Liputan6.com, Jakarta Cara membuat cuka apel bisa kamu praktikkan sendiri di rumah. Cuka apel merupakan bahan dapur serbaguna, yang biasa dijadikan tambahan makanan atau minuman, hingga menjadi cairan pembersih di rumah.
Tidak hanya itu, cuka apel kerap kali digunakan sebagai bahan untuk perawatan kecantikan dan baik untuk kesehatan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kandungan nutrisinya yang melimpah. Mengutip dari buku berjudul Cuka Apel: Manfaat Luar Biasa untuk Kesehatan dan Kecantikan karya Tresno Saras cuka apel mengandung Asam asetat, enzim, probiotik, vitamin B1, B2, B3, dan B9, juga Polifenol, dan Antosianin.
Cara membuat cuka apel tidak begitu sulit dipraktikkan. Kamu hanya perlu menyiapkan bahan-bahannya dan sabar dalam pengolahannya. Pasalnya, kamu perlu mendiamkannya berminggu-minggu agar mendapatkan cuka apel yang baik kualitasnya.
Advertisement
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (19/6/2025) tentang cara membuat cuka apel.
1. Cara Membuat Cuka Apel Praktis Menggunakan Jus Apel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2400624/original/052965400_1541412677-Raw_Pixel.jpg)
Metode dari positivelyprobiotic.com ini cocok bagi Anda yang ingin cara cepat dan praktis. Jus apel digunakan sebagai bahan utama, dengan tambahan starter vinegar dan Mother of Vinegar (SCOBY: Symbiotic Colony of Bacteria and Yeast).
Bahan-bahan:
- 4 cangkir jus apel (boleh mentah atau pasteurisasi)
- ¼ cangkir cuka apel kuat sebagai starter (atau ⅓ cangkir jika pakai buatan sendiri)
- 1 SCOBY / Mother of Vinegar
Langkah-langkah:
- Tuangkan jus apel suhu ruang ke dalam toples kaca bersih.
- Tambahkan starter vinegar untuk menurunkan pH agar fermentasi aman dari jamur.
- Tambahkan Mother of Vinegar. Tidak masalah jika ia tenggelam—nanti akan naik ke permukaan.
- Tutup toples dengan kain rapat (seperti filter kopi) dan ikat dengan karet gelang.
- Letakkan di tempat gelap dan hangat (bukan di bawah sinar matahari langsung) selama ±30 hari.
- Setelah 2 minggu, biasanya akan terbentuk lapisan keruh atau “mother” baru di permukaan—ini normal dan pertanda baik.
- Cicipi mulai hari ke-30. Bila masih manis, lanjutkan fermentasi hingga rasa cukup asam.
Advertisement
2. Cara Membuat Cuka Apel Tradisional dengan Apel Segar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1506994/original/072140400_1487063317-apple-cider-vinegar-skin__1_.jpg)
Metode positivelyprobiotic.com kali ini sedikit lebih alami karena menggunakan potongan buah apel secara langsung, termasuk kulit dan inti (kecuali biji). Hasilnya lebih kompleks dan dapat menghasilkan mother baru.
Bahan-bahan:
- 2–3 buah apel ukuran kecil (gunakan kulit dan inti, buang bijinya)
- ¼ cangkir gula tebu murni
- ¼ cangkir cuka apel starter (bisa ditambah jika starter buatan sendiri)
- 4 cangkir air
- 1 SCOBY / Mother of Vinegar
Langkah-langkah:
- Panaskan 1 cangkir air, larutkan gula, lalu dinginkan hingga suhu ruang.
- Tambahkan 3 cangkir air lainnya ke larutan gula.
- Potong-potong apel kecil-kecil dan masukkan ke dalam larutan air gula.
- Tambahkan starter vinegar dan aduk rata.
- Masukkan SCOBY/Mother of Vinegar.
- Tutup dengan kain bernapas dan simpan di tempat gelap dan hangat selama 30 hari.
- Setelah fermentasi selesai, saring dan simpan cuka dalam botol kaca bersih.
3. Cara Membuat Cuka Apel dengan Menggunakan Kulit dan Inti Apel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108082/original/028038600_1587455946-barbara-montavon-KCvIMGo-1nc-unsplash.jpg)
Berbeda dari 2 metode sebelumnya, plantyou.com membagikan metode ramah lingkungan dengan menggunakan limbah dapur, seperti kulit dan inti apel. Tidak hanya mengurangi sampah, hasilnya juga tetap memuaskan.
Bahan-bahan:
- Kulit dan inti apel (dari 3–5 apel, tergantung ukuran toples)
- 1–2 sendok makan gula (gula organik atau gula kelapa bisa digunakan)
- Air matang secukupnya
Langkah-langkah:
- Sterilkan toples dan tangan Anda sebelum memulai.
- Masukkan limbah apel dan gula ke dalam toples kaca.
- Tambahkan air hingga menutupi semua bahan. Aduk rata.
- Tutup toples dengan filter kopi atau kain tipis dan ikat kencang.
- Fermentasi selama 2 minggu di tempat hangat.
- Setelah 2 minggu, buang ampas apel dan lanjutkan fermentasi selama 2 minggu lagi.
- Cicipi dan hentikan fermentasi jika rasa asamnya sesuai.
Jika muncul “gelembung” atau mother (berbentuk seperti jelly mengambang), itu tandanya fermentasi berjalan sukses.
Advertisement
Tips Penting Saat Membuat Cuka Apel di Rumah
- Sterilisasi Wadah:Gunakan toples kaca bersih dan steril untuk mencegah kontaminasi bakteri atau jamur liar.
- Hindari Sinar Matahari Langsung: Simpan toples di tempat hangat tapi gelap, seperti lemari dapur.
- Gunakan Kain Penutup yang Tepat: Filter kopi atau kain tipis yang rapat sangat ideal. Jangan gunakan kain kasa (cheesecloth) karena tidak cukup rapat untuk menahan lalat buah.
- Pantau Aroma dan Penampilan: Jika muncul bau busuk atau jamur berbulu (putih keabu-abuan), fermentasi kemungkinan gagal dan harus dibuang.
- Simpan dalam Botol Kaca Setelah Jadi: Setelah rasa asam cukup, saring dan simpan dalam botol kaca tertutup di suhu ruang atau kulkas.
- Perhatikan Starter Vinegar: Jika Anda membuat cuka apel dari batch sebelumnya, dan rasanya kurang kuat, tambahkan sedikit lebih banyak starter.
FAQ Seputar Cuka Apel
1. Apa saja kegunaan cuka apel selain untuk dikonsumsi?
Cuka apel bukan hanya untuk diminum atau dicampur dalam masakan. Beberapa kegunaan lainnya antara lain:
- Sebagai pembersih rumah alami (dicampur dengan air untuk membersihkan jendela, lantai, dan permukaan dapur).
- Perawatan rambut sebagai bilasan alami untuk membuat rambut lebih lembut dan mengurangi ketombe.
- Sebagai toner wajah alami atau penghapus make-up.
- Dapat digunakan untuk membersihkan bekas kotoran hewan peliharaan.
- Menjadi bahan dalam produk fermentasi lain seperti kombucha vinegar mayonnaise atau bahkan menjadi starter untuk fermentasi berikutnya.
2. Apa itu "Mother of Vinegar" dalam cuka apel?
"Mother of Vinegar" atau biasa disebut SCOBY adalah kumpulan mikroba hidup berupa bakteri dan ragi yang terbentuk selama proses fermentasi. Bentuknya menyerupai lapisan seperti jelly dan biasanya tampak mengambang atau mengendap di dalam botol cuka.
Ini adalah tanda fermentasi berjalan baik.
Mother ini dapat digunakan kembali sebagai starter untuk membuat cuka apel batch selanjutnya.
3. Apakah cuka apel buatan sendiri bisa digunakan untuk pengawetan (pickling)?
Bisa, tapi perlu diperhatikan kadar keasamannya. Cuka apel yang aman untuk pengawetan biasanya memiliki pH sekitar 2.4 atau setara dengan 5% keasaman. Karena kadar gula dalam buah berbeda-beda, keasaman cuka buatan sendiri pun bisa bervariasi. Sebaiknya gunakan:
- Buah tinggi fruktosa (seperti mangga),
- Tambahan gula, atau
- Alkohol bebas sulfit (seperti wine atau vodka) untuk memperkuat fermentasi.
- Tes dengan pH strip direkomendasikan jika ingin memastikan keamanan untuk pengalengan.
4. Bagaimana cara menyelamatkan cuka apel buatan sendiri yang rasanya kurang enak atau terkontaminasi?
Jika cuka apel buatan Anda berjamur atau rasanya tidak sesuai, jangan dibuang. Anda bisa mengalihfungsikannya menjadi:
- Pembersih rumah tangga (campur 1 bagian ACV dengan 3 bagian air).
- Digunakan untuk membersihkan noda, bau hewan peliharaan, atau pembersih kaca.
- Starter fermentasi untuk kombucha atau ACV berikutnya, selama tidak ada jamur berbahaya.
5. Apa manfaat mengonsumsi cuka apel yang dicampur madu?
Campuran cuka apel dan madu murni sering diminum untuk berbagai manfaat kesehatan, seperti:
- Membantu pencernaan dan metabolisme,
- Meredakan radang tenggorokan dan alergi ringan,
- Mendukung program penurunan berat badan.
Meskipun manfaatnya belum semua terbukti secara ilmiah, banyak yang mengonsumsi campuran ini secara rutin sebagai tonik harian alami.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374732/original/043919300_1792061733-Screenshot_2026-10-15_173215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374621/original/047021200_1792057036-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T163623.276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2513712/original/036389500_1543815820-pf-mc11-ake3024-chim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)