Sukses

Ternyata Selera Musik Bisa Cerminkan Kepribadian, Bagaimana dengan Selera Kamu?

Selera musik seseorang dapat mengungkap kepribadiannya.

Liputan6.com, Jakarta - Tidak hanya sebagai hiburan, selera musik juga dapat menjadi cerminan dari berbagai aspek kepribadian, seperti suasana hati, nilai-nilai yang diyakini, dan bahkan gaya hidup sehari-hari.

Dikutip dari Verywellmind.com, sebuah studi yang melibatkan lebih dari 36.000 peserta di seluruh dunia menemukan bahwa hal ini memang ada benarnya.

Dalam studi ini, para peneliti meminta partisipan untuk menilai lebih dari 104 gaya musik yang berbeda. Mereka kemudian mengisi kuesioner kepribadian Big 5, yang mengukur lima dimensi kepribadian utama: agreeableness, conscientiousness, extraversion, neuroticism, dan openness to experience

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepribadian dan selera musik:

  • Pop: Pendengar musik pop umumnya digambarkan sebagai ekstrovert, jujur, dan konvensional. Mereka cerdas dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mereka kurang kreatif dan lebih mudah gelisah dibandingkan penggemar genre lain.
  • Rap/Hip Hop: Berlawanan dengan stereotip, tidak ada hubungan antara penggemar rap dan agresivitas atau kekerasan. Namun, mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan lebih terbuka terhadap pengalaman baru dibandingkan penggemar genre lain.
  • Country: Pendengar musik country umumnya rajin, konvensional, ekstrovert, dan konservatif. Meskipun musiknya sering tentang patah hati, mereka cenderung stabil secara emosional. Mereka kurang terbuka terhadap pengalaman baru dibandingkan penggemar genre lain.
  • Rock/Heavy Metal: Berlawanan dengan citranya yang pemberontak, penggemar rock dan heavy metal cenderung lembut, kreatif, dan introvert. Namun, mereka memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah dibandingkan penggemar genre lain.
  • Indie: Penggemar musik indie introvert, intelektual, dan kreatif. Namun, mereka kurang rajin dan mudah gelisah dibandingkan penggemar genre lain. Kepercayaan diri mereka juga cenderung rendah.
  • Dance: Pendengar musik dance ekstrovert, tegas, dan terbuka terhadap pengalaman baru. Namun, mereka kurang lembut dibandingkan penggemar genre lain.
  • Klasik:  Pendengar musik klasik cenderung introvert tetapi nyaman dengan diri mereka sendiri. Mereka kreatif dan memiliki kepercayaan diri yang sehat.
  • Jazz, Blues, dan Soul: Penggemar genre ini ekstrovert dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mereka juga sangat kreatif, cerdas, dan nyaman dengan diri mereka sendiri.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Prediksi Kepribadian Melalui Selera Musik

Sebuah studi lainnya oleh psikolog Jason Rentfrow dan Sam Gosling mendukung bahwa hal ini memang benar adanya.

Studi mereka mengungkapkan bahwa musik yang Anda dengarkan dapat memberikan prediksi yang cukup akurat tentang kepribadian Anda.

Misalnya, orang yang ekstrovert cenderung menyukai musik dengan garis bass yang kuat dan tempo yang cepat. Sebaliknya, mereka yang lebih introvert lebih menyukai musik dengan tempo yang lambat dan melodi yang kompleks.

Temuan menarik lainnya adalah bahwa orang yang menikmati musik yang kompleks seperti jazz dan klasik cenderung lebih kreatif dan memiliki skor IQ yang lebih tinggi.

Rentfrow dan Gosling tidak berhenti di situ. Mereka memperluas studi mereka untuk menyelidiki lebih dalam aspek-aspek spesifik dari musik yang terkait dengan preferensi individu.

Penelitian mereka menunjukkan bahwa orang yang mudah cemas cenderung menyukai musik dengan nada yang tinggi dan disonansi. Di sisi lain, orang yang lebih santai lebih menyukai musik dengan nada yang rendah dan konsonansi.

Hubungan antara musik dan kepribadian ini masih terus diteliti dan dipelajari. Namun, temuan awal menunjukkan bahwa musik dapat menjadi jendela untuk memahami kepribadian seseorang.

3 dari 3 halaman

Selera Musik dan Bentuk Kognitifnya

Suatu penelitian membagi orang menjadi dua kategori berdasarkan cara mereka merespons dunia: empati dan sistematisasi.

Orang yang empati cenderung lebih fokus pada isyarat sosial dan emosi. Mereka lebih menyukai musik kontemporer yang lembut dan kaya emosi, seperti indie rock, country, dan folk. Banyak dari mereka memiliki karir di bidang seni atau profesi yang membantu, dan mereka menikmati musik yang dapat membangkitkan respons emosional yang kuat.

Di sisi lain, orang yang sistematis lebih tertarik pada matematika dan sains. Mereka lebih menyukai kompleksitas struktural dan sering kali tertarik pada musik klasik, jazz, dan world music. Mereka menyukai musik yang kompleks, intens, energik, dan ceria.

Temuan ini menunjukkan bahwa cara kita menikmati musik mungkin terkait dengan cara otak kita memproses informasi.

Orang yang empati mungkin lebih terhubung dengan aspek emosional musik, sedangkan orang yang sistematis mungkin lebih tertarik pada kompleksitas struktural musik.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini