Sukses

Jokowi Bicara soal Target Ambisius Turunkan Angka Stunting 14 Persen: Perlu Kerja Keras

Pada 2023, angka stunting Indonesia masih 21,5 persen. Jokowi pun bicara soal target angka stunting di 14 persen.

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa target angka stunting di angka 14 persen pada akhir 2024 memang ambisius. Di mana angka angka stunting Indonesia sempat di angka 37 persen pada 2014.

"Ya namanya target, kita punya target ambisius dari 37 ke 14 persen, ini memang ambisius. Ya memang perlu kerja keras untuk mencapai target," kata Jokowi usai meninjau kegiatan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Cipete Jakarta Selatan pada Selasa, 11 Juni 2024.

Data terakhir angka stunting di Indonesia berada di 21,5 persen pada 2023. Melihat angka ini maka muncul pertanyaan bisakah mencapai target 14 persen?

"Akhir tahun kita lihat berapa," kata Jokowi.

Jokowi: Turunkan Stunting Bukan Cuma soal Makanan

Jokowi mengakui bahwa untuk menurunkan angka stunting bukan hal mudah. Ada banyak aspek lain yang memengaruhi termasuk lingkungan dan air.

"Stunting tidak hanya urusan makanan, makanan tambahan dan gizi. Ini juga menyangkut sanitasi di mana lingkungan suatu kampung atau RT itu sangat berpengaruh sekali. Lalu, air itu juga sangat berpengaruh," kata Jokowi.

Belum lagi ada beberapa kondisi yang turut memengaruhi upaya penurunan stunting. Salah satunya pandemi COVID-19 yang membuat gerak agak terbatas termasuk dalam penanganan stunting.

"Situasi COVID-19 kemarin selama 2,5 tahun memengaruhi konsentrasi ke penanganan stunting."

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Kerja Sama Banyak Sektor Lintas Sektor Turunkan Stunting

Untuk mencapai target 14 persen harus bekerja sama melibatkan banyak sektor.

"Jadi, ini memang kerja bareng-bareng. Kerja bersama, kerja terintegrasi, kerja terkonsolidasi sehingga hasilnya akan terlihat," kata Jokowi.

3 dari 4 halaman

Kata Jokowi soal Angka Stunting yang Turun Tipis di 2023

Terkait 'cuma' turun 0,1 persen, Jokowi tetap memberikan apresiasi atas kerja keras posyandu dan pihak-pihak lain. 

"Memang kemarin turunnya kecil 0,1 persen tapi apapun, kerja keras dan usaha yang dilakukan pemerintah daerah dan posyandu harus dihargai."

4 dari 4 halaman

Apa Itu Stunting?

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

“Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis,” kata dokter spesialis anak RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang, Novita Agustina.

Stunting diukur sebagai status gizi dengan memerhatikan tinggi atau panjang badan, umur, dan jenis kelamin balita. Kebiasaan tidak mengukur tinggi atau panjang badan balita di masyarakat menyebabkan kejadian stunting sulit disadari.

Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu lama.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini