Sukses

Lakum Dinukum Waliyadin Artinya Bagiku Agamaku dan Bagimu Agamamu, Ketahui Maknanya

Liputan6.com, Jakarta Dalam kitab suci Al-Qur'an, diperintahkan untuk selalu menghormati penganut agama lain. Serta tercantum juga berbagai surat dan ayat yang bisa dijadikan pedoman bagi umat muslim. Surat Al-Kafirun ayat ke-6 yaitu lakum dinukum waliyadin artinya untukmu agamamu dan untukku agamaku ini, menjelaskan pentingnya seorang muslimin tetap berpegang teguh pada agama dan aqidah Islam.

Lakum dinukum waliyadin artinya bagiku agamaku dan bagimu agamamu, juga mengandung ketegasan, serta keterangan umat Islam yang menyatakan tetap memegang teguh agama. Lakum dinukum waliyadin juga memiliki makna, bahwa toleransi merupakan salah satu tindakan yang tidak mencampuradukkan peribadahan agama Islam dengan agama lain.

Perbedaan adalah sunnatullah, yang dapat disikapi dengan cara saling menghargai antara satu dengan yang lainnnya. Lakum dinukum waliyadin artinya untukmu agamamu dan untukku agamaku ini, tercantum dalam surat Al-kafirun, di mana setiap surat ini berisi tentang toleransi beragama, dan selalu mengajarkan kita untuk bertoleransi antar umat beragama.

Berikut ini arti dan makna lakum dinukum waliyadin yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (5/12/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Arti Lakum Dinukum Waliyadin dalam Surat Al-Kafirun

Lakum dinukum waliyadin artinya bagiku agamaku dan bagimu agamamu ini, tertera dalam surat Al-Kafirun ayat ke-6. Surat Al-Kafirun adalah surat ke-109 yang diturunkan di kota Mekkah, yang mengandung arti tentang pentingnya saling bertoleransi dan menghargai antar penganut agama lain. Tak hanya itu saja, makna surat Al-Kafirun juga merujuk tentang peribadahan, ketauhidan, ataupun aqidah.

Dalam setiap ayat surat Al-Kafirun mengandung arti ataupun tafsiran, salah satunya lakum dinukum waliyadin yang mengandung tafsir tentang salah satu prinsip pokok dalam aqidah. Rasulullah SAW pernah berpesan, agar surat ini dibaca oleh seorang muslim sebelum dia berbaring di tempat tidurnya, sebagai cara melepaskan diri dari segala dosa orang-orang yang menyekutukan Allah SWT. 

At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir.

إذا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ: " قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ " حَتَّى تَمُرَّ بِآخِرِهَا، فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشَّرَكِ

“Jika kalian pergi ke tempat tidur maka bacalah: Qulya Ayyuhal Kafirun, hingga akhirnya, karena (bacaan surat itu) pelepas diri dari kesyirikan”

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ قَرَأَ: " قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ " حَتَّى يَخْتِمَهَا

“Bahwa Rasulullah SAW ketika hendak tidur beliau membaca: Qul ya Ayyuhal Kafirun, hingga mengkhotamkannya”

Sebagaimana seorang muslim diminta untuk membiarkan mereka melaksanakan keyakinan “agama” mereka, maka begitu juga sebaliknya bahwa mereka membiarkan seorang muslim menjalani agama yang mereka yakini kebenarannya. Dalam ilmu munasabah (kesesuaian) dalam Al-Quran, ketika surat ini dicerna awal dan akhirnya, para ulama menemukan kesesuaian ini. 

Sebagaimana firman Allah Quran Surat Al-Hujurat Ayat 13

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha teliti”.

3 dari 4 halaman

Mengenal Surat Al-Kafirun

Lakum dinukum waliyadin artinya bagimu agamamu, dan bagiku agamaku ini terdapat dalam surat Al-Kafirun ayat ke-6. Maka Anda juga perlu mengetahui bacaan surat Al-Kafirun lainnya. 

- Qul yaa ayyuhal-kaafirun

Artinya: "Katakanlah: "Hai orang-orang kafir"

- Laa a'budu maa ta'budun

Artinya: "Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah."

- Wa laa antum 'aabiduna maa a'bud

Artinya: "Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah."

- Wa laa ana 'aabidum maa 'abattum

Artinya: "Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah."

- Wa laa antum 'aabiduna maa a'bud

Artinya: "Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah."

- Lakum diinukum wa liya diin

Artinya: "Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

4 dari 4 halaman

Makna Lakum Dinukum Waliyadin

Lakum dinukum waliyadin juga tercatat dalam ayat ke-6 surat Al-Kafirun, dan mengandung makna tentang pentingnya berpegang teguh pada aqidah yakni dengan tidak mencampuradukan peribadahan agama Islam dengan penganut agama lain. Adapun makna lakum dinukum waliyadin menurut Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari adalah,

"Bagi kalian agama kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya selama-lamanya karena ia telah disegel atas kalian. Dan telah ditetapkan bahwa kalian tidak akan berpisah darinya dan bahwasanya kalian akan mati di atasnya. Aku pun tidak meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu." (Tafsir Ath Thobari, 24: 704)

Lakum dinukum waliyadin memiliki arti bahwa dengan toleransi dan menghargai, bukan dalam ranah aqidah atau ibadah. Karena itulah bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah, harus menaati perintah Allah SWT sesuai dengan sebagaimana ajaran Islam dengan tidak mencampuradukkan dengan peribadahan penganut agama lain.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS