Ginjal Kena Tumor, Dokter: Bisa Diangkat Sebagian dan Pertahankan Fungsinya

Pengangkatan sebagian ginjal yang terkena tumor lebih mungkin dan mudah dilakukan dengan bantuan robot Da Vinci XI.

Diterbitkan 14 Januari 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengangkatan ginjal sebagian akibat tumor adalah upaya untuk mempertahankan ginjal yang masih sehat sehingga satu ginjal tak perlu diangkat seluruhnya.

Dokter konsultan urologi onkologi, Profesor Agus Rizal A.H. Hamid, dari Eka Hospital MT Haryono mengatakan, pengangkatan ginjal seluruhnya sepatutnya menjadi pilihan terakhir. Tindakan ini biasanya dilakukan ketika ukuran tumor ginjal sudah melebihi setengah ginjal.

“Kalau ukuran tumor sudah melebihi setengah ginjalnya, kita akan sulit untuk mempertahankan ginjalnya. Kurang dari itu (50 persen) sangat tergantung dengan lokasi tumornya,” kata Agus kepada Health Liputan6.com dalam temu media di Eka Hospital MT Haryono, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Dengan teknologi robotik, sambungnya, pengangkatan tumor ginjal menjadi lebih mudah dan presisi. Bahkan jika tumornya ada di bagian dalam ginjal, bukan di luar, pengangkatannya tetap memungkinkan jika menggunakan robot. Salah satu teknologi robot terkini yang sudah digunakan Agus adalah robot bedah Da Vinci XI.

“Kita potong (ginjal) dengan robot, kita keluarkan tumornya, itu berhasil,” tambah Agus.

Dia menambahkan, tindakan mengangkat ginjal sebagian sebetulnya sudah dilakukan di Indonesia sejak lama.

“Udah cukup lama sih, sekitar mungkin udah lebih 10-15 tahun atau 20 tahun. Seharusnya bukan hal baru, tapi tidak semua ahli bedah melakukan hal itu karena memang risiko perdarahan. Kalau saya dengan tim saya ya boleh dibilang rutin lah ya, sebulan sekali tuh ada,” jelasnya.

 

Ginjal yang Tersisa Masih Berfungsi dengan Baik

Agus memastikan, ginjal yang tersisa masih bisa berfungsi dengan baik.

“Masih (berfungsi dengan baik), kita tidak pernah memantau secara rutin karena pemantauan itu harus pemeriksaan segala macam. Tapi paling tidak dengan kita menyisakan 50 persen tuh kita berharap itu berfungsi, kan jadi satu setengah ginjal,” jelasnya.

Dengan kata lain, memiliki satu setengah ginjal dinilai lebih baik ketimbang hanya memiliki satu ginjal saja.

 

Pengaruh pada Gaya Hidup

Lantas, jika ginjal diangkat sebagian, apakah pasien wajib mengubah gaya hidup secara keseluruhan?

“Harusnya sih enggak (harus ubah gaya hidup total),” katanya.

Meski begitu, dengan kesadaran bahwa hanya memiliki satu atau satu setengah ginjal, pasien malah lebih menjaga kesehatan.

“Malah data di luar negeri menunjukkan bahwa orang yang mendonorkan ginjalnya (akhirnya hidup dengan satu ginjal) lebih baik dari orang biasa. Karena apa? Karena dia sadar ginjalnya cuman satu, akhirnya dia mencoba hidup lebih sehat.”

“Dan data penelitian di luar negeri, orang yang donor ginjal itu lama hidupnya lebih panjang dari yang tidak donor,” ucap Agus.

Hanya saja, tidak semua orang memiliki dua ginjal. Ada orang yang hidup selama 50 tahun tapi baru sadar bahwa selama ini ia hidup hanya dengan satu ginjal.

“Pertanyaan saya, emang yakin teman-teman punya ginjal dua? Yakin enggak punya dua ginjal? Saya pernah punya pasien umur 50 tahun baru datang ke saya, ginjalnya satu, baru tahu karena enggak diperiksa. Tidak hilang, emang enggak tumbuh aja, kayak jari kan ada yang cuma jari empat yang lebih juga ada. Yang punya ginjal lebih juga ada,” terangnya.