Sukses

Penyebab Anak Tidur Sambil Berjalan, Orangtua Harus Tahu

Tidur sambil berjalan dikenal sebagai somnambulisme atau sleepwalking yang termasuk dalam salah satu parasomnia.

Liputan6.com, Jakarta Tidur sambil berjalan dikenal sebagai somnambulisme atau sleepwalking yang termasuk dalam salah satu parasomnia, yaitu jenis gangguan tidur yang melibatkan gerakan dan perilaku abnormal saat tidur.

Anak-anak dari berbagai usia bisa mengalami tidur sambil berjalan, meskipun penyebabnya belum sepenuhnya dipahami. Hal ini mungkin disebabkan oleh perkembangan sistem saraf yang belum matang.

Sekitar 15% anak pernah mengalami tidur sambil berjalan setidaknya sekali antara usia 4 hingga 12 tahun. Kebiasaan sleepwalking ini biasanya jarang terjadi saat masa remaja dan umumnya tidak berlanjut hingga dewasa.

Penyebab Umumnya

Dilansir dari Verywell Health pada Selasa, 9 Juli 2024, ada beberapa kondisi yang dapat memicu tidur sambil berjalan. Gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea, diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang melakukan gerakan tidur sambil berjalan.

Selain itu, gangguan gerakan seperti sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome (RLS) dan gangguan gerakan tungkai periodik atau periodic limb movement disorder (PLMD) juga bisa menjadi pemicu.

Jika tidur menjadi terfragmentasi, mungkin terjadi keadaan campuran yang memungkinkan berjalan tetapi menekan kesadaran penuh atau ingatan akan tindakan tersebut.

Sleepwalking dapat dikaitkan dengan "confusional arousals" yang merupakan kebingungan yang tak terkendali ini terdiri dari perasaan seolah-olah terbangun tetapi tetap berada dalam kondisi bawah sadar.

Kebingungan ini terjadi saat tidur nyenyak, biasanya tidak diingat oleh anak, dan mungkin tumpang tindih dengan teror tidur.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Anak yang Kerap Tidur Sambil Berjalan

Kebanyakan tidur sambil berjalan berlangsung selama beberapa menit, episode tersebut mungkin tidak memerlukan perawatan khusus.

Meski sebentar anak-anak dapat secara tidak sengaja terjebak dalam situasi berbahaya. Maka hal yang terpenting adalah menjaga anak agar tetap aman dari bahaya. 

Selain itu berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah hal membahayakan terjadi:

Pemantauan

Ketika anak-anak sering tidur sambil jalan di awal malam, penting untuk memantau mereka selama periode ini. Khususnya penting jika mereka memiliki kebiasaan tidur sambil jalan dalam kondisi tertentu, misalnya saat sedang sakit.

Terapi

Jika perilaku berjalan saat tidur terjadi secara sering, berkepanjangan, atau berbahaya, mungkin diperlukan intervensi tambahan.

Dalam beberapa kasus, terapi dapat membantu mengurangi seringnya anak berjalan saat tidur. Terapi dapat menargetkan masalah tidur yang buruk, kurang tidur, kecemasan, dan stres.

Penanganan terkait kondisi serius

Jika diduga terjadi gangguan pernapasan atau gerakan saat tidur, pengobatan yang sesuai untuk kondisi ini dapat membantu memperbaiki perilaku berjalan saat tidur.

 

3 dari 4 halaman

Apakah Sleep Walking Tidak Boleh Dibangunkan?

Orangtua sering bertanya-tanya apakah berbahaya membangunkan anak yang berjalan saat tidur. Jawaban singkatnya adalah tidak.

Secara umum, yang terbaik adalah mengarahkan anak yang berjalan sambil tidur kembali ke tempat tidur tanpa membangunkannya sepenuhnya.

Anak-anak yang terbangun selama kondisi ini mungkin tampak bingung dan kesal dan mungkin mengalami kesulitan untuk kembali tidur.

 

4 dari 4 halaman

Apa yang Dimaksud dengan Parasomnia?

Menurut Cleveland Clinic, parasomnia adalah gangguan tidur yang melibatkan peristiwa atau pengalaman fisik yang tidak biasa dan tidak diinginkan yang mengganggu tidur.

Seseorang yang memiliki parasomnia mungkin mengalami gerakan tidak normal, berbicara, mengekspresikan emosi, atau melakukan hal-hal yang tidak biasa saat tidur.

Tidur sambil berjalan atau sleepwalking juga termasuk dalam salah satu parasomnia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini