ringan saat Bintitan Pecah

Saat bintitan pecah, pijat ringan area tersebut dengan tisu untuk menghilangkan cairan di benjolan. Sebelum memijat area tersebut, pastikan tangan dan tisu dalam kondisi bersih. Setelah itu, jaga kebersihan di area mata dan hindari menyentuh area mata. Jangan memijat benjolan apabila terasa sakit. Bintitan umumnya bisa hilang dengan sendirinya dalam rentang waktu antara seminggu sampai 10 hari. Selama masa penyembuhan, menghindari memencet dan mengutak-atik mata juga bisa jadi cara mengobati mata bintitan dengan cepat.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.