Menu Sahur Sederhana dari Pangan Lokal, Bisa Kenyang Sampai Maghrib

Jangan anggap enteng pangan lokal! Singkong, kacang tanah, hingga daun kelor bila jadi menu sahur, bisa bikin kenyang lebih lama lho.

Diterbitkan 23 Februari 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menu sahur bisa beragam termasuk dari pangan lokal. Bahkan sejumlah pangan lokal yang ada di sekitar kita punya nilai gizi yang baik di tengah gempuran makanan instan dan impor seperti disampaikan pakar gizi IPB University Dr Eny Palupi.

Sumber karbohidrat tak cuma nasi, bila melihat pangan lokal ada singkong hingga talas yang termasuk karbohidrat kompleks.  

“Umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, dan talas, kaya akan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama serta dapat menjaga kestabilan gula darah,” jelas Eny mengutip laman IPB University, Senin (23/2/2026).

Lalu, kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, dan kacang tanah menyediakan protein nabati dan serat yang penting untuk memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga pencernaan.

Sayur pangan lokal di Indonesia juga beragam seperti bayam, kangkung, kecipir, paria, bunga turi,dan daun kelor mengandung vitamin dan mineral yang mendukung daya tahan tubuh.

Lalu, ada buah-buahan lokal seperti pisang, pepaya, rambutan, mangga, salak dan lainnya dapat menjadi sumber energi cepat karena kandungan glukosanya yang mudah dicerna setelah seharian berpuasa.

“Dengan berbagai pilihan tersebut, pangan lokal bukan hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak melainkan juga serat, vitamin, dan mineral esensial,” tambahnya.

 

Pangan Lokal Lebih Segar

Selain aspek gizi, Eny menyebut, pangan lokal juga lebih segar dibandingkan produk impor yang memerlukan pengawet untuk masa transportasi dan simpan lebih lama.

Dari segi keberlanjutan, mengonsumsi pangan lokal bisa mendukung ekonomi petani setempat dan mengurangi jejak karbon dari transportasi jarak jauh.

“Dengan segala keunggulan ini, pangan lokal layak direkomendasikan untuk berbuka dan sahur bergizi seimbang,” pungkasnya.