Liputan6.com, Jakarta - Perut terasa nyeri setelah lari sering dialami banyak orang, terutama pelari pemula atau mereka yang baru meningkatkan intensitas latihan. Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran, apakah perut sakit setelah lari masih tergolong normal, atau justru tanda adanya masalah serius pada tubuh?
Secara umum, nyeri perut setelah lari tergolong normal bila disebabkan oleh kelelahan otot, khususnya otot inti. Saat berlari, tubuh tidak hanya mengandalkan otot kaki seperti paha depan, paha belakang, betis, dan fleksor pinggul, tetapi juga melibatkan otot perut dan tubuh bagian atas untuk menjaga keseimbangan dan posisi tubuh tetap tegak.
Melansir National Library of Medicine, otot inti berperan penting dalam menopang gerakan lari. Ketika otot ini jarang dilatih lalu dipaksa bekerja keras, misalnya saat lari jarak jauh atau tempo tinggi, otot bisa mengalami kelelahan hingga menimbulkan nyeri atau kekakuan. Inilah alasan perut sering terasa sakit setelah lari, terutama pada pelari pemula.
Advertisement
Namun, nyeri perut setelah lari tidak selalu boleh diabaikan. Jika rasa sakit tak kunjung hilang hingga beberapa hari, bisa jadi ada penyebab lain yang perlu diwaspadai.
Nyeri Perut yang Tak Hilang Setelah Lari
Perut sakit berkepanjangan setelah lari dapat menandakan cedera otot, seperti robekan otot ringan. Cedera ini biasanya terjadi akibat kurang pemanasan, otot inti yang lemah, atau latihan berlebihan tanpa jeda istirahat yang cukup.
Selain cedera otot, penyebab lain nyeri perut setelah lari adalah dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Kurangnya cairan dapat memicu kram perut, diare, hingga gangguan pencernaan, terutama jika lari dilakukan di cuaca panas. Beberapa orang juga sensitif terhadap makanan tertentu sebelum lari, yang dapat memperburuk rasa tidak nyaman di perut.
Reporter/Penulis :Â Nurul Azzahra
Â
Apa Saja Gejala yang Perlu Diwaspadai?
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri perut disertai memar
- Pembengkakan di area perut
- Kejang otot yang tidak membaik dengan istirahat
- Jika mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya hentikan latihan dan lakukan penanganan awal seperti kompres es atau air hangat.
- Bila nyeri tidak membaik, segera konsultasi ke dokter atau terapis fisik untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Advertisement
Cara Mencegah Perut Sakit Setelah Lari
Agar nyeri perut tidak mengganggu aktivitas lari, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
Pertama, lakukan pemanasan dan peregangan minimal lima s.d 10 menit sebelum lari. Peregangan ringan, jalan kaki, atau yoga sederhana membantu mengurangi kekakuan otot dan mencegah cedera.
Kedua, perkuat otot inti secara rutin. Latihan seperti plank, sit-up, atau latihan beban ringan dapat meningkatkan stabilitas tubuh saat lari dan mengurangi risiko nyeri perut.
Ketiga, pastikan hidrasi dan asupan nutrisi terpenuhi. Minum cukup air sebelum dan setelah lari penting untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Konsumsi protein setelah olahraga juga membantu pemulihan otot.
Â
Kapan Harus Waspada?
Perut sakit setelah lari umumnya normal dan akan membaik dengan istirahat. Namun, bila nyeri semakin parah, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti muntah, pusing, atau nyeri hebat, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis.
Dengan memahami penyebab dan cara pencegahannya, aktivitas lari tetap bisa dinikmati dengan aman dan nyaman tanpa gangguan nyeri perut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6591576/original/029814400_1779430905-cek_fakta_-_sertifikat_tanah_gratis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318670/original/097009500_1786124467-efb30e6b-7dc4-4c13-a54b-d81aacb7f640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5270073/original/080177000_1751376548-Pemanasan_.jpg)