Sambut Hari Bidan Nasional, IBI Tegaskan Peran Bidan Menuju Indonesia Emas 2045

Menurut Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM peringatan Hari Bidan Nasional menjadi momentum refleksi dan evaluasi.

Diperbarui 23 Juni 2025, 15:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menyambut Hari Bidan Nasional 2025, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM kembali menegaskan pentingnya peran bidan sebagai pilar utama dalam sistem kesehatan nasional.

Mengusung tema nasional “Peran Strategis Bidan Dalam Memenuhi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan di Setiap Kondisi Krisis, Menuju Indonesia Emas 2045”, serta tema global “Midwives: Critical in Every Crisis,” Ade mengatakan, peringatan Hari Bidan Nasional tahun ini menjadi pengibat bahwa eksistensi bidan bukan hanya penting, melainkan krusial, terutama di masa krisis seperti bencana alam, konflik, hingga pandemi.

Menurutnya setiap perempuan mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang aman dan berkualitas, tanpa terkecuali.

"Bidan, dengan kapasitas, empati, dan pengabdiannya, telah menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa perempuan di seluruh pelosok negeri dalam situasi apa pun, tetap mendapatkan hak atas layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang bermutu," ungkap Ade melalui pesan tertulis pada Health-Liputan6.com, Senin (23/6).

74 Tahun IBI Mengabdi, Melayani dan Melindungi

Lebih lanjut Ade menuturkan, sejak didirikan pada 1951, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) telah menjadi rumah bagi ribuan bidan di seluruh penjuru Tanah Air.

"IBI konsisten memperjuangkan profesionalisme, perlindungan, dan kesejahteraan anggota, sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kebidanan di Tanah Air," ujarnya.

Adapun peringatan Hari Bidan Nasional menjadi momentum refleksi dan evaluasi.

"Ini adalah momentum refleksi, evaluasi, dan proyeksi. Kami ingin menunjukkan bahwa bidan bukan sekadar tenaga kesehatan, tetapi pilar penting dalam pembangunan kesehatan ibu dan anak, serta dalam menyiapkan generasi unggul menu Indonesia Emas 2045," tegas Ade.

Mulai dari layanan persalinan, edukasi KB, hingga pendampingan kesehatan ibu dan bayi, bidan selalu berada di tengah masyarakat—terutama di daerah-daerah terpencil yang minim fasilitas kesehatan.

 

Aksi Nyata untuk Perempuan Indonesia

Sejak Maret 2025, berbagai kegiatan telah digelar untuk memaknai peringatan Hari Bidan Nasional dan Hari Bidan Internasional 2025. Mulai dari seminar ilmiah, bakti sosial, pelayanan kesehatan masyarakat, hingga kampanye edukatif menjadi rangkaian aktivitas yang menggambarkan semangat pengabdian para bidan.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, IBI berkomitmen untuk tidak hanya merayakan peran bidan, tetapi juga memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan kesehatan yang kian kompleks.

“Kami percaya, kolaborasi yang kuat akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang inklusif, responsif, dan berkeadilan gender,” ujar Ketua IBI.

 

Kolaborasi untuk Layanan Kesehatan yang Inklusif

Menurut Ade, keberhasilan pelayanan kebidanan tidak bisa dilepaskan dari dukungan berbagai pihak. Untuk itu, Ade menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mitra strategis yang selama ini mendampingi perjalanan IBI—termasuk Kementerian Kesehatan, BKKBN, Kemendikbudristek, organisasi profesi, LSM, sektor swasta, dan masyarakat luas.

Dia meyakini, dukungan kolaboratif ini menjadi kunci dalam menciptakan sistem layanan kebidanan yang aman, bermutu, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus bersama-sama memastikan setiap perempuan memiliki akses terhadap layanan kebidanan yang sesuai dengan hak asasi mereka,” tambahnya.

Ade juga menyampaikan harapan kepada seluruh bidan di Indonesia agar terus berkarya dan berinovasi.

"Teruslah berkarya, berinovasi, dan mengabdi untuk kesehatan perempuan, keluarga, dan bangsa.”