Benarkah Detoks Jus Bikin Kulit Lebih Cerah? Ini Penjelasan Dokter Gizi

Beberapa waktu lalu detoks dengan hanya minum jus diklaim mampu membuat kulit lebih bersih dan cerah. Terkait ini, dokter gizi mengingatkan bahwa jus buah dan sayuran memang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat dan vitamin harian. Namun bukan untuk menggantikan makanan utama.

OlehMasni
Diterbitkan 12 Januari 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah maraknya tren detoks jus yang diklaim mampu membuat kulit lebih bersih dan cerah, dokter gizi mengingatkan pentingnya memahami cara konsumsi yang tepat. Dokter spesialis gizi klinik Diana Felicia Suganda mengatakan jus buah dan sayuran memang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat dan vitamin harian tapi tidak dianjurkan untuk menggantikan makanan utama.

“Kalau sebagai tambahan makanan harian masih boleh, tetapi bukan hanya jus saja. Semua nutrisi harus lengkap, jus itu hanya tambahan,” ujar Diana ditemui di Central Park Jakarta. 

Diana mengatakan manfaat mendapatkan kulit glowing tersebut hanya akan optimal jika dikonsumsi sebagai pelengkap pola makan seimbang.

Diana juga meluruskan anggapan bahwa tubuh membutuhkan diet jus selama beberapa hari untuk melakukan detoksifikasi. Menurutnya, tubuh manusia telah memiliki sistem detoksifikasi alami yang bekerja setiap hari melalui organ-organ vital.

“Detoks itu sebenarnya sudah dilakukan tubuh setiap hari. Organ detoksifikasi kita banyak, mulai dari ginjal lewat urine, usus melalui buang air besar, hingga kulit lewat keringat,” jelasnya.

Ia mengingatkan, menjalani diet hanya dengan buah dan sayur tanpa asupan makanan lain selama beberapa hari justru berisiko bagi kesehatan. Pola tersebut dapat menyebabkan kekurangan kalori, karbohidrat, dan protein yang sangat dibutuhkan tubuh untuk berfungsi optimal.

 

Nutrisi Penting untuk Kulit Sehat

Untuk mendapatkan kulit yang benar-benar sehat dan tampak cerah, Diana menekankan pentingnya menjaga keseimbangan nutrisi. Beberapa zat gizi memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan kulit, seperti vitamin C, vitamin B, serta mineral zinc.

Selain itu, pengurangan konsumsi gula dan karbohidrat olahan juga menjadi salah satu kunci kulit yang lebih bersih. Meski demikian, tubuh tetap membutuhkan asupan karbohidrat dan protein dalam jumlah yang cukup, sehingga tidak disarankan hanya bergantung pada jus.

“Kurangi gula-gula, makanan-makanan karbo-karbo olahan, itu sudah pasti kulit kinclong,” kata Diana.

Gaya Hidup Penunjang Kesehatan Kulit

Tak hanya dari pola makan, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh gaya hidup secara keseluruhan. 

Diana menyarankan masyarakat untuk menjauhi rokok dan alkohol, menjaga kualitas tidur, serta mencukupi kebutuhan cairan harian.

“Meningkatkan konsumsi air putih serta mengonsumsi buah dan sayuran utuh sangat membantu menjaga hidrasi dan kesehatan kulit dari dalam,” ujarnya.